Lihat lebih banyak

4 Perbedaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal dalam Trading Crypto

7 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ketika ingin berinvestasi di proyek cryptocurrency atau melakukan trading crypto, kamu pasti pernah menemukan istilah Fundamental Analysis dan Technical Analysis. Bila memahami perbedaan dari dua pendekatan ini, kamu bisa lebih mudah untuk menentukan langkah terkait uang kamu. Artikel ini akan membahas tentang perbedaan analisis fundamental dan teknikal serta masing-masing kekuatannya. Jadi, siap untuk mempelajari lebih lanjut?

Trading Crypto di Exchange Terbaik

Bonus USDT 3200

Trading, Leverage, Earn
Bonus USDT 3200
Buka KuCoin www.kucoin.com
Aset Crypto 700+
Biaya Trading 0,1%
Benefit Fee Diskon 20% dengan KCS

Beli Crypto Pakai Kartu

Biaya Trading Gratis
Beli Crypto Pakai Kartu
Buka OKX www.okx.com
Aset Crypto 350+
Biaya Trading Gratis (waktu terbatas)
Bonus Ajak Teman hingga $10.000

Beli Crypto Tanpa KYC

Derivatif Crypto Terbaik
Beli Crypto Tanpa KYC
Buka BYDFi www.bydfi.com
Aset Crypto 600+
Biaya Trading 0,05%
Hadiah USDT 2888

Apa itu Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal?

Untuk memulai pembahasan, mari kita kenali definisi Analisis Fundamental terlebih dahulu. Fundamental Analysis (FA) melibatkan pengamatan terhadap aspek yang paling penting. Secara harfiah, FA menganalisis aspek paling mendasar atau fundamental dari sebuah proyek.

Aspek ini umumnya mencakup prospek serta potensi apa yang bisa proyek lakukan di masa depan. Misalnya, siapa saja tim di balik pengembangan proyek tersebut dan apa saja hal yang berhasil dicapai sejauh ini. Selain itu, perlu juga memperhatikan pengaruh kondisi industri saat ini, serta masih banyak lagi aspek lainnya.

Sementara itu, berbeda dengan Analisis Fundamental, Analisis Teknikal (TA) merupakan seperangkat alat bagi trader harian dan swing trader yang ingin mencari keuntungan di setiap pergerakan pasar. Pengguna analisis ini mulanya memandang bahwa pasar tidak efisien dan pola harga serta tren dalam data pasar dapat mereka eksploitasi untuk mendapatkan potensi keuntungan.

Dalam Technical Analysis, trader harus melihat pola dalam setiap aksi pergerakan harga. Kemudian, membandingkannya dengan data pasar historis untuk mencoba menggambar pola pergerakannya di masa depan.
Untuk melakukan analisis teknikal, trader biasanya memerlukan alat bantu berupa grafik dan beberapa indikator tertentu.

Indikator dalam Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal

Baik Analisis Fundamental maupun Analisis Teknikal memiliki indikator masing-masing yang bisa trader gunakan. Mulai dari fundamental, rerdapat berbagai jenis informasi atau indikator yang harus kita kumpulkan ketika melakukan Analisis Fundamental dalam transaksi atau trading crypto. Beberapa faktor tersebut adalah keamanan, likuiditas, tim pengembangan, kegunaan (use case), dan komunitasnya.

Indikator Analisis Fundamental

  • Keamanan: Trader perlu memperhatikan cara suatu blockchain mencapai konsensus menentukan tingkat keamanan dari blockchain tersebut. Selain itu, perlu juga pengetahuan mengenai pengelolaan dari blockchain tersebut.
  • Likuiditas: Ini adalah tingkat kemudahan suatu aset untuk dipertukarkan ke uang atau aset lain yang banyak digunakan. Dengan demikian, saat berinvestasi, sangat penting untuk memastikan ada pasar untuk membeli dan menjual aset dengan range harga yang baik dan transparan.
  • Kegunaan (Use Case): Apa tujuan utamanya proyek tersebut? Apakah sebagai jenis mata uang, token utilitas ataupun koleksi digital, yang jawabannya bisa terlihat dalam white paper proyek tersebut.
  • Tim Pengembang : Siapa saja tim pengembangan proyek? Informasi itu termasuk informasi kontak, meskipun hanya akun media sosial.
  • Komunitas: Informasi ini berkaitan dengan pendapat orang/komunitas mengenai proyek tersebut. Sumber-sumber yang bisa dilihat yaitu seperti dari forum proyek, subreddit, grup Telegram, dan masih banyak lagi.
White paper bitcoin oleh satoshi nakamoto salah satu white paper crypto terbaik
White paper bitcoin menjadi salah satu alat indikator untuk analisis fundamental

Sementara itu, analisis teknikal sering menggunakan berbagai alat trading, seperti grafik, pola candlestick, tren, relative strength, volume.

Indikator Analisis Teknikal

  • Grafik: Contohnya, grafik garis (line chart), grafik batang (bar chart), stochastic dan grafik lilin (candlestick) yang bisa menunjukkan pola-pola khusus.
  • Support dan resistance: Ini adalah garis batas yang sebuah aset crypto sulit untuk menembusnya. Support, garis batas bawah dan resistance, garis batas atas bisa menjadi penentu posisi masuk dan keluar.
  • Tren: trader bisa menentukan bagaimana suatu aset dalam tren (kecenderungan) harga yang sedang naik (bullish), turun (bearish) atau mendatar (sideways)
  • Volume: Ini adalah indikator yang melihat volume transaksi dari suatu aset atau crypto dalam periode tertentu.
  • Relative strength: Indikator RSI berfungsi mengukur momentum, harga cryptocurrency, dan kecepatan pergerakan harga untuk melihat apakah aset tersebut overbought atau oversold.

Perbedaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal

Baik bagi investor yang mau HODL jangka panjang, maupun trader harian, analisis fundamental dan teknikal sangat penting. Lantas, apa perbedaan analisis fundamental dan analisis teknikal dalam trading crypto? Berikut ulasannya.

1. Fokus analisis

Analisis teknikal fokus pada tren naik dan turun harga aset kripto melalui grafik. Sedangkan analisis fundamental fokus pada latar belakang yang membuat nilai (value) bagi aset tersebut.

2. Indikator

Analisis teknikal menggunakan tool atau data-data yang ada di aplikasi trading, seperti pola candlestick, bar chart, RSI dan lainnya. Adapun analisis fundamental biasanya menggunakan data dari white paper dan kekuatan riset dari pasar/industri.

3. Tujuan

Umumnya, analisis teknikal bertujuan untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual aset kripto. Namun, analisis fundamental berguna untuk mengetahui suatu aset bernilai murah atau harganya masih terjangkau.

4. Jangka waktu

Perbedaan analisis fundamental dan analisis teknikal juga berkaitan dengan jangka waktu. Analisis fundamental cocok digunakan untuk investasi jangka panjang (HODL). Sedangkan analisis teknikal biasanya digunakan untuk investasi jangka pendek atau trading crypto.

Manfaat dan Kelebihan Analisis Fundamental dan Teknikal

Secara garis besar, perbedaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal juga terlihat dari manfaat atau kelebihannya. Tiap pendekatan ini punya kelebihannya masing-masing.

Analisis fundamental memberikan pemahaman mendalam terhadap aset investasi, yang cocok untuk fokus jangka panjang. Selain itu, pendekatan ini melihat faktor kualitatif seperti reputasi, kualitas manajemen, nilai brading yang penting bagi keberhasilan jangka panjang. Makanya, tidak hanya untuk trading crypto, analisis fundamental cocok untuk berbagai kelas aset seperti saham, obligasi, hingga valuta asing (forex).

Di sisi lain, pendekatan teknikal bermanfaat untuk memberikan keputusan cepat berdasarkan data harga dan volume, sehingga cocok untuk trading jangka pendek. Lalu, trader juga menggunakan pendekatan ini untuk melihat sentimen dan psikologis pasar. Karena itu, selain untuk trading crypto, analisis teknikal berguna di kelas aset lain termasuk saham, obligasi dan valas.

Analisis Fundamental dan Teknikal memiliki manfaat dan kekurangan masing-masing

Kekurangan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal

Meski masing-masing memiliki kelebihan, kedua pendekatan ini juga punya kelemahan. Mulai dari analisis fundamental yang mendalam pasti membutuhkan waktu untuk riset. Selain itu, data tersebut tidak bisa langsung untuk melakukan trading dalam jangka pendek.

Sedangkan, analisis teknikal bisa saja memberikan sinyal palsu akibat fluktuasi pasar, terutama saat trading crypto yang sifat pasarnya sangat volatil. Selain itu, pendekatan pola dan indikator sangat bergantung pada subyektifitas.

Kombinasi Analisis Fundamental dan Teknikal

Walaupun terdapat perbedaan analisis fundamental dan analisis teknikal, investor sering kali menggabungkan kedua prinsip tersebut untuk membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Idenya adalah untuk memanfaatkan kekuatan keduanya untuk mengkompensasi kelemahan mereka.

Untuk memulai pendekatan campuran, kamu mungkin terlebih dahulu mengukur nilai intrinsik suatu aset melalui analisis fundamental. Ini melibatkan evaluasi white paper, tren pasar, berita-berita dan faktor kualitatif dan kuantitatif lainnya. Nantinya, analisis teknikal dapat berguna untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang optimal. Ini melibatkan mempelajari grafik harga, pola candlestick, dan indikator pasar lainnya.

Pendekatan menggabungkan teknikal dan fundamental ini memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang suatu aset atau pasar. Ini menggabungkan kemampuan penilaian risiko analisis fundamental dengan waktu analisis teknis. Oleh karena itu, cocok untuk strategi investasi jangka pendek dan jangka panjang.

Akan tetapi, memadukan aspek fundamental dan teknikal memerlukan pemahaman yang baik tentang keduanya, sehingga membuat pekerjaan memakan banyak waktu. Kebutuhan untuk menguasai dua jenis analisis yang berbeda ini mungkin terasa sangat berat bagi sebagian orang. Namun demikian, pendekatan campuran ini seimbang karena menawarkan kedalaman fundamental dan penerapan teknikal secara real-time.

Mana lebih penting, Analisis Fundamental atau Analisis Teknikal?

Perdebatan antara pentingnya analisis fundamental dan analisis teknikal dalam pengambilan keputusan investasi sudah berlangsung lama dan beragam. Kedua pendekatan ini menawarkan perspektif yang unik dan dapat bermanfaat dalam konteks yang berbeda.

Tidak ada pendekatan yang secara universal lebih baik daripada yang lainnya. Masing-masing mempunyai kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Strategi terbaik akan melibatkan pendekatan analisis yang sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko investor.

Trading Crypto di Exchange Terbaik

Kesimpulan

Baik analisis fundamental maupun analisis teknikal merupakan alat yang sangat berguna dalam investasi atau trading crypto dan kelas aset lainnya. Analisis Fundamental berfokus pada nilai dan potensi untuk jangka panjang. Sementara Analisis Teknikal lebih bertujuan untuk pengambilan keputusan jangka pendek.

Perbedaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal menjadi kekuatan, meski ada kelemahannya masing-masing. Investor yang cerdik dapat menggabungkan kedua pendekatan ini untuk mengambil manfaat terbaik dalam trading dan investasi. Selalu lakukan riset (DYOR) dan gunakan uang dingin untuk trading maupun investasi di aset kripto.

Apa itu analisis fundamental?

Apa itu analisis teknikal?

Apa perbedaan analisis fundamental dan analisis teknikal?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori