Lihat lebih banyak

Republik Afrika Tengah Jelaskan Alasan Tunda Listing Sango Coin

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Republik Afrika Tengah memutuskan untuk menunda listing Sango Coin pada tahun ini.
  • Sekaratnya kondisi pasar dijadikan alasan utama untuk mengulurnya hingga kuartal pertama tahun 2023.
  • Mereka pun menunda peluncuran program yang mungkinkan pemegang Sango Coin menjual hingga 5% dari kripto mereka.
  • promo

Republik Afrika Tengah memutuskan untuk menunda listing Sango Coin pada tahun ini. Sekaratnya kondisi pasar dijadikan alasan utama bagi negara yang mengadopsi Bitcoin sebagai legal tender itu untuk mengulurnya hingga kuartal pertama tahun 2023.

Penangguhan bukan hanya terjadi pada listing Sango Coin. Republik Afrika Tengah pun menunda peluncuran program yang memungkinkan pemegang kripto Sango menjual hingga 5% dari kripto yang mereka miliki. Saat ini, kripto tersebut masih dalam periode vesting selama 1 tahun dan tidak bisa dijual.

Proyek Sango rencananya dimaksudkan untuk menjadi motor pendorong dalam pengembangan wilayah Afrika Tengah. Dari Sango Coin, negeri tersebut membidik dana segar hingga US$1 miliar. Namun, adanya penundaan listing Sango Coin diprediksi turut akan berpengaruh terhadap proses pengumpulan dana.

Ketika Republik Afrika Tengah pertama kali mengumumkan rencananya untuk menjadi crypto hub global, banyak pihak yang sangsi terhadap kesuksesannya. Akan tetapi, mereka tetap berpegang teguh pada pendiriannya dan merilis proyek itu pada 5 Juli 2022.

Namun, optimisme kadang memang berseberangan dengan realitas. Dalam debut perdananya, Sango Coin hanya mampu terserap sebanyak 5,55% atau sekitar 200 juta kripto. Itu pun sudah dengan cara menurunkan harga minimal pembelian dari US$500 menjadi US$100.

Ambisi Republik Afrika Tengah dan El Salvador terhadap Kripto Sangat Kencang

Apa yang dilakukan Republik Afrika Tengah mengingatkan tentang rencana El Salvador yang juga secara agresif mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut. Negara yang dipimpin oleh Nayib Bukele itu sempat berkali-kali menunda penerbitan Volcano Bond.

Obligasi Bitcoin pertama yang akan dirilis oleh negara yang terletak di Amerika Selatan ini sebelumnya ditargetkan akan meluncur pada November tahun lalu. Namun, dengan alasan kondisi pasar serta konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, El Salvador terus mengulur waktu hingga akhir tahun ini.

Namun, belakangan tersiar kabar bahwa surat utang Bitcoin milik El Salvador sepertinya semakin dekat untuk diterbitkan. Meskipun memang hal itu tetap molor dari target  terakhir yang sudah ditetapkan yakni pada September 2022, tetapi paling tidak dengan adanya proposal keamanan digital yang dikirimkan Presiden El Salvador ke parlemen, menunjukkan bahwa langkah itu semakin dekat dengan kenyataan.

Juru Bicara Kepresidenan El Salvador menyerukan agar Komisi Aset Digital dan Badan Pengelola Dana Bitcoin melakukan pengawasan terhadap penjualan utang terkait kripto. Seperti diketahui, obligasi yang akan dirilis itu ditargetkan dapat meraup dana US$1 miiliar untuk pembangunan Bitcoin City dan memperkuat cadangan Bitcoin mereka.

Nigeria Akan Segera Akui Aset Kripto

Negara berkembang lain yang turut tengah berjuang melegalkan penggunaan mata uang kripto adalah Nigeria.

Ketua Komite DPR untuk Pasar Modal dan Institusional, Babangida Ibrahim, menjelaskan bahwa amandemen Undang-Undang (UU) Investasi dan Sekuritas yang akan disahkan menjadi UU bakal membuat Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Nigeria mengakui kripto dan uang digital lainnya sebagai modal untuk investasi.

Dalam aturan baru itu, akan diatur pula bagaimana Bank Sentral Nigeria dan SEC berperan dalam mengawasi peredaran mata uang digital.

“Nigeria harus mengikuti inovasi ekonomi global. Negeri ini membutuhkan pasar modal yang efisien,” jelasnya.

Sebagai informasi, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa aset kripto termasuk stablecoin memang belum memiliki dampak sistemik secara global. Namun, di beberapa pasar ekonomi yang berkembang, paparan atas kripto akan membuatnya berada di ambang risiko stabilitas keuangan.

“Beberapa negara melihat kepemilikan kripto di tingkat retail dalam jumlah besar dan adanya kriptonisasi, alias substitusi mata uang oleh aset kripto. Namun, masalahnya, hal itu berpotens menyebabkan keluarnya arus modal dan hilangnya kedaulatan moneter. Sehingga, pada akhirnya akan menciptakan tantangan baru bagi pembuat kebijakan,” tulis IMF.

Bagaimana pendapat Anda tentang penundaan listing Sango Coin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori