Lihat lebih banyak

Dampak Perang Israel-Palestina, Analis Ramal Bakal Terjadi Peningkatan Volatilitas di Pasar Kripto

2 mins
Oleh Harsh Notariya
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Deklarasi perang Israel terhadap Hamas memicu spekulasi tentang reaksi pasar Bitcoin (BTC) dan altcoin di tengah volatilitas yang sedang berlangsung.
  • Menurut analis kripto Miles Deutscher, pasar seringkali pulih dengan cepat dari perang meski awalnya mengalami volatilitas, yang juga berdampak pada S&P 500.
  • Karena adanya korelasi antara Bitcoin dan S&P 500, diperkirakan akan ada volatilitas jangka pendek. Sementara itu, BTC sudah turun hampir 2% sejak konflik tersebut.
  • promo

Begitu Israel mengumumkan perang melawan kelompok militer Palestina, Hamas, banyak spekulasi muncul di kalangan komunitas kripto mengenai bagaimana hal ini akan berdampak pada pasar Bitcoin (BTC) dan altcoin yang lebih luas.

Dalam situasi krisis geopolitik, seperti perang atau konflik militer lainnya, pasar kerap mengalami volatilitas yang meningkat. Sementara harga komoditas seperti minyak dan emas cenderung meningkat, banyak investor memilih untuk menjauh dari aset berisiko, seperti saham dan kripto.

Analis Kripto Antisipasi Volatilitas Jangka Pendek

Seorang analis kripto terkenal, Miles Deutscher, membahas tentang dampak dari perang Israel dan Palestina pada S&P 500.

“Data menunjukkan bahwa pasar umumnya cepat pulih dari perang dan guncangan geopolitik meskipun awalnya mengalami volatilitas.”

Tangkapan layar di bawah ini menunjukkan bahwa, walaupun ada ketidakpastian pada bulan pertama konflik tersebut, pasar seringkali mulai berubah menjadi positif setelah tiga bulan. Pada 75% kasus, S&P 500 menjadi positif 12 bulan setelah terjadinya konflik militer.

Data tersebut memperhitungkan konflik militer pada periode antara insiden Pearl Harbor pada Desember 1941 hingga perang Irak pada Maret 2003.

Israel-Palestine war crypto, ,military conflicts
Kinerja S&P 500 di masa konflik militer | Sumber: X (Twitter)

Sejauh ini, pasar aset kripto belum pernah mengalami konflik geopolitik yang besar, kecuali perang Rusia dan Ukraina. Oleh karena itu, sulit untuk menentukan dampak yang terisolasi pada aset kripto. Meski begitu, ada korelasi antara Bitcoin dan indeks S&P 500 yang teridentifikasi.

Dengan demikian, seperti halnya S&P 500, Bitcoin diperkirakan juga akan mengalami volatilitas dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Harga Bitcoin (BTC) sudah Turun sejak Perang Israel dan Palestina Meletus

Laporan Bitfinex Alpha yang dibagikan kepada BeInCrypto mengindikasikan bahwa akan ada “tingkat volatilitas yang meningkat” dalam pergerakan harga Bitcoin. Tangkapan layar di bawah ini menunjukkan bahwa volatilitas historis hariannya tetap berada di atas exponential moving average (EMA) 200 hari.

Indeks volatilitas historis Bitcoin | Sumber: Bitfinex

Menurut data dari TradingView, Bitcoin (BTC) telah turun nyaris 2% sejak pecahnya perang Israel dan Palestina pada hari Sabtu (7/10).

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) setelah meletusnya perang antara Israel dan Palestina
Grafik harga BTC/USDT dalam time frame harian | Sumber: TradingView

Bagaimana pendapat Anda tentang nasib volatilitas pasar kripto ke depannya akibat perang Israel dan Palestina? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori