Lihat lebih banyak

Survei Menunjukkan bahwa Bear Market Ternyata Tak Pengaruhi Selera Investasi Investor Retail

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Dalam laporan yang bertajuk "Retail Investor Beat" dari eToro, terungkap bahwa kondisi bear market tidak berpengaruh pada pola pikir para investor terhadap minat investasi.
  • Ahli Strategi Pasar Global eToro, Ben Laidler, mengungkapkan kelompok yang berpandangan positif terhadap volatilitas pasar menganggap bahwa kondisi saat ini memungkinkan mereka untuk membeli aset idamannya dengan "harga bawah".
  • Dalam riset tersebut, terungkap pula bahwa jumlah proporsi investor retail yang memiliki kripto di kuartal IV/2022 meningkat 3% secara kuartalan.
  • promo

Penurunan pasar yang terjadi sepanjang bear market tahun lalu ternyata tidak mengubah selera investasi para investor di pasar keuangan, termasuk kripto. Padahal, pada tahun lalu, kapitalisasi pasar aset kripto sudah ambruk 64,10%. Tepatnya turun ke kisaran US$829,26 miliar. Berdasarkan riset eToro baru-baru ini, mayoritas investor, khususnya investor retail, justru abai terhadap volatilitas pasar.

Dalam laporan yang bertajuk “Retail Investor Beat” ini, terungkap bahwa kondisi bear market tidak berpengaruh pada pola pikir para investor terhadap minat investasi. Sebanyak 67% investor bahkan menyatakan tetap positif terhadap kripto.

Jika dibagi berdasarkan usia, responden yang berada di rentang 18 tahun sampai 34 tahun merasa lebih percaya diri atas investasi yang dilakukannya. Tiga dari empat responden, atau sekitar 76%, investor muda menganggap penurunan pasar adalah hal yang positif.

Akan tetapi, bagi mereka yang berada pada golongan usia di atas 55 tahun, penurunan pasar mengubah selera investasinya. Mayoritas responden, atau sekitar 40%, mengaku bear market mengurangi minat mereka dan hanya 32% yang masih berpandangan positif atas aset investasinya.

Ahli Strategi Pasar Global eToro, Ben Laidler, mengungkapkan kelompok yang berpandangan positif terhadap volatilitas pasar menganggap bahwa kondisi saat ini memungkinkan mereka untuk membeli aset idamannya dengan “harga bawah”.

Secara sederhana, ketika aset tertentu dipandang memiliki potensi harga yang lebih baik, entah dari sisi fundamental ataupun prospek jangka panjang, namun keadaan pasar membuat harganya turun, maka hal itu dianggap sebagai kesempatan untuk mendapatkan aset tersebut dengan harga diskon.

“Investor retail banyak memilih aset investasi untuk jangka panjang. Karena sebayak 63% responden menggenggam aset investasinya selama bertahun-tahun dan hanya 4% yang bertindak sebagai trader atau hanya menahan investasinya dalam hitungan hari,” jelas Laidler.

Proporsi Investor Retail di Kripto Meningkat

Kerangka Regulasi Kripto AS yang Baru Bakal Jadi 'Lampu Hijau' untuk Investor Institusional | Inggris

Dalam riset tersebut, terungkap pula bahwa jumlah proporsi investor retail yang memiliki kripto di kuartal IV/2022 meningkat dari 36% menjadi 39% secara kuartalan. Padahal, jika dilihat, kinerja industri kripto di periode itu masuk dalam golongan terburuk untuk kelas aset.

Riset eToro mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh akumulasi pembelian yang dilakukan oleh kelompok yang lebih tua dengan memanfaatkan penurunan harga. Khusus untuk investor kripto, mereka yang masuk dalam kelompok usia 35 tahun – 44 tahun dan 45 tahun – 54 tahun, masing-masing naik 5 poin secara persentase menjadi 53% dan 36%.

Di samping itu, meningkatnya proporsi tersebut juga dipicu oleh naiknya jumlah investor wanita yang masuk ke kripto. Sampai dengan akhir kuartal IV/2022, investor retail wanita di industri kripto bergerak ke level 34%, dari 29% di kuartal III/2022.

“Banyak investor retail yang masih bersikap wait and see,” tambah Bradley.

Adapun riset ini dilakukan pada 10 ribu responden yang tersebar di 13 negara dan 3 benua.

Kurangnya Regulasi Jadi Salah Satu Alasan Investor Enggan Masuk

bear market crypto winter

Kurangnya regulasi juga dijadikan alasan bagi para investor untuk menutup diri terhadap kripto. Sebanyak 30% dari responden yang menghindari kripto menyuarakan hal tersebut. Meski demikian, memang harus diakui bahwa 50% responden yang mengaku belum masuk ke kripto lebih disebabkan karena risiko yang menyertainya.

Kemudian, untuk investor yang getol terhadap kripto, 37% responden mengaku memang berniat untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi dari sektor tersebut. Sementara hanya 34% yang percaya pada kedigdayaan blockchain.

“34% tersisa dari investor yang berminat terhadap kripto menganggap bahwa kripto merupakan kelas aset transformatif,” pungkas riset eToro tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori