Lihat lebih banyak

Apa Itu Node Blockchain? Ini Peran, Jenis dan Perlengkapan Menjalankan Node

11 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Salah satu elemen dari teknologi blockchain dan cryptocurrency adalah sifatnya yang terdesentralisasi. Hal ini mungkin terjadi karena blockchain merupakan public ledger (buku besar publik) yang siapapun bisa mengaksesnya. Makanya, seperti halnya dalam jaringan Bitcoin,semua transaksi tidak terpusat alias terjadi secara peer-to-peer. Dengan kondisi ini, komunitas memiliki peran penting untuk menjaga jaringan yaitu dengan menjalankan node blockchain. Baca lebih lanjut untuk memahami apa itu node, peran node dalam blockchain, hingga peralatan yang kamu perlukan untuk menjadi node.

Crypto Exchange terbaik untuk beli token kripto

Beli Crypto Pakai Rupiah

Biaya Trading Gratis
Beli Crypto Pakai Rupiah
Buka OKX www.okx.com
Aset Crypto 350+
Biaya Trading Gratis (waktu terbatas)
Bonus Ajak Teman hingga $10.000

Bonus USDT 3200

Trading, Leverage, Earn
Bonus USDT 3200
Buka KuCoin www.kucoin.com
Aset Crypto 700+
Biaya Trading 0,1%
Benefit Fee Diskon 20% dengan KCS

Hadiah hingga US$30.000

Trading dengan fitur lengkap
Hadiah hingga US$30.000
Buka ByBit www.bybit.com
Aset Kripto 470+
Biaya Trading 0,1%
Benefit VIP Fee 0%

Apa itu node blockchain?

Node adalah istilah yang berasal dari bahasa latin, yaitu nodus (simpul) dan dalam jaringan komputer node ini adalah titik-titik penghubung. Dalam konteks blockchain, node adalah komputer yang menjalankan perangkat lunak (software) dan berpartisipasi dalam jaringan.

Blockchain node berperan dalam memelihara dan menyebarkan informasi mengenai seluruh jaringan blockchain. Sehingga, node bertanggung jawab untuk menyimpan transaksi dalam buku besar blokchain (ledger), validasi transaksi baru dan berkomunikasi dengan node lain agar jaringan selalu singkron.

Peran node blockchain

Berikut adalah beberapa peran utama node dalam blockchain:

1. Verifikasi transaksi

Setiap kali transaksi baru dikirim ke jaringan, node bertugas untuk memverifikasi validitas transaksi tersebut. Proses verifikasi termasuk memeriksa tanda tangan digital, saldo akun yang cukup, dan ketaatan terhadap aturan konsensus yang berlaku dalam blockchain tersebut.

2. Pembuatan blok

Beberapa jenis blockchain, seperti Bitcoin, memerlukan node untuk bersaing dalam proses pemecahan algoritma kriptografi kompleks untuk membuat blok baru yang berisi transaksi yang telah terverifikasi. Node yang berhasil memecahkan algoritma ini berhak untuk menambahkan blok ke block chain, dan menerima hadiah atas kontribusi mereka (misalnya, dalam bentuk token atau koin kripto).

3. Menyimpan salinan lengkap blockchain

Setiap node dalam jaringan menyimpan salinan lengkap dari seluruh data transaksi dalam bentuk blok, membentuk rantai blok (blockchain). Dengan demikian, tidak ada satu otoritas pusat yang mengendalikan semua informasi.

4. Penyebaran informasi

Ketika transaksi baru atau blok yang telah dibuat berhasil diverifikasi, node menyebarkannya ke seluruh jaringan. Hal ini memungkinkan seluruh peserta dalam jaringan untuk memiliki salinan terbaru dari rantai blik dan memastikan bahwa setiap node memiliki informasi yang sama.

5. Partisipasi dalam mekanisme konsensus

Mekanisme konsensus adalah aturan untuk mencapai kesepakatan tentang keadaan dan validitas blockchain. Node berpartisipasi dalam proses konsensus ini, memastikan bahwa semua node mencapai kesepakatan tentang perubahan dan pembaruan yang terjadi pada block chain.

6. Menjaga keamanan dan desentralisasi

Karena setiap node menyimpan salinan lengkap dari rantai jaringan dan berpartisipasi dalam proses konsensus, sistem menjadi lebih aman dan terdesentralisasi. Tidak ada satu pihak yang memiliki kekuatan penuh untuk mengendalikan atau memanipulasi data dalam blockchain.

Trading Crypto

Contoh dan jenis-jenis node blockchain

Berikut adalah beberapa contoh dan jenis-jenis node yang ada dalam konteks teknologi blockchain:

1. Full Node

Full node adalah jenis node yang menyimpan salinan lengkap dari seluruh blockchain. Node penuh memverifikasi dan menyimpan seluruh transaksi dan blok yang ada dalam jaringan, dan berpartisipasi dalam proses konsensus. Contohnya adalah node Bitcoin Core pada jaringan Bitcoin.

2. Lightweight Node (Light Node)

Lightweight node, juga terkenal sebagai thin node atau SPV (Simple Payment Verification) node, tidak menyimpan seluruh blockchain. Sebaliknya, node ini hanya menyimpan sebagian kecil data transaksi, biasanya hanya header blok. Lightweight node memerlukan bantuan dari full node atau trusted server untuk memverifikasi transaksi dan blok. Contohnya adalah dompet kripto yang sering kita temui di smartphone.

3. Masternode

Masternode adalah jenis node khusus yang ada dalam beberapa blockchain. Node jenis ini memiliki peran tambahan, seperti pemrosesan transaksi instan, pilihan pemungutan suara, atau privasi tambahan. Untuk menjadi masternode, operator perlu mengunci sejumlah token crypto sebagai jaminan. Contohnya adalah DASH, yang menggunakan masternode dalam jaringannya.

4. Validator Node

Validator node berperan dalam mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) dan Proof of Authority (PoA). Node ini terpilih untuk memvalidasi transaksi dan menghasilkan blok baru berdasarkan jumlah koin yang mereka miliki atau oleh kredibilitas mereka. Ethereum 2.0 adalah contoh dari blockchain yang menggunakan validator node dalam PoS.

5. Mining Node

Mining node berperan dalam mekanisme konsensus Proof of Work (PoW). Node ini bersaing untuk memecahkan teka-teki kriptografi kompleks dan membuat blok baru. Jika berhasil, mereka berhak untuk menambahkan blok ke blockchain dan mendapatkan hadiah berupa token crypto. Contohnya adalah node penambang (miner) dalam jaringan Bitcoin.

6. Archival Node

Archival node adalah full node yang menyimpan seluruh riwayat transaksi dalam blockchain, termasuk transaksi yang sudah terhapus dari UTXO (Unspent Transaction Output). Node ini berguna untuk mengakses data historis dan melakukan analisis blockchain. Contohnya adalah node arsip Bitcoin.

7. Non-Validating Node

Non-validating node adalah jenis node yang tidak berpartisipasi dalam proses verifikasi atau validasi transaksi, namun masih menyimpan salinan lengkap dari blockchain. Node jenis ini hanya berfungsi untuk menyimpan dan menyebarkan informasi. Contohnya adalah node penuh yang tidak berpartisipasi dalam proses mining atau validasi dalam jaringan blockchain.

Catatan, beberapa blockchain mungkin memiliki jenis node yang khusus dan dapat bervariasi tergantung pada konsensus dan aturan yang berlaku dalam masing-masing jaringan.

Perbedaan Node, Validator dan Miner

Node, validator, dan miner adalah tiga entitas yang berbeda dalam konteks blockchain. Masing-masing memiliki berkontribusi pada fungsi dan operasi blockchain. Jadi, peran dan tanggung jawab masing-masing berbeda, meski dalam beberapa kasus ada yang bersinggungan.

Pertama-tama, node adalah komponen dasar dari jaringan blokchain yang menyimpan salinan transaksi dan blok, baik penuh maupun sebagian. Maka, node bertanggung jawab untuk menyimpan, menyebarkan, dan memverifikasi transaksi, serta berpartisipasi dalam proses konsensus untuk mencapai kesepakatan tentang keadaan blockchain.

Kemudian, validator adalah entitas yang berperan dalam mekanisme konsensus blockchain, terutama pada mekanisme Proof of Stake (PoS) atau Proof of Authority (PoA). Validator bertugas melakukan validasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain berdasarkan aturan (konsensus). Dalam PoS, pemilihan validator berdasarkan jumlah crypto yang mereka pertaruhkan (staking) sebagai jaminan, sementara dalam PoA, validator berdasarkan otoritas atau kredibilitas.

Terakhir, miner adalah pihak yang berperan dalam mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) beberapa blockchain, seperti Bitcoin. Miner bersaing dalam memecahkan teka-teki kriptografi kompleks yang memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. Jika berhasil memecahkan teka-teki, miner berhak untuk menambahkan blok ke blockchain dan menerima hadiah berupa token kripto sebagai imbalan atas upaya mereka dalam memecahkan teka-teki.

Sebagai catatan, dalam beberapa blockchain, seperti Ethereum 2.0, ada konsep validator node yang berperan dalam mekanisme PoS. Validator node ini mirip dengan miner dalam PoW, karena mereka berkompetisi untuk memvalidasi transaksi dan menghasilkan blok baru.

Dalam rangka mencapai konsensus dan menjaga keamanan dan integritas blockchain, peran node, validator, dan miner bekerja bersama-sama untuk memastikan bahwa transaksi diverifikasi dan ditambahkan ke blockchain dengan cara yang konsisten dan aman.

Node penambang (mining node) sama seperti miner dalam blockchain dengan konsensus proof of work seperti Bitcoin
Node penambang (mining node) adalah miner dalam blockchain dengan konsensus proof of work seperti Bitcoin

Keuntungan Menjadi Node Blockchain

Menjadi node dalam sebuah block chain memiliki beberapa keuntungan, terutama bagi individu atau entitas yang ingin aktif berpartisipasi dalam jaringan. Berikut adalah beberapa keuntungan menjadi node di sebuah blockchain:

1. Validasi dan Verifikasi Transaksi

Sebagai node, Anda memiliki peran dalam memvalidasi dan memverifikasi transaksi yang masuk ke dalam jaringan. Dengan berpartisipasi dalam proses ini, Anda membantu menjaga keamanan dan integritas blockchain dengan memastikan bahwa hanya transaksi yang sah dan sesuai dengan aturan konsensus yang dapat ditambahkan ke dalam blok.

2. Kontribusi pada Konsensus

Dalam block chain dengan mekanisme konsensus berbasis pemilu, seperti Proof of Stake (PoS) atau Proof of Authority (PoA), menjadi node yang berpartisipasi memberi Anda kesempatan untuk berkontribusi pada pembuatan blok dan mendapatkan hadiah. Anda dapat berperan sebagai validator node dan memperoleh imbalan atas kontribusi Anda terhadap keamanan jaringan.

3. Akses ke Data Transaksi

Sebagai node penuh atau archival node, Anda memiliki akses ke seluruh riwayat transaksi yang ada dalam blockchain. Hal ini memungkinkan Anda untuk melakukan analisis dan mendapatkan wawasan dari data historis tersebut.

4. Dukungan bagi Proyek atau Komunitas

Dalam beberapa kasus, menjadi node dalam sebuah blockchain adalah cara untuk mendukung proyek atau komunitas tertentu. Misalnya, dengan menjadi masternode dalam jaringan yang menggunakan mekanisme konsensus PoS, kamu dapat berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan melalui mekanisme pemungutan suara.

5. Dukungan Desentralisasi dan Keamanan

Dengan semakin banyak node yang berpartisipasi dalam jaringan, keamanan dan ketahanan blockchain meningkat. Jika beberapa node mengalami masalah atau terganggu, jaringan tetap dapat berjalan dan transaksi dapat terus diverifikasi oleh node lainnya. Ini pun menjadi sebuah dukungan bagi desentralisasi jaringan blockchain yang tidak bergantung pada otoritas terpusat.

6. Pengetahuan dan Pengalaman

Menjadi node dalam sebuah blockchain juga memberi kesempatan untuk memahami teknologi ini secara lebih mendalam. Selain itu, kamu juga mendapatkan pengalaman praktis tentang cara jaringan blockchain beroperasi.

Rewards Menjadi Node Jaringan Bitcoin

Sebagai node dalam jaringan Bitcoin, kamu tidak akan mendapatkan rewards finansial atau hadiah token crypto secara langsung. Peran node dalam blockchain adalah untuk membantu memverifikasi transaksi dan menjaga integritas jaringan dengan menyimpan salinan lengkap dari seluruh blockchain.

Rewards dalam bentuk token kripto biasanya terkait dengan proses penambangan (mining) dalam mekanisme konsensus Proof of Work (PoW). Para penambang (miners) yang berhasil memecahkan teka-teki kriptografi kompleks untuk menambahkan blok baru ke blockchain berhak untuk mendapatkan hadiah block reward. Namun, menjadi node penuh tidak menuntut pemecahan teka-teki ini, sehingga pemberian rewards penambangan tidak untuk node.

Dalam beberapa kasus, mungkin ada reward dalam bentuk token crypto atau hadiah yang berkaitan dengan peran spesifik dalam jaringan. Contohnya, menjadi validator node dalam mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) atau menjadi masternode dalam sistem masternode bisa mendapatkan crypto. Namun, ini tergantung pada proyek blockchain tertentu dan bukan bagian dari peran standar node penuh dalam jaringan Bitcoin.

Oleh karena itu, menjadi node Bitcoin lebih merupakan kontribusi pada keamanan dan integritas jaringan daripada upaya untuk mendapatkan hadiah finansial. Dengan menjadi node, kamu turut membantu menjaga desentralisasi dan keandalan jaringan Bitcoin serta mendukung keseluruhan ekosistem kripto dan teknologi blockchain.

Meskipun ikut berkontribusi dalam jaringan, kamu perlu tahu bahwa menjadi node dalam blockchain juga memerlukan ketersediaan sumber daya, dan biaya yang cukup besar. Contohnya seperti kapasitas penyimpanan dan bandwidth internet, terutama jika kamu berpartisipasi sebagai full node atau archival node. Lanjut baca untuk memahami risiko menjadi node blockchain.

Beli Crypto

Kerugian dan Risiko Menjadi Node Blockchain

Menjadi node dalam sebuah blockchain juga memiliki beberapa kerugian dan risiko yang perlu menjadi pertimbangan sebelum kamu memutuskan untuk berpartisipasi. Berikut adalah beberapa risiko dan kerugian yang terkait dengan menjadi node dalam blockchain.

1. Kebutuhan Sumber Daya

Menjadi node penuh memerlukan sumber daya komputer yang cukup besar, termasuk penyimpanan yang luas dan koneksi internet yang cepat. Kamu perlu menyimpan seluruh blockchain, yang bisa mencapai ukuran beberapa ratus gigabyte atau lebih, tergantung pada blockchain.

2. Konsumsi Energi

Node penuh yang berjalan secara terus menerus mengonsumsi daya dan listrik. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan biaya energi jika perangkat komputer kamu beroperasi sepanjang waktu.

3. Keamanan

Sebagai node, kamu harus menjaga keamanan perangkat komputer dan melindungi dompet (wallet) kamu dengan baik. Jika keamanan node lemah, kamu berisiko menjadi sasaran serangan dan pencurian token crypto.

Hardware Wallet untuk Amankan Crypto

4. Risiko Serangan

Dalam beberapa kasus, node dapat menjadi target serangan oleh pihak yang tidak bermaksud baik. Serangan seperti serangan DDoS (Distributed Denial of Service) dapat menyebabkan node menjadi tidak responsif dan mengganggu partisipasi dalam jaringan.

5. Tantangan Hukum dan Regulasi

Terkadang, menjadi node dalam blockchain dapat membawa tantangan hukum dan regulasi tergantung pada yurisdiksi tempat tinggal. Contohnya Pemerintah China yang memiliki regulasi ketat tentang mining crypto dan Iran juga melarangnya sejak 2018

6. Tidak Selalu Ada Reward Finansial

Seperti penjelasan sebelumnya, menjadi node penuh tidak selalu memberikan rewards finansial atau hadiah token kripto. Jadi, jika kamu mencari keuntungan finansial langsung, menjadi node mungkin bukan pilihan yang tepat.

Penting untuk menyadari risiko dan kerugian ini sebelum menjadi node dalam blockchain. Jika mempertimbangkan menjadi node, pastikan kamu memiliki sumber daya yang cukup. Selain itu, kamu perlu melakukan langkah-langkah keamanan yang tepat untuk melindungi diri dan berpartisipasi dengan aman dan efektif dalam jaringan blockchain.

Bagaimana cara menjadi node di blockchain?

Cara menjadi node dalam sebuah blockchain dapat bervariasi tergantung pada jenis blockchain yang kamu pilih. Namun, secara umum, ada beberapa langkah dan persyaratan yang perlu kamu perhatikan. Pertama, kamu perlu perangkat komputer dan penyimpanan yang cukup.

Kedua, pastikan komputer yang kamu miliki sudah kompatibel dengan perangkat lunak blockchain. Lalu, kamu harus terkoneksi pada jaringan internet yang stabil. Terpenting, kamu juga perlu melindungi komputermu dengan keamanan berupa software antivirus dan firewall terbaru.

Perangkat untuk Node Bitcoin

Untuk menjadi Bitcoin node, kamu akan memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai. Berikut gambaran contoh yang kamu perlukan untuk menjadi node Bitcoin:

  • Kamu akan membutuhkan komputer yang menggunakan versi terbaru dari Windows, Linux, atau macOS.
  • Komputer milikmu setidaknya punya kecepatan 2 GB RAM dan 200 GB ruang penyimpanan kosong.
  • Terakhir, kamu memerlukan koneksi tanpa batas dan setidaknya harus terkoneksi slama enam jam sehari agar node dapat berjalan.

Sebagai tambahan, kamu juga bisa menggunakan perangkat seperti Raspberry Pi, yang cukup populer untuk menjalankan node Bitcoin. Raspberry Pi adalah komputer kecil dan terjangkau dengan penyimpanan dan daya komputasi yang cukup untuk tugas tertentu ini. Dari sini, kamu perlu menginstal perangkat keras, sistem operasi, dan perangkat lunak Bitcoin untuk menjalankan node.

Di samping itu, kamu juga bisa menggunakan blockchain node provider sebagai alternatif untuk menjalankan node sendiri. Layanan yang juga sering disebut blockchain-as-a-service (Baas) menyediakan akses ke jaringan termasuk Bitcoin, Ethereum, Monero danlainnya. Contoh node provider yang punya reputasi bagus dan pengguna besar seperti Infura, GetBlock, and Alchemy.

Beli Bitcoin

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, node berperan penting dalam menjaga keamanan, transparansi, dan keandalan jaringan blockchain. Meskipun node-node ini bekerja secara terdesentralisasi, mereka bekerja sama dalam menjaga integritas jaringan dan memastikan bahwa transaksi di dalam jaringan blockchain aman dan efektif.

Ada sejumlah keuntungan menjadi node bagi individu, termasuk mendukung keandalan dan keamanan jaringan, serta mendapat pengalaman terkait rantai blok dan public ledger. Akan tetapi, menjalankan node juga membawa risiko dan tidak selalu memberikan rewards yang sesuai.

Namun, ini tetap berharga bagi keberlanjutan jaringan blockchain dan dukungan komunitas. Pahami dan pertimbangkan semua faktor-faktor tersebut sebelum memutuskan untuk menyediakan node bagi jaringan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa keuntungan menjadi node blockchain?

Berapa rewards menjadi node bitcoin?

Perangkat apa yang diperlukan untuk menjadi node?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori