Lihat lebih banyak

Penipuan Kripto dan Cara Hindari Crypto Scam

7 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Bagi para pemula yang baru mengenal dunia crypto, perdagangan dengan potensi kenaikan harga cepat membuat daya tarik. Namun, pengguna kripto juga harus memahami berbagai bentuk penipuan kripto dan cara pihak-pihak jahat meraup keuntungan.

Sejumlah berita menyebutkan tentang penipuan kripto yang merugikan masyarakat. Modus penipuan crypto ada yang mencari kesalahan dari pengguna yang belum terlalu paham mengenai cara kerja mata uang kripto. Atau, ada juga penipuan kripto yang mencari celah dari keamanan sistem.

Bagaimana cara agar terhindar dari crypto scam? Artikel ini membahas tentang sejumlah modus kejahatan dan cara menghindarinya.

Modus Penipuan Kripto

Salah satu contoh penipuan kripto terbesar adalah Bitconnect yang merugikan hingga US$3,45 miliar atau setara Rp49,33 triliun. Ternyata, Bitconnect menggunakan skema Ponzi, yaitu membayar investor paling awal dengan uang dari investor yang baru bergabung.

Kemudian, rug pull atau exit scam juga menjadi modus penipuan kripto yang paling merugikan. Dalam modus rug pull, developer biasanya meninggalkan proyek yang mereka buat setelah mengumpulkan dana dari masyarakat. Rug pull ini terjadi pada token SQUID yang ramai pada Oktober 2021, setelah mengumpulkan sekitar US$3,3 juta.

Contoh penipuan berbasis kripto lainnya adalah token DROP oleh dua foundernya Jeremy David McAlpine dan Zachary Michael Matar. Kedua founder Dropil Inc yang mengelola token kripto DROP itu membuat klaim palsu atas aset yang mereka luncurkan.

Di samping itu, menurut analisis keamanan siber Serpent, setidaknya ada 8 penipuan kripto dan NFT yang saat ini paling populer di Twitter. Dalam thread Twitter yang berjumlah 19 cuitan, Serpent membagikan deskripsi mengenai penipuan terkait kripto.

Serpent menguraikan bagaimana para penipu menargetkan komunitas kripto yang tidak berpengalaman melalui penggunaan situs web peniru, URL, sejumlah akun biasa hingga akun terverifikasi yang diretas, proyek palsu, airdrop palsu, serta banyak malware. Beberapa strategi yang lebih mengkhawatirkan ini datang di tengah serentetan penipuan kripto, seperti phishing dan peretasan, di sejumlah protokol baru-baru ini.

Dengan adanya berbagai modus penipuan crypto tersebut, masyarakat perlu waspada. Sehingga, sebelum memutuskan untuk melakukan trading yang melibatkan uang, ada baiknya pengguna kripto memperhatikan tips berikut untuk menghindari penipuan kripto.

Cara Hindari Crypto Scam

Untuk menghindari kerugian akibat penipuan kripto, trader harus waspada. Selain mengetahui berbagai modus crypto scam, kita juga perlu menghindarinya.

Kenali Aset Kripto dengan DYOR

Berdasarkan data Cryptoliteracy, 9 dari 10 responden tidak tahu bahwa Bitcoin (BTC) memiliki persediaan yang terbatas. Padahal hal itu merupakan informasi umum yang bisa mereka dapatkan dari mana saja. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya tingkat literasi pengguna cryptocurrency dan mereka jadi rentan terkena penipuan kripto.

Makanya, pengguna perlu mengenali aset kripto dengan melakukan riset sendiri atau do your own research (DYOR). Jangan hanya ikut-ikutan dan merasa FOMO, karena bisa saja orang lain salah dan kita sendiri yang bertanggung jawab atas tindakan kita.

Misalnya, untuk mengetahui bagaimana sebuah aset kripto itu legit, kita bisa melihat dari whitepaper. Kita patut mencurigai whitepaper yang penulisannya buruk dan tidak layak sebagai upaya crypto scam. Untuk perbandingan, kita bisa melihat whitepaper dari cryptocurrency yang sudah terkenal seperti Ethereum dan Bitcoin.

Kemudian, cari tahu juga siapa developer pendukung token tersebut. Terkadang, ada developer token kripto yang menggunakan identitas anonim. Kita perlu juga melakukan riset dari berita-berita tentang persona di belakang aset kripto tersebut. Forum diskusi seperti Discord juga bisa menjadi referensi, yang terlihat dari banyaknya orang yang membahas aset kripto tersebut.

Waspada Token Gratis

Banyak penipuan kripto yang menawarkan koin gratis atau airdrop langsung ke dompet atau wallet penggunanya. Kita harus selalu mengingat, tidak ada hal yang benar-benar gratis, apalagi terkait uang dan cryptocurrency.

Abaikan Permintaan Data Pribadi dari Pihak Tak Dikenal

Para penipu juga sering mencari celah dari kesalahan manusia agar bisa menuruti kemauan mereka. Hindari crypto scam ini dengan jangan pernah memberikan info kata sandi (password) atau login akun untuk verifikasi melalui telepon atau dalam sebuah email.

Kontak Pihak Berwenang

Melalui email atau pesan pribadi di sosial media, penipu juga bisa berpura-pura menjadi pemerintah atau regulator, atau perusahaan yang mengatakan akun atau aset kita dibekukan. Untuk membukanya, biasanya kita harus mengirimkan sejumlah kripto atau uang. Kalau mengalami penipuan kripto semacam ini, segera kontak call center resmi dan abaikan email atau pesan tersebut.

Pastikan Situs Resmi

Phising, atau teknik pengelabuan agar orang memberikan data pribadi, menjadi salah satu modus penipuan yang sering terjadi. Makanya, sebelum memasukkan data-data pribadi, termasuk akses kata sandi, pastikan alamat situs sudah benar. Sebab, tak jarang juga ada penipu yang membuat situs palsu dengan hanya membedakan satu karakter dari situs asli. Misalnya, huruf “o” diganti dengan angka nol.

Lindungi Bitcoin dan Cryptocurrency dengan Dompet Digital

Kebiasaan seorang trader adalah menyimpan cryptocurrency di crypto exchange seperti Coinbase, Binance atau Gemini. Namun, perlu diketahui bahwa exchange ini untuk perdagangan bukan penyimpanan. Meski mereka punya protokol pengamanan, masih saja menjadi target para peretas.

Solusinya, trader bisa menyimpan aset kripto dalam dompet digital dan mengamankan aset dari peretasan crypto scam. Dompet ini berinteraksi dengan jaringan blockchain tempat cryptocurrency berjalan. Setidaknya ada dua jenis dompet untuk kebutuhan pengguna crypto, yaitu cold wallet dan hot wallet.

Cold wallet menyimpan mata uang kripto secara online dan tidak terhubung ke internet. Bentuk dompet dingin ini seperti hardware, contohnya USB. Penyimpanan ini cocok untuk investor kripto jangka panjang yang tidak terlalu sering melakukan transfer cryptocurrency.

Sementara itu, hot wallet adalah dompet yang terhubung ke internet sehingga mudah mengaksesnya. Dompet jenis ini cocok untuk trader yang sering melakukan transaksi atau trader aktif. Trader juga bisa menaruh sebagian aset kripto di cold wallet untuk investasi dan sebagian di hot wallet untuk trading.

Rekomendasi Wallet Crypto Terbaik di Tahun 2022
Wallet crypto dapat digunakan untuk menghindari peretasan dari crypto scam

Kenali Regulasi Perdagangan Cryptocurrency di Indonesia

Karakteristik utama dari cryptocurrency, dan yang sering menjadi masalah, adalah tidak adanya regulator. Sistem blockchain memungkinkan transaksi terdesentralisasi sehingga tidak ada badan atau regulator yang bisa mengaturnya. Makanya, bila ada pergerakan yang luar biasa dari harga mata uang kripto, tak ada pihak yang bisa mencegahnya. Ini bisa menjadi celah bagi munculnya crypto scam.

Sementara itu di Indonesia, sudah ada lembaga yang mengawasi perdagangan aset kripto yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Regulator ini mengeluarkan kebijakan dan menentukan pedagang (crypto exchange) serta aset kripto mana yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Lembaga pemerintah seharusnya dapat menjaga dan mengawasi potensi penipuan kripto di masyarakat.

Pemerintah Indonesia juga sedang mengembangkan bursa kripto, semacam stock exchange yang terdiri dari kumpulan para pedagang kripto. Saat ini sudah ada 25 perusahaan kripto ada pedagang cryptocurrency di Indonesia yang mendapat izin Bappebti. Setidaknya ada pihak yang bertanggung jawab dan masyarakat bisa menghindari penipuan kripto dengan mengikuti regulasi.

Daftar Pedagang Kripto Legal Berizin Bappebti

Per 28 Oktober 2022, menurut situs resmi Bappebti, berikut daftar perusahaan pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti. 

  1. Indodax Nasional Indonesia (Indodax) 
  2. Aset Digital Berkat (Tokocrypto)
  3. Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex) 
  4. Indonesia Digital Exchange (Idex) 
  5. Pintu Kemana Saja (Pintu) 
  6. Luno Indonesia LTD (Luno) 
  7. Cipta Koin Digital (Koinku) 
  8. Tiga Inti Utama (TRIV)
  9. Upbit Exchange Indonesia 
  10. Rekeningku Dotcom Indonesia 
  11. Triniti Investama Berkat (Bitocto)
  12. Tumbuh Bersama Nano (Nanovest)
  13. Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib Kripto)
  14. Aset Digital Indonesia (Incrypto)
  15. Bumi Santosa Cemerlang (Pluang Kripto)
  16. Coinbit Digital Indonesia (Coinbit)
  17. Galad Koin Indonesia (Galad)
  18. Gudang Kripto Indonesia
  19. Kripto Maksima Koin
  20. Mitra Kripto Sukses
  21. Pantheras Teknologi Internasional (Panteras)
  22. Pedagang Aset Kripto
  23. Plutonext Digital Aset
  24. Utama Aset Digital Indonesia (Bittime)
  25. Ventura Koin Nusantara (Vonix)

Daftar Aset Kripto Resmi di Indonesia

Pemerintah memberi izin bagi aset kripto resmi dengan sejumlah kriteria, termasuk market cap. Dengan kapitalisasi pasar besar dan sistem yang stabil, setidaknya risiko terkena crypto scam menjadi semakin kecil. Menurut Perba 11 Tahun 2022, per Oktober 2022 ada 383 aset kripto resmi di Indonesia. Berikut sejumlah nama-nama cryptocurrency yang legal di Indonesia.

1. Ethereum, 2. Klaytn, 3. Solana, 4. Tezos, 5. Iota, 6. Luna coin, 7. Usd coin, 8. Polkadot, 9. The Sandbox, 10. Bitcoin, 11. Cosmos, 12. 0x, 13. Litecoin, 14. Cardano, 15. Chainlink, 16. Uniswap, 17. Stellar, 18. Binance usd, 19. XRP, 20. Tron, 21. Decentraland, 22. Enjin coin, 23. Uma, 24. Polygon, 25. Basic attention token, 26. REN, 27. Qtum, 28. SXP, 29. True usd, 30. BNB, 31. Tetha Network, 32. Synthetix, 33. Compound, 34. Cronos, 35. Vechain, 36. Aurora, 37. Status, 38. Cartesi, 39. Doge coin, 40. Maker, 41. Tether, 42. Storj, 43. Venus protocol, 44. Zilliqa, 45. Omg network, 46. Harmony, 47. Elrond, 48. Orbs, 49. iExec RLC, 50. Algorand.

51. Eos, 52. Wazirx, 53. Wrapped Bitcoin, 54. Electroneum (etn), 55. Avalanche, 56. Quant, 57. Polymath, 58. Dai, 59. Loopring, 60. Ethereum classic, 61. Numeraire, 62. Bitcoin cash, 63. Yearn.finance, 64. Neo, 65. Origin protokol, 66. Kusama, 67. Waves, 68. Alpha Venture DAO, 69. Nano, 70. Golem, 71. Fantom, 72. Kava, 73. Nem, 74. Bittorrent, 75. Icon, 76. Serum, 77. Pax Dollar, 78. Kyber network Crystal v2, 79. Bitcoin diamond, 80. Ardor, 81. Ontology, 82. Just, 83. Siacoin, 84. XDC Network, 85. Band protocol, 86. Pax gold, 87. Ankr, 88. Tenx, 89. Digibyte, 90. Ampleforth, 91. Orion protocol, 92. Bitcoin SV, 93. Dent, 94. Request, 95. Lyfe, 96. Wax, 97. Lisk, 98. StormX, 99. Loom network, 100. Metadium.

Aset kripto legal di Indonesia lainnya dapat dilihat pada artikel 383 aset cryptocurrency resmi Indonesia berikut ini.

Investasi dengan Uang Dingin

Melihat berbagai modus penipuan kripto yang ada, investor atau pelaku trading kripto sebaiknya sangat berhati-hati dalam mengambil langkah terkait uang. Apalagi bila harus mentransfer uang dalam jumlah besar. Kalaupun ingin mencari keuntungan, pastikan modalnya adalah uang yang bukan dipakai untuk kebutuhan harian. Jangan juga menggunakan uang pinjaman atau utang karena risiko trading besar dan kalau rugi utang pun menjadi berlipat-lipat.

Kesimpulan

Hindari penipuan kripto dengan mengenali apa yang kita beli. Selain itu, selalu berhati-hati dalam menangani data pribadi. Terakhir, jangan lupa untuk waspada berkaitan dengan transfer uang dan cryptocurrency.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja modus penipuan cryptocurrency yang paling berbahaya?

Bagaimana cara menghindari phising?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori