Binance dan Sejumlah Crypto Exchange Lainnya Mulai Hentikan Perdagangan LUNA & UST

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Binance mengumumkan penghentian perdagangan koin Terra (LUNA) dan stablecoin TerraUSD (UST).

  • Sejumlah crypto exchange lain juga melakukan hal serupa, menyusul penurunan harga signifikan yang dialami oleh kedua koin tersebut.

  • Crypto exchange asal tanah air, Pintu, juga ikut menghentikan perdagangan LUNA, bila harganya menyentuh Rp10.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Saga kehancuran native token Terra (LUNA) dan stablecoin TerraUSD (UST) kini memasuki babak baru. Sejumlah crypto exchange mengumumkan telah menghapus maupun berencana mendepak 2 cryptocurrency yang terkait dengan ekosistem Terra-LUNA-UST demi reputasi serta keamanan bagi para trader dan investor kripto.

Berbagai crypto exchange mulai kehilangan kepercayaan pada LUNA dan UST setelah stablecoin TerraUSD tidak mampu mempertahankan patokannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang memicu harga token LUNA merosot secara dramatis.

Binance mengambil keputusan tegas dengan menghapus dan menghentikan perdagangan LUNA. Selain itu, mereka juga menutup posisi pengguna, serta melakukan penyelesaian otomatis dan membatalkan semua pesanan tertunda pada trading pairs margin terkait token LUNA mulai 13 Mei 2022 berdasarkan zona waktu Coordinated Universal Time (UTC).

Adapun trading pairs yang dimaksud adalah “Cross Margin Pairs” meliputi LUNA/BUSD, LUNA/USDT, dan LUNA/BTC; serta “Isolated Margin Pairs”, yaitu LUNA/BUSD, LUNA/USDT, LUNA/BTC, LUNA/ETH, dan LUNA/UST.

Hal yang sama juga dilakukan pada “Cross Margin Pairs” UST/USDT serta “Isolated Margin Pairs” yaitu BTC/UST, ETH/UST, UST/USDT, dan UST/BUSD.

Selain itu, raksasa crypto exchange yang dikuasai oleh Changpeng ‘CZ’ Zhao itu turut menghapus dan menghentikan perdagangan pada Spot Pairs yang berkaitan dengan token LUNA. Spot Pairs yang dimaksud meliputi LUNA/BTC, LUNA/BIDR, LUNA/AUD, LUNA/BNB, LUNA/ETH, LUNA/USDT, LUNA/GBP, LUNA/BRL, LUNA/TRY, dan LUNA/EUR.

Belum selesai sampai di situ, Binance pun menghentikan perdagangan pada sejumlah Spot Pairs terkait stablecoin UST yaitu BTC/UST, LUNA/UST, ETH/UST, BNB/UST, dan UST/USDT.

Sejumlah Crypto Exchange Lain Masih Wait and See

Beberapa crypto exchange di Korea Selatan memperingatkan pelanggan mereka untuk tetap waspada terhadap LUNA. UpBit dan Bithumb mengkategorikan LUNA sebagai ‘item peringatan’ dan kejatuhan lebih lanjut kemungkinan akan membuat altcoin tersebut dikeluarkan dari bursa kripto.

Sementara Pintu, crypto exchange asal Indonesia, pada 12 Mei 2022 mengatakan bahwa transaksi jual dan beli Terra (LUNA) baru akan dihentikan jika harga token tersebut mencapai Rp10. Menariknya, harga LUNA saat ini telah diperdagangkan di kisaran Rp0,7 per token, pada saat penulisan.

Coinbase dikabarkan juga akan menangguhkan perdagangan UST dan Wrapped LUNA Token (WLUNA) di Coinbase Pro dan Coinbase Exchange pada 27 Mei 2022 pukul 12:00 berdasarkan zona waktu Eastern Time (ET).

Haruskah Crypto Exchange Ambil Posisi Tegas terkait LUNA & UST?

Crypto exchange yang berbasis di Thailand, Bitazza, akhirnya memutuskan untuk menghentikan perdagangan LUNA dan UST sepenuhnya, serta akan menahan jumlah aset yang dimiliki oleh para investor untuk jangka waktu yang tidak terbatas tanpa biaya untuk memelihara aset tersebut.

Sedangkan, OKX berencana menghentikan perdagangan UST yang berkaitan dengan trading pairs BTC/UST, ETH/UST, LUNA/UST, SOL/UST, dan AVAX/UST mulai 13 Mei 2022 pukul 10:00 UTC, yang menambah pembatalan sebelumnya dari fungsi perdagangan margin dan pinjaman untuk LUNA, Anchor Protocol (ANC), dan Mirror Protocol (MIR).

“Guncangan market kripto seperti yang telah kita lihat minggu ini cenderung memberikan beberapa pelajaran yang cukup brutal,” kata Lennix Lai yang merupakan Managing Director OKX.

“Kami melihat pelarian dari investasi langsung dalam protokol DeFi setelah kerusakan UST. Kenyataannya adalah, centralized exchange (CEX) dibentuk untuk memberikan tingkat perlindungan yang jauh lebih besar bagi pengguna terkait apa pun yang dilakukan oleh market,” jelas Lennix Lai.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Janet Yellen, yang turun memperhatikan bencana rubuhnya ekosistem Terra-LUNA-UST, mengatakan akan ‘sangat tepat’ bila ada regulasi stablecoin yang dapat muncul pada akhir tahun 2022, karena ada ‘banyak risiko yang terkait dengan cryptocurrency’.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di sektor crypto, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Ikuti Penulis