Bitcoin Infinity Day jatuh pada hari Jumat, 21 Agustus, dan perayaan ini hanya punya satu aturan. Para holder hanya boleh membeli Bitcoin atau tidak melakukan apa-apa, karena hari ini melarang penjualan.
Tanggal ini menyimpan kode tersembunyi. Jika angka 8 diputar, maka akan menjadi simbol tak hingga (infinity), sedangkan 21 merujuk pada jumlah Bitcoin yang dibatasi hanya 21 juta koin.
Awal Mula Bitcoin Infinity Day
Penulis asal Swedia, Knut Svanholm, memunculkan ide ini pada 10 Agustus 2021. Dia menggambarkannya sebagai momen bersama untuk berhenti menjual, dan hastagnya langsung menyebar di X hanya dalam beberapa hari.
Svanholm membangun gagasannya dari satu baris aritmatika, yaitu semua dibagi 21 juta. Jika seluruh aset di Bumi dibagi dengan angka yang tetap, maka hasilnya tanpa batas atas.
Pemikiran itulah yang melahirkan simbol ∞ / 21M, yang sampai sekarang masih ia tampilkan di nama profilnya. Dalam praktiknya, aturannya tetap sederhana. Kamu boleh membeli berapapun jumlahnya, atau tidak melakukan apa-apa sama sekali. Penjual tidak mendapat pengecualian, bahkan jika butuh uang sewa ataupun untuk mengambil keuntungan.
Lima tahun berlalu, kini hari ini sudah menjadi agenda tetap di komunitas Bitcoin. Masyarakat selalu membagikan tag infinity setiap Agustus, sehingga ritualnya kini bahkan lebih lama dari tweet awal yang memulainya.
Argumennya berpijak pada kelangkaan. Nilai bisa naik tanpa batas karena suplai Bitcoin tidak akan pernah bertambah, sebab jumlah koin terus terkunci pada 21 juta. Adam Back menolak wacana untuk menaikkan batas suplai Bitcoin bulan ini, dengan menyebut bahwa itu adalah narasi keliru, terang Adam Back.
Aturan HODL Bertemu Pasar yang Baru Saja Berubah Jadi Serakah
Tahun ini, waktunya terasa lebih ramah. Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$75.360 setelah reli harian 8,37%, dan nilai pasarnya sudah naik lagi di atas US$1,51 triliun.
Sentimen pun ikut berubah. Crypto Fear and Greed Index berubah dari takut menjadi serakah pada Kamis malam, naik dari 46 ke 62.
Para penjual short harus menanggung perubahan ini. Exchange melikuidasi posisi short senilai sekitar US$1,06 miliar hanya dalam satu hari, dan tekanan pada posisi short ini makin mendorong reli harga.
Meski demikian, rekor tertinggi Bitcoin masih jauh. Harga Bitcoin sempat menyentuh US$126.080 pada 6 Oktober 2025, sehingga sekarang nilainya masih sekitar 40% lebih rendah.
Diskusi soal kelangkaan tetap berlanjut di tengah koreksi tersebut. Pendiri Binance, Changpeng Zhao, pekan lalu memperingatkan bahwa kalangan miliuner pun nanti tidak mampu membeli satu Bitcoin penuh. Ia menuturkan, koin yang tidak aktif dan hilang terus membuat jumlah Bitcoin yang bisa diperdagangkan semakin sedikit.
Kisah perubahan sudut pandang pun terus bermunculan. Pengusaha Jeff Booth menghabiskan 15.000 jam untuk meneliti dan berupaya menjatuhkan Bitcoin, namun tetap gagal, dan kini ia mengubah cara berinvestasi, ujar Jeff Booth.
Pendukung Bitcoin meyakini bahwa aksi beli bersama, sekecil apa pun, dapat memperlihatkan kepada pasar seperti apa dampaknya jika permintaan tidak goyah pada suplai yang tetap. Namun, pengkritik berpendapat bahwa satu hari penahanan diri pada hari Jumat hampir tidak terasa jika dibandingkan dengan volume transaksi spot secara global.
Memang belum ada bukti bahwa satu hari aksi bersama benar-benar menggerakkan harga. Tetapi, ritual ini memberi para holder semacam skenario bersama, dan tahun ini pasar Bitcoin tampak lebih optimistis.









