Buat Kolaborasi NFT dengan Animoca Brands, Bored Ape Yacht Club Wajibkan Pengguna untuk KYC

12 Maret 2022, 22:15 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
23 Maret 2022, 16:45 WIB
Ringkasan
  • Bored Ape Yacht Club berencana akan berkolaborasi dengan Animoca Brands untuk membuat proyek NFT yang sampai saat ini masih dirahasiakan.
  • Pengguna sudah bisa melakukan pendaftaran pada situs resminya. Namun, mereka diwajibkan untuk mengikuti proses KYC.
  • Sejumlah anggota komunitas kripto pun merasa keberatan dengan hal ini.

Proyek NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC) akan membuat sebuah proyek baru berkolaborasi dengan Animoca Brands. Namun, pada proyek terbarunya ini, BAYC mewajibkan para pengguna untuk melakukan proses know-your-customer atau KYC. Syarat ini mengundang banyak kritik dari komunitas kripto, karena dianggap terlalu terpusat (centralized). Mereka bahkan mengancam tidak akan bergabung pada proyek ini.

Pada akun Twitter Bored Ape Yacht Club, terdapat sebuah cuitan yang mengatakan bahwa koleksi NFT fenomenal ini akan berkolaborasi dengan perusahaan gaming asal Hong Kong, Animoca Brands. Sayangnya, BAYC juga mengatakan bahwa para pengguna akan perlu mengisi data diri mereka terlebih dulu sebelum bisa bergabung dalam proyek kolaborasi mereka.

Seorang pengguna Twitter dengan username @icebergy_ mengunggah sebuah gambar tangkapan layar berisi detail informasi yang perlu dilengkapi dalam proses KYC proyek BAYC dan Animoca Brands ini.

Pada gambar tersebut tertera bahwa pengguna perlu melampirkan kartu identitas (paspor, KTP, SIM), nama lengkap, foto diri, tanggal lahir, alamat, dokumen pendukung alamat (biasanya melampirkan surat tagihan -red.), alamat email, dan alamat dompet Ethereum.

Pengumuman BAYC Mengejutkan Anggota Komunitas Kripto

Registrasi KYC untuk proyek tersebut hanya akan tersedia selama 2 minggu dan dapat diisi pada situs resmi mereka. Namun, informasi mengenai proyek kolaborasi BAYC dan Animoca Brands sendiri sebenarnya masih belum jelas.

Reaksi kurang mengenakkan timbul dari sejumlah anggota komunitas kripto atas keputusan penerapan KYC ini. Bahkan, tidak sedikit yang mengungkapkan kekecewaannya dan mengancam tidak akan bergabung, jika BAYC dan Animoca Brands masih bersikeras menerapkan proses KYC. Mereka berpendapat bahwa penerapan KYC tidak sesuai dengan prinsip Web 3.0 yang trustless.

Kendati demikian, ada juga beberapa pihak yang berasumsi bahwa penerapan proses KYC adalah cara dari lembaga regulator untuk memantau pasar. Ada pula yang beropini jika kesalahannya bukan terletak pada proses KYC, melainkan ketidakjelasan dari konsep proyek kolaborasi BAYC dan Animoca Brands itu sendiri.

Adu pendapat terkait isu ini sepertinya masih terus berlangsung.

Lembaga Regulator Perketat Aturan Kripto dan NFT

Lembaga regulator sepertinya memang kian mengetatkan aturan terkait kripto dan NFT. Proses KYC kini sepertinya menjadi salah satu keharusan di pasar kripto. Ada sejumlah opini yang beredar bahwa registrasi KYC diperlukan untuk NFT agar memperbaiki citra ‘liar’ di mata masyarakat.

Banyak petinggi kripto mengatakan pelarangan NFT sangat mungkin terjadi. Lembaga regulator pajak di Inggris Raya saja sudah mulai menyita aset NFT pada kasus penipuan. Maka, tidak menutup kemungkinan jika pemerintah negara lain akan melakukan hal serupa untuk mencegah aktivitas ilegal.

Masalah perpajakan juga merupakan hal penting dalam pasar kripto. Lembaga International Revenue Service (IRS) tengah mencari cara untuk membatasi tindakan oknum-oknum yang ingin menghindari pajak menggunakan kripto. Lembaga ini telah menyampaikan kepada Kongres Amerika Serikat bahwa mereka butuh lebih banyak cara untuk mengontrol pasar. Sebaliknya, negara lain, seperti Korea Selatan dan Thailand, malah justru membebaskan aset kripto dari pajak.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.