Lihat lebih banyak

Update Jelang Bitcoin Halving: Miner Borong Rig; Para Eksekutif Kripto Yakin Harga BTC Capai Target US$100.000

2 mins
Oleh David Thomas
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Perusahaan-perusahaan Bitcoin mining telah melakukan belanja besar-besaran menjelang halving, dengan mengucurkan lebih dari US$1 miliar untuk mesin yang akan mereka terima pada tahun 2024.
  • Laporan tentang diskusi lanjutan soal persetujuan beberapa ETF Bitcoin spot bisa jadi alasan kenaikan harga Bitcoin melebihi US$44.000 sebelum halving 2024.
  • Michael Saylor, Adam Back, dan ARK Invest telah memprediksi potensi kenaikan BTC hingga US$100.000 atau bahkan lebih dalam beberapa tahun ke depan di tengah momentum halving dan faktor ETF.
  • promo

Perusahaan-perusahaan crypto mining besar telah menghabiskan dana sebesar US$747 juta untuk fasilitas dan peralatan mining hanya dalam bulan ini. Langkah ini dilakukan dalam rangka menyambut agenda Bitcoin halving tahun depan. Secara keseluruhan, mereka telah berkomitmen sebanyak lebih dari US$1,2 miliar untuk pembelian mesin yang dijadwalkan akan dikirim secara bertahap mulai tahun depan. Langkah ini juga mereka ambil di tengah sikap para eksekutif kripto yang semakin bullish.

Pembelian peralatan baru ini akan menambah daya komputasi pada jaringan Bitcoin. Namun, kondisi tentunya juga akan semakin mempersulit perusahaan-perusahaan kecil untuk bersaing. Tahun lalu saja, Iris Energy, Stronghold Digital, dan Argo Blockchain harus merestrukturisasi operasi perusahaannya supaya tetap bisa bertahan dari dampak bear market yang kian mencekik profitabilitas.

Bitcoin Halving Berpotensi Bikin Miner Kecil Tersingkir

Miner besar juga mengakumulasi uang tunai untuk membeli pesaing mereka yang lebih kecil dan mungkin tidak memiliki cukup modal untuk bertahan hingga halving berikutnya. Sebut saja Marathon Digital, yang menyisihkan sekitar US$700 juta untuk tujuan akuisisi.

Setiap empat tahun sekali, agenda halving akan mengurangi laju penerbitan Bitcoin baru ke dalam sirkulasi. Adapun pada beberapa halving sebelumnya, agenda ini telah terbukti bullish untuk aset ini.

Antusiasme terkait dengan persetujuan beberapa exchange-traded fund atau ETF Bitcoin baru-baru ini juga telah memicu lonjakan harga Bitcoin hingga di atas US$44.000. Selain itu, telah muncul laporan bahwa para pemohon ETF sedang dalam diskusi lanjutan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Beberapa pihak menganggap perkembangan ini sebagai sinyal kuat bahwa permohonan mereka akan segera mendapat persetujuan dalam waktu dekat. Di sisi lain, SEC sendiri sebelumnya memang enggan menyetujui ETF Bitcoin spot lantaran risiko manipulasi pasar.

Bitcoin Price Drop Asia
Harga Bitcoin Turun di Aksi Jual Asia | Sumber: Bloomberg

Bitcoin mengalami penurunan sebagian dari keuntungannya selama aksi jual besar-besaran di Asia pada Senin pagi (11/12). Harga aset ini sempat amblas ke level US$40.521. Namun, harganya kemudian berhasil bangkit lagi ke angka US$42.500 di sesi perdagangan London.

Para Eksekutif Klaim Bitcoin Bisa Tembus US$100.000

Beberapa eksekutif kripto meyakini bahwa Bitcoin dapat mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2024. Michael Saylor, ketua eksekutif MicroStrategy dan Bitcoin maximalist, mengatakan kepada CNBC pada bulan November lalu bahwa harga Bitcoin bisa meningkat 10 kali lipat.

Belum lama ini, ia mengatakan, “Suatu hari nanti, kita semua akan berbangga diri karena telah membeli Bitcoin dengan harga lima digit.”

Selain itu, Adam Back, CEO penyedia infrastruktur mining Blockstream, memprediksi bahwa Bitcoin akan mencapai harga US$100.000 sebelum periode halving tahun depan tiba.

Di sisi lain, Cathie Wood, CEO sekaligus kepala investasi ARK Invest, memperkirakan bahwa ETF yang melacak Bitcoin akan mengungguli dana yang melacak ekuitas terkait Bitcoin dalam jangka panjang. Lebih lanjut, Wood menyatakan bahwa ARK memandang Bitcoin sebagai ‘flight to safety‘ karena Bitcoin tidak memiliki risiko pihak lawan (counterparty risk).

Menariknya lagi, ARK Invest bahkan memprediksi Bitcoin berpotensi mencapai harga US$1,25 juta per kepingnya pada tahun 2030 mendatang. Sebagai informasi, tenggat waktu bagi SEC untuk menyetujui ataupun menolak aplikasi ETF ARK Invest adalah tanggal 10 Januari 2024.

Bagaimana pendapat Anda tentang aktivitas Bitcoin miner menjelang agenda halving ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori