Lihat lebih banyak

Chandler Guo dari EthereumPoW: “Ethereum Jauh Lebih Baik tanpa Vitalik Buterin!”

5 mins
Oleh Robert D Knight
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Setelah kesuksesan besar yang dicapainya sebagai seorang miner, sekarang Chandler Guo menjadi wajah baru dari gerakan EthereumPoW.
  • EthereumPoW telah mencetuskan pertempuran blockchain terbesar sepanjang sejarah, sejak terjadinya perang ukuran block Bitcoin.
  • Chandler Guo menjelaskan mengenai bagaimana hal ini terjadi dan mengapa komunitas penambangan marah kepada Vitalik Buterin.
  • promo

Munculnya EthereumPoW (ETHW) telah memicu sebuah masalah yang dapat dikatakan sebagai perang blockchain terbesar sejak tahun 2017, tepatnya ketika Bitcoin terpecah menjadi tiga versi dan akhirnya saling bersaing.

Pada masa-masa awal pertikaian blockchain yang baru ini, BeInCrypto sempat berbincang dengan Chandler Guo, yakni mantan miner Ethereum sekaligus seorang investor ICO yang kini telah menjadi wajah baru EthereumPoW.

Redaksi BeInCrypto ingin menelusuri tentang alasan di balik keputusan Guo untuk keluar dari masa pensiunnya dan secara tiba-tiba kembali menjabat sebagai seorang pimpinan untuk proyek chain baru tersebut. Tapi ternyata, Guo tidak hanya menjawab pertanyaan kami, dan justru membagikan sejumlah pendapatnya terkait hal tersebut.

Dalam sebuah kesempatan wawancara yang luar biasa ini, kami telah berhasil mendapatkan jawaban mengapa Chandler Guo memutuskan untuk menggunakan EthereumPoW. Selain itu, ia juga menjawab alasan yang membuat komunitas mining Ethereum geram kepada Vitalik Buterin dan mengapa pendiri Ethereum tersebut sekarang harus “diam.”

Mengapa Chandler Guo Memilih ETHW?

Salah satu hal yang sedikit aneh terkait keterlibatan Chandler Guo dalam EthereumPoW (ETHW) adalah fakta bahwa dia sendiri sebenarnya bukan lagi seorang miner. Meskipun begitu, ia sudah menjadi fokus utama EthereumPoW. Oleh karena itulah, BeInCrypto ingin menggali bagaimanakah seorang pensiunan seperti Guo akhirnya dapat menjadi tokoh penting bagi gerakan tersebut.

Guo menjelaskan, “Awalnya saya tidak peduli dengan masalah Merge ini, tetapi ketika semakin banyak perusahaan miner [yang] datang kepada saya sekaligus meminta bantuan saya… Saya [akhirnya] ingin membantu mereka dan memastikan mereka akan [terus] ada.”

Meski begitu, Guo tentu saja terkejut melihat betapa pesatnya perkembangan pada chain tersebut. Tak lama setelah menyatakan minatnya pada ETHW, pengusaha itu sempat mengambil liburan singkat dan menghabiskan waktunya dengan memancing di Moskow untuk memikirkan berbagai hal. Selama masa liburannya itu, ternyata EthereumPoW sudah berhasil mencetak sejumlah momentum terpenting.

“Tujuh hari tanpa internet dan tanpa sinyal, saya banyak berpikir. Saya pikir, ‘mungkin saya harus melakukan sesuatu’,” kata Guo. Tetapi, ketika liburannya usai dan dia akhirnya terhubung lagi dengan internet, tiba-tiba “harganya [ETHW] sudah menjadi US$12 – [naik] dua kali lipat harga [semula] – dan [jumlah] developer-nya sudah lebih dari 15.” Hal itu pun sontak membuat Guo berseru, “Wow, ini gila!”

Pada saat itu, Guo akhirnya memutuskan untuk turut serta menjadi bagian dari ETHW. Hanya dalam beberapa minggu saja, Guo sudah berubah dari yang awalnya tidak peduli, kemudian menerima, dan tiba-tiba kewalahan. Namun sekarang, dia sudah jauh lebih mapan dan filosofis terkait keterlibatannya dengan ETHW. Dengan kata lain, dia sudah memutuskan untuk mengakhiri pensiun dininya.

“Wah, saya sudah lama pensiun. Pada tahun 2017, saya menjalankan bisnis perbankan investasi, membantu [sejumlah] proyek ICO. Saya sudah sekian lama pensiun, tetapi Anda selalu ingin melakukan sesuatu, bukan? Jadi saya pikir, [ETHW] ini adalah hal yang tepat,” ujarnya.

Terlibat Konflik dengan Vitalik karena Proof-of-Work

Ada sebuah topik yang berulang kali BeInCrypto bahas dalam diskusi dengan Chandler Guo, yaitu tentang Vitalik Buterin dan hubungannya dengan komunitas penambangan proof-of-work. Salah satu area yang memicu ketidaksepakatan di antara Guo dan Buterin adalah chain proof-of-work (PoW) Ethereum Classic (ETC) yang sudah ada sebelumnya. Padahal, pendiri Ethereum itu sendiri memandangnya sebagai alternatif PoW yang “baik” untuk proof-of-stake (PoS) Ethereum.

Akan tetapi, “Vitalik tidak senang,” kata Guo, “dia mengatakan kepada saya bahwa semua miner harus beralih ke ETC. Tapi, ETC tidak punya ekosistem.” Guo pun merasa hal “itu [membuat ETC] tidak cukup baik.”

Menurut pandangan Guo, para miner merasa seakan pihaknya terpaksa harus beralih ke ETC akibat adanya The Merge. Maka dari itulah, terciptanya chain PoW Ethereum yang baru juga tidak dapat dihindari.

“Karena para miner kesal tentang itu. Alhasil, hampir semuanya berbondong-bondong ke ETHW. Dua puluh mining pool dan 5.000 penambang. Saya rasa Vitalik membantu saya untuk mendorong ini dan memotivasi para miner menuju ETHW.”

Meskipun begitu, Guo percaya bahwa Ethereum dan Ethereum Foundation sudah bisa beroperasi dengan baik daripada EthereumPoW dan tidak memiliki alasan untuk mengeluh tentang kinerja mereka.

Seperti yang Guo katakan, berkat EthereumPoW, “semua orang di Ethereum mendapat airdrop… dan terutama Ethereum Foundation.”

Memperbaiki Kesalahan Besar Vitalik Buterin

Sepanjang diskusi, semakin jelas terlihat bahwa Chandler Guo bukanlah seorang penggemar mekanisme konsensus proof-of-stake. Sebab, bagi Guo sendiri, proof-of-work merupakan solusi yang terbaik.

Ketika ia menjelaskan terkait masalah yang ada pada proof-of-stake dan sentralisasi, Guo berkata,

“[Ada] dua hal [yang] terjadi setelah The Merge. Masalah pertama adalah [Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC)] [yang] menargetkan Ethereum PoS dan ingin mengambil kendali. Masalah lainnya adalah Binance Smart Chain [yang] melakukan maintenance, dan mereka down selama berhari-hari. [Sedangkan] pada PoW, blockchain tidak mungkin bisa padam.”

Menurut penilaian Guo, “Mereka [telah] membuat kesalahan. Kesalahannya adalah mereka [memilih] meninggalkan PoW.”

Tidak berhenti sampai di situ, Guo juga membandingkan antara Bitcoin dengan Ethereum pasca Vitalik.

“Rasanya seperti Bitcoin tanpa Satoshi Nakamoto,” ucap Guo, “Ethereum tanpa Vitalik Buterin mungkin [akan] jauh lebih baik.”

Chandler Guo Menangkis Tudingan Adanya Dampak Lingkungan

Terlepas dari keputusan Chandler Guo yang lebih memilih EthereumPoW, salah satu manfaat proof-of-stake adalah konsumsi energinya yang jauh lebih sedikit daripada proof-of-work. Oleh karena itu, BeInCrypto pun menanyakan kepada Guo, apakah dia mengakui bahwa proof-of-work memang memiliki dampak lingkungan yang lebih besar.

Namun, ternyata, hal itu bukanlah konsep yang mau diterima pengusaha tersebut. Karena menurutnya, operasi mining yang cerdas tidak perlu mengandalkan listrik dari jaringan pusat.

Miner selalu mencari energi murah [yang ada] di dunia. [Padahal,] energi murah berarti energi [yang] berlimpah dan itu artinya nyaris gratis,” kata Guo.

Kemudian, Guo pun menyebutkan beberapa contoh yang mendukung klaimnya tersebut, termasuk di antaranya energi hidroelektrik di Tibet. Guo memiliki pengalaman terkait hal ini, karena sebelumnya dia sempat mempunyai fasilitas penambangan di wilayah tersebut. Konon, fasilitas itu dapat menghasilkan sekitar US$8 juta per tahunnya.

Selain itu, Guo juga menambahkan bahwa siapa pun yang ingin memiliki bisnis penambangan yang benar-benar menguntungkan, “tidak akan pernah bisa membeli energi dari jaringannya.”

Kesimpulan tentang Ethereum dan Buterin

Setelah menangkis pertanyaan terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan, BeInCrypto bertanya lagi kepada Chandler Guo apakah dia memiliki pesan terakhir yang ingin ia sampaikan kepada Vitalik Buterin selaku pendiri Ethereum.

Pesan dari Guo adalah, “Tetaplah diam, biarkan saya melakukan tugas saya. Tidak perlu bicara [apa pun].”

Bagaimana pendapat Anda tentang Chandler Guo yang jadi wajah baru EthereumPoW ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun InstagramBeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori