Lihat lebih banyak

Citi: CBDC dan Tokenisasi Bakal Dorong Adopsi Kripto Lebih Kencang

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Citi menyebutkan bahwa indikator adopsi blockchain yang berhasil adalah ketika pengguna sudah lebih dari 1 miliar pengguna, dan mereka tidak menyadari bahwa mereka menggunakan teknologi tersebut.
  • Selain CBDC, tokenisasi aset yang terjadi di dunia nyata juga diyakini akan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang.
  • Citi memperkirakan di tahun 2030 sekitar US$5 triliun akan dihasilkan sekuritas digital yang ditokenisasi dan US$1 triliun berasal dari volume perdagangan berbasis DLT.
  • promo

Citi menyebutkan bahwa indikator adopsi blockchain yang berhasil adalah ketika pengguna sudah lebih dari 1 miliar pengguna, dan mereka tidak menyadari bahwa mereka menggunakan teknologi tersebut.

Kehadiran mata uang digital bank sentral alias central bank digital currency (CBDC) diprediksi akan menjadi katalis positif dalam perluasan adopsi kripto di tingkat global. Jika proyek CBDC sudah mulai diadopsi luas oleh banyak negara, maka teknologi yang mendasarinya, yakni blokchain, juga secara tidak langsung akan lebih banyak digunakan oleh masyarakat dunia.

Selain CBDC, tokenisasi aset yang terjadi di dunia nyata juga diyakini akan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang. Hal itu pada akhirnya turut menjadi mesin pendorong dalam raihan adopsi aset digital.

“Pada tahun 2030 mendatang, sekitar US$5 triliun mata uang digital akan berputar dalam perdagangan di seluruh dunia, yang mana setengahnya akan terhubung dengan distributed ledger technology (DLT)  Ditambah, tokenisasi dalam hal pembayaran dan game berbasis blockchain juga berkembang signifikan,” jelas Citi dalam laporannya yang bertajuk “Money, Tokens and Games: Blockchain’s Next Billion Users and Trillions in Value”.

Ada 114 Negara yang Jajal CBDC

Adopsi Teknologi Blockchain CBDC

Seperti diketahui, dalam beberapa bulan ke belakang banyak negara yang sudah memulai uji coba mata uang digital. Berdasarkan data Atlantic Council, pada tahun ini saja ada lebih dari 20 negara yang bakal mengambil langkah signifikan dalam pengembangan proyek CBDC.

Secara total, terdapat 114 negara yang tengah melakukan penjajakan terhadap pemanfaatan CBDC yang mana setara dengan 95% dari produk domestik bruto (PDB) global. Citi percaya dengan tingginya minat terhadap CBDC, dalam 1 dekade ke depan akan mendorong partisipasi dari 2 sampai 4 miliar masyarakat dunia untuk ikut merasakan pengalaman transaksi menggunakan mata uang digital.

Meski begitu, Citi menyebutkan bahwa untuk mendorong suksesi CBDC diperlukan beberapa faktor pendukung; mulai dari decentralized digital identities, zero-knowledge (zk) proof, oracles dan secure bridges. Tidak hanya itu, menurut Citi, kerangka hukum juga perlu diubah untuk memungkinkan kontrak hukum cerdas masuk dalam rel perdagangan global.

Perkembangan Game Berbasis Blockchain Bisa Dorong Adopsi Kripto

Membincang tokenisasi, di dunia nyata hampir seluruh aset bisa ditokenisasi. Maka dari itu, tak heran, jika Citi memperkirakan di tahun 2030 sekitar US$5 triliun akan dihasilkan sekuritas digital yang ditokenisasi dan US$1 triliun berasal dari volume perdagangan berbasis DLT.

“Surat utang yang ditokenisasi akan menyumbang sebesar US$1,9 triliun, tokenisasi real estat akan menyumbang sebesar US$1,5 triliun, kemudian US$0,7 triliun dari tokenisasi ekuitas swasta dan modal ventura serta US$0,5 sampai US$1 triliun berasal dari tokenisasi sekuritas,” jelas Citi

Perkembangan game berbasis blockchain juga dipercaya akan mampu mendorong perluasan adopsi kripto dan industri turunannya. Berkaca pada data tahun ini, yang mana terdapat sekitar 3 miliar gamer yang tersebar di seluruh dunia, 50 juta sampai 100 juta di antaranya diharapkan akan menjadi pengguna Web3 dalam 2 tahun mendatang. Wilayah Asia sendiri akan menjadi salah satu wilayah yang mendorong teknologi tersebut.

Lebih lanjut, Citi mengutarakan bahwa melalui tokenisasi, bisa membuka jalur baru dalam hal infrastruktur pembiayaan, karena baik perusahaan kecil ataupun menengah memiliki akses langsung ke decentralized finance (DeFi).

“Lewat tokenisasi bisa membantu teknologi blockchain untuk memecahkan masalah dalam sistem tradisional, mulai dari kurangnya transparansi, likuditas, dan demokratisasi akses. Selain itu, tokenisasi juga bisa membantu investor yang memegang aset di dunia nyata bisa lebih efisien, karena bisa mengurangi permintaan modal dan mempermudah proses penjaminan,” tutur Citi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori