Lihat lebih banyak

Krisis Masih Belum Usai, Kini Coinbase Tangguhkan Perdagangan Stablecoin Binance USD (BUSD)

3 mins
Oleh David Thomas
Diterjemahkan Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Per Maret 2023 nanti, crypto exchange Coinbase akan menangguhkan perdagangan stablecoin Binance USD (BUSD).
  • Keputusan Coinbase tersebut semakin memperkeruh masalah seputar BUSD.
  • Belum lama ini, Paxos, selaku penerbit BUSD, sedang menghadapi berbagai tuduhan dari regulator terkait penerbitan stablecoin yang diterbitkannya bersama dengan Binance itu.
  • promo

Coinbase, salah satu crypto exchange yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menangguhkan perdagangan untuk stablecoin Binance USD (BUSD).

Menyusul kajian terbarunya, Coinbase mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan perdagangan stablecoin bermerek Binance ini di bulan depan. Penangguhan Coinbase terhadap BUSD akan berlaku mulai 13 Maret 2023, pukul 12.00 ET (14 Maret 2023, 00.00 WIB).

Menurut keterangan resmi perusahaan, produk yang akan terdampak dari penangguhan ini mencakup Simple dan Advanced Trade di Coinbase.com, Coinbase Pro, Coinbase Prime, dan Coinbase Exchange. Namun, penarikan BUSD masih bisa dilakukan selama batas waktu yang tidak ditentukan.

Merujuk pada unggahan di blog mereka pada bulan April 2022 lalu, pihak Coinbase mengaku bahwa mereka melakukan pengujian terhadap token-token yang listing di bursa mereka. Mereka menguji token tersebut dari sisi sekuritas, legalitas, dan kepatuhan dengan menggunakan proses yang sudah ditinjau oleh SEC guna menghindari listing token yang dapat dikategorikan sebagai sekuritas.

Selain itu, Coinbase juga menegaskan bahwa mereka dapat melakukan delisting terhadap token-token yang dianggap tidak lagi memenuhi sejumlah kriteria tertentu.

Sejauh ini, masih belum ada komentar resmi dari Binance atau Changpeng Zhao mengenai pengumuman Coinbase atas penangguhan stablecoin BUSD.

Apakah Aksi Delisting BUSD adalah Serangan Terkoordinasi?

Pengumuman terbaru dari Coinbase ini menimbulkan reaksi beragam di kalangan komunitas kripto. Salah seorang pengguna Twitter dengan pseudonim @DU09BTC mengatakan bahwa langkah Coinbase tersebut akan mempercepat “kematian” BUSD.

Selain itu, ada pula pengguna Twitter lainnya dengan pseudonim @cryptojourneyrs yang menuduh bahwa Coinbase, Circle (penerbit stablecoin USDC), dan raksasa investasi BlackRock sedang menyusun serangan terkoordinasi terhadap Binance melalui penangguhan ini.

Tuduhan @cryptojourneyrs tersebut sepertinya dilandaskan pada fakta bahwa Coinbase telah menandatangani persetujuan dengan BlackRock untuk menawarkan akses terhadap aset kripto bagi klien instutisional. Layanan tersebut bakal dilakukan melalui perangkat lunak investasi BlackRock, yaitu Aladdin. Di samping itu, BlackRock juga diketahui mengelola dana pasar uang untuk Circle dan berpartisipasi dalam putaran pendanaan Circle yang bernilai US$400 juta di tahun lalu.

Kapitalisasi Pasar Binance USD Terus Susut

Pengumuman terbaru dari perusahaan crypto exchange yang dipimpin oleh Brian Armstrong itu menambah kekhawatiran seputar BUSD. Belum lama ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat menuduh bahwa aset kripto tersebut tergolong sebagai sekuritas. Hal tersebut SEC sampaikan melalui Wells Notice yang mereka layangkan kepada Paxos, selaku penerbit BUSD.

Terkait tuduhan tersebut, pihak Paxos menyatakan bahwa mereka “sangat tidak setuju” terhadap SEC. Namun, dalam perkembangan terakhir, disebutkan bahwa Paxos terlibat dalam “diskusi yang konstruktif” bersama dengan regulator itu.

Di samping SEC, lembaga regulator lainnya yang mengambil tindakan tegas terhadap Paxos adalah Departemen Layanan Keuangan New York (NYDFS). Sebagaimana BeInCrypto laporkan sebelumnya, NYDFS memerintahkan agar Paxos menghentikan minting stablecoin BUSD dan menghentikan kemitraannya dengan Binance. Adapun pihak Paxos menuruti kedua perintah dari NYDFS tersebut.

Changpeng Zhao, CEO Binance, menyebutkan bahwa penurunan kapitalisasi pasar BUSD setelah adanya Wells Notice dari SEC menegaskan adanya perubahan dalam lanskap stablecoin. Terlihat para trader beralih ke stablecoin rivalnya, yakni USDT dan USDC. Pada saat penulisan, kapitalisasi pasar BUSD sudah ambruk ke US$10,7 miliar. Padahal, sebelum adanya Wells Notice, kapitalisasi pasar BUSD masih bernilai US$16 miliar.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Lynn-Wang.png
Lynn Wang
Lynn Wang adalah seorang penulis, penerjemah, dan editor profesional dengan pengalaman luas selama lebih dari 8 tahun di industri pemasaran digital. Lynn juga memiliki rangkaian pengalaman bekerja bersama sejumlah perusahaan multinasional, macro & micro influencer, dan komunitas kripto lokal maupun global. Topik yang menjadi fokus utamanya adalah seputar keuangan, investasi, blockchain, cryptocurrency, NFT, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori