Gandeng Coinbase, BlackRock Buka Akses Perdagangan Kripto untuk Nasabah Institusional

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • BlackRock bekerja sama dengan Coinbase untuk masuk ke dunia kripto, dengan melayani transaksi kripto khusus untuk nasabah institusional.

  • Vice President Institutional Product Coinbase, Greg Tusar, mengatakan skala bisnis, pengalaman, dan integrasi produk yang perusahaannya miliki, menjadikan Coinbase sebagai mitra logis bagi BlackRock melalui Aladdin.

  • Lewat kesepakatan ini, dugaan banyak pihak yang sebelumnya pernah mengatakan bahwa aliran dana dari keuangan tradisional bakal membanjiri dunia kripto, perlahan tapi pasti mulai terwujud.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

BlackRock, sebuah firma investasi global terbesar di dunia, akhirnya secara resmi masuk ke industri kripto. BlackRock menggandeng salah satu bursa kripto terbesar di kancah global, yakni Coinbase, untuk melayani transaksi kripto khusus bagi nasabah institusinya.

Lewat kesepakatan ini, dugaan banyak pihak yang sebelumnya pernah mengatakan bahwa aliran dana dari keuangan tradisional bakal membanjiri dunia kripto, perlahan tapi pasti mulai terwujud.

Pasalnya, jika melihat total dana kelolaan perusahaan (asset under management / AUM) BlackRock per kuartal dua tahun ini, jumlahnya berada di angka yang fantastis, yakni sebesar US$8,48 triliun.

Menengok ke belakang, sebenarnya rencana perusahaan untuk masuk ke bisnis kripto sudah lama digaungkan. Seperti pada Desember 2020 lalu, CEO BlackRock, Laurence D Fink, telah memperlihatkan sinyal keberpihakannya pada salah satu aset kripto, yaitu Bitcoin (BTC). Di depan Dewan Hubungan Luar Negeri, ia mengatakan bahwa melihat pergerakan Bitcoin, kemungkinan aset kripto itu bisa berkembang menjadi pasar global.

Oleh karena itulah, dalam kerjasama terbarunya dengan Coinbase, BlackRock bakal menawarkan Bitcoin sebagai aset kripto pertamanya kepada klien institusi.

Pihak Coinbase Menilai Mereka adalah “Mitra Logis” bagi Aladdin

Keduanya sepakat untuk membangun konektivitas antara platform investasi milik BlackRock, yang bernama Aladdin, dengan Coinbase Prime. Buah dari sinergitas tersebut akan mampu menghadirkan layanan yang menyediakan perdagangan kripto, brokerage, penyimpanan, dan sistem pelaporan pada klien secara bersama.

Vice President Institutional Product Coinbase, Greg Tusar, mengatakan skala bisnis, pengalaman, dan integrasi produk yang perusahaannya miliki, menjadikan Coinbase sebagai mitra logis bagi Aladdin.

“Coinbase Prime sengaja dibangun untuk nasabah institusi. Perusahaan menggabungkan kemampuan perdagangan tingkat lanjut dengan praktik keamanan, asuransi dan juga kepatuhan terhadap peraturan,” katanya.

Sementara itu, Global Head of Strategic Ecosystem Partnerships BlackRock, Joseph Chalom, menambahkan, klien institusional sudah semakin tertarik untuk mendapatkan eksposur ke pasar aset digital.

”Konektivitas Coinbase Prime dengan Aladdin akan memungkinkan klien kami untuk bisa mengelola eksposur Bitcoin yang mereka miliki secara langsung lewat manajemen portofolio dan alur kerja perdagangan di seluruh kelas aset,” tambahnya.

AUM Klien Institusi BlackRock US$4,09 Triliun

Mengutip laporan keuangan BlackRock di kuartal dua tahun ini, asset under management khusus nasabah institusional mencapai US$4,09 triliun. Jumlah tersebut mencapai 48% dari total AUM BlackRock.

Artinya, terdapat potensi dana jumbo sebesar US$4 triliun-an yang bakal mengalir ke dunia kripto. Jenis investasi yang mendominasi dalam portofolio BlackRock juga sepertinya mirip dengan Bitcoin yang kerap menjadi aset investasi jangka panjang.

Masih mengacu pada laporan keuangan perusahaan, sebanyak US$7,73 triliun dari AUM BlackRock berada pada jenis investasi jangka panjang. Jumlah tersebut setara dengan 91% dari total AUM yang perusahaan kelola.

Terpilihnya Coinbase sebagai “jalan masuk” ke industri kripto BlackRock bukanlah tanpa alasan. Lewat Coinbase Prime, Coinbase sudah mengelola lebih dari 13.000 klien institusional. Selain itu, Coinbase juga telah menjadi platform broker utama bagi nasabah institusi di dunia kripto.

Laba Bersih BlackRock Susut di Semester 1 2022

Masuknya BlackRock ke dunia kripto sepertinya juga dalam rangka memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. Pasalnya, sampai dengan tengah tahun ini laba bersih perusahaan luntur 17,51% ke level US$2,32 triliun. Bandingkan dengan posisi laba bersih di periode pada sama tahun lalu, yang berjumlah sebesar US$2,82 triliun.

Hal itu dipicu oleh adanya kerugian bersih atas investasi di semester 1 tahun ini yang mencapai US$416 miliar. Padahal, sebelumnya di periode Januari hingga Juni tahun 2021 lalu, BlackRock masih sanggup menorehkan keuntungan bersih atas investasi sebesar US$396 miliar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Topik Terkait

Adalah seorang pecinta kuliner yang pernah berkiprah di beberapa media ekonomi dan bisnis . Berpengalaman di bidang konten keuangan sebagai penulis dan editor artikel di startup. Gemar mendengarkan musik Britpop dan suka memasak di waktu senggang. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan

Ikuti Penulis