Bitcoin btc
$ usd

Eksklusif Coinfest Asia 2023 Hari Kedua: Menggali Potensi Besar Industri Web3

7 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Hari kedua Coinfest Asia 2023 by Coinvestasi semakin semarak dipenuhi rangkaian panel diskusi dan sekumpulan kegiatan lainnya yang sangat berharga untuk dilewatkan.

Sejumlah perwakilan dari perusahaan Web2 atau Web3 ternama hadir mengisi beberapa panel diskusi pada hari terakhir festival kripto, blockchain, web3, serta NFT, yang diselenggarakan selama 2 hari sejak Kamis sampai Jumat (24 – 25 Agustus 2023).

Para panelis yang mengisi jalannya acara dari industri Web3 termasuk Algorand, Chainalysis, Fireblocks, Circle, Ledger, Cobo, Liminal, Coinstore.com, Coins.ph, CoinSwitch, PinkSale, Gate.io, Kaiko, Hashkey Capital, TON, hingga Indodax dan Ajaib.

Dalam kesempatan ini, juga hadir Commodity Future Exchange (CFX) yang merupakan bursa berjangka aset kripto di Indonesia.

Sementara para pelaku industri Web2 yang meramaikan panel diskusi hari kedua mencakup Standard Chartered, DBS, BRI Ventures, Google Cloud, hingga Amazon Web Services (AWS).

Tidak berhenti sampai di sana, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), serta asosiasi Blockchain Australia, turut ikut memeriahkan jalannya acara di hari pamungkas Coinfest Asia 2023.

Rangkaian Panel Diskusi Hari Kedua Coinfest Asia 2023

Web2.5: TradFi Mengeksplorasi Potensi Web3

Panel diskusi ‘Risk vs Reward: Institutionals & Digital Assets’ | Sumber: Dokumenasi BeInCrypto Indonesia

Berlangsung di Converge Stage, panel diskusi hari kedua Coinfest Asia 2023 dibuka dengan membahas tema ‘Web2.5: Menulis Ulang Pedoman Keuangan di Era Digital’.

Para panelis diisi oleh Danielle Szetho, Head of Digital Asset Portfolio & Governance di Standard Chartered; Bimo Notowidigdo, Managing Director, COO, dan Head of Group Strategy, Transformation, Analytics & Research di DBS; Daniel Oon, Head of DeFi di Algorand Foundation; serta perwakilan dari Chainalysis. Adapun jalannya diskusi dimoderatori oleh Amy Zhang, selaku VP Sales APAC di Fireblocks.

Dalam sesi ini, mereka menguraikan bagaimana Web2.5 mentransformasi industri keuangan tradisional (TradFi). Dalam tahap tersebut, para pelaku industri Web2 mulai mengeksplorasi berbagai aspek yang ada di industri Web3 seperti decentralized finance (DeFi), solusi berbasis blockchain, mata uang digital (digital currency), hingga dampak teknologi terhadap inklusi keuangan.

Kemudian, sesi berikutnya adalah dialog antara David Norton, Director Capital Markets & Market Makers di Circle, bersama Stan Suhadi, selaku Head of Partnerships di Coinvestasi.

Pada momen ini, Circle yang merupakan perusahaan penerbit stablecoin USD Coin (USDC) membahas mengenai likuiditas dan aktivitas market making baik dalam sektor TradFi maupun di dunia DeFi. Aspek yang dibahas termasuk menyoroti sifat dinamis dari liquidity provision atau penyediaan likuiditas.

Panel diskusi lainnya mengusung tema ‘Risk vs Reward: Institutionals & Digital Assets’. Para panelis dari perwakilan Liminal, Ledger, CoinDesk, dan Cobo, dipandu oleh Kadin.

Mereka saling berbagi pandangan satu sama lain dalam menavigasi risiko yang terkait dengan investasi aset digital, tantangan peraturan, strategi adopsi institusional, serta potensi yang menguntungkan dan manfaat dari keterlibatan dengan kelas aset digital.

Mengupas Industri Kripto dari Sudut Pandang CFX dan Bappebti

Berpindah ke Sunset Stage, CFX yang merupakan bursa berjangka aset kripto di Indonesia duduk dalam satu forum dengan Bappebti.

Pada sesi ini, perwakilan dari Bappebti berharap agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan peluang yang sama untuk memetik manfaat perkembangan digital.

Bagaimana pemerintah menyikapi potensi tersebut, perwakilan Bappebti menilai perlu adanya regulasi yang memayungi itu semua. Hal itu mencakup pengawasan, pembinaan yang lebih maksimal, penguatan literasi, termasuk menggapai Generasi Milenial dan Gen Z karena ini memang adalah ruang mereka.

Sementara itu, Subani, selaku Presiden Direktur CFX, menambahkan bahwa generasi muda Indonesia telah berkembang pesat mengenai investasi dibandingkan generasi sebelumnya. Dia menyoroti peta umur yang sudah terjun ke investasi semakin muda.

“Makanya, peran Bappebti sebagai regulator dan CFX sebagai bursa aset kripto untuk bisa hadir bersama mereka [generasi muda]. Peluang ini luar biasa. Karena, saat ini sudah ada lebih dari 17 juta pengguna yang terdaftar di berbagai platform kripto lokal. Sedangkan, penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai sekitar 278 juta jiwa,” terang Presiden Direktur CFX.

Dengan perhitungan itu, Subani melihat potensi market aset kripto Indonesia masih luar biasa bisa berkembang. Namun, dia berpendapat bahwa hal itu juga harus diikuti dengan perkembangan teknologi.

“Sebab, industri ini dinamis sekali, perkembangan teknologinya sangat cepat. Kami bersama dengan regulator juga harus bisa mengikuti perkembangan. Tantangannya harus bisa cepat beradaptasi dan melihat seperti apa perkembangannya. Terlepas dari itu semua, peluang industri kripto luar biasa besar,” ungkap Presiden Direktur CFX.

Bincang hangat antara Bappebti dan CFX | Sumber: Dokumenasi BeInCrypto Indonesia

Dalam kesempatan ini, perwakilan Bappebti menyoroti tantangan dalam pengaturan aset kripto yang akan diperdagangkan di Indonesia. Selain itu, tantangan lain yang besar bagi industri kripto Tanah Air adalah mendorong produk lokal. Jadi, bukan saja produk dari luar yang mampu diperdagangkan di Indonesia, tetapi juga tetap harus bisa menguatkan produk-produk lokal.

Perwakilan Bappebti turut mengutarakan kekhawatiran mereka tentang aktivitas illegal trading. Hal itu perlu diantisipasi sehingga tidak berdampak negatif bagi industri kripto yang sudah legal di Indonesia.

Dengan adanya sejumlah tantangan tersebut, lantas bagaimana CFX dapat hadir berkontribusi, apalagi Indonesia adalah salah satu negara awal yang telah memiliki bursa kripto teregulasi?

Terkait pertanyaan itu, Presiden Direktur CFX mengatakan bahwa, “Kata kuncinya adalah dengan adanya bursa aset kripto teregulasi. Ini akan menjadi kenyamanan bagi para investor karena memberikan rasa aman dan kejelasan.”

Sehingga, bila nanti ada banyak pemain global masuk ke Indonesia, hal itu akan membuat mereka lebih nyaman dan lebih pasti atas segala sesuatu investasi yang berhubungan dengan kripto di Tanah Air. Hal tersebut bisa saja terjadi karena sudah ada bursa aset kripto di Indonesia, yang mendapat restu dari regulator untuk berfungsi sebagai pengawasan dan pembinaan, serta mengembangkan ekosistem kripto untuk menjadi lebih baik.

Bagi Subani, hal itu merupakan modal yang juga bisa dipakai untuk bersaing dalam percaturan industri kripto global. Karena, dengan status aset kripto yang high risk, tetapi didukung adanya kepastian hukum di Indonesia, hal tersebut diharapkan akan membuat aman dan nyaman.

Bincang hangat antara Bappebti dan CFX | Sumber: Dokumenasi BeInCrypto Indonesia

Harapan CFX, untuk 3 hingga 5 tahun ke depan sebagai bursa aset kripto di Indonesia, tetap melakukan tugasnya dalam kapasitas pengawasan dan pembinaan. 

“Jadi, seiring berkembangnya waktu, pemerintah juga akan cepat beradaptasi, dengan mengeluarkan produk-produk peraturan baru yang bisa selalu cocok dengan keadaan nantinya. Tugas CFX adalah untuk terus bisa menjaga kebijakan tersebut,” papar Subani.

Sedangkan harapan Bappebti untuk 3 hingga 5 tahun ke depan, industri aset kripto Tanah Air tidak sekedar dibangun, tetapi setelah itu bubar atau tidak mampu bertahan lama. Perwakilan Bappebti mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia ingin industri aset kripto berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama dan panjang.

Dia juga berharap industri aset kripto mampu memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Indonesia dan masyarakat, bukan hanya untuk segelintir pengusaha besar atau whale saja. Pihak Bappebti berharap masyarakat umum juga bisa mendapatkan manfaat.

Dalam gelaran Coinfest Asia 2023, perwakilan Bappebti turut membahas mengenai rancangan regulasi tentang produk derivatif dan turunannya, hingga Undang-Undang (UU) P2SK yang lahir pada akhir Desember 2022. UU P2SK mengamanahkan bahwa ada kewenangan yang beralih dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Bappebti berharap masa transisi berjalan lebih lancar dan tidak menimbulkan goncangan bagi industri dan masyarakat.

Sehingga, Bappebti berharap pemerintah selalu berkolaborasi antar kementerian dan lembaga, juga dengan pelaku usaha yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Karena dari itu semua, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, dapat betul-betul mengimplementasikan seluruh regulasi yang telah ditetapkan.

Kisah Bisnis Crypto Exchange di Asia

Panel diskusi ‘Kisah Asia, tentang Volume Perdagangan 10 Kali Lipat’ | Sumber: Dokumenasi BeInCrypto Indonesia

Kembali ke Converge Stage, sejumlah pembahasan menarik masih terus berlanjut. Kali ini, tema diskusi adalah mengenai ‘Kisah Asia, tentang Volume Perdagangan 10 Kali Lipat’.

Pembicara dalam panel diskusi ini adalah Oscar Darmawan, selaku CEO Indodax yang bisa dibilang crypto exchange paling awal di Indonesia.

Kemudian ada Wei Zhou, CEO Coins.ph, yang merupakan crypto exchange paling populer di Filipina. Hal yang membuat menarik, dia adalah mantan Chief Financial Officer (CFO) Binance. BeInCrypto Indonesia sempat melakukan wawancara eksklusif dengan Wei Zhou pada awal tahun 2023.

Dalam forum ini, turut hadir Parth Chaturvedi, Investments Lead dari CoinSwitch, salah satu crypto exchange terpopuler di India.

Lalu, ada Anderson Sumarli, co-founder dan CEO Ajaib, startup yang telah bergelar unicorn di bidang platform investasi saham dan reksa dana. Pada Juni 2022, Ajaib melakukan ekspansi bisnis ke platform investasi kripto untuk investor ritel di Tanah Air.

Dalam panel diskusi ini, para panelis saling bertukar cerita tentang aktivitas bisnis mereka sebagai platform perdagangan jual-beli aset kripto di masing-masing negara. Mereka pun menguraikan peluang dan tantangan dalam lanskap perdagangan kripto.

Saat diskusi dalam panel ini akan berakhir, Wei Zhou dengan perangai riangnya secara spontan melempar sebuah pertanyaan untuk para eksekutif Indonesia yang sepanggung dengannya.

Dia bertanya apakah ada potensi kehadiran produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Indonesia seperti yang saat ini sedang hangat menjadi perbincangan dan diharapkan akan dapat segera hadir di Amerika Serikat (AS). Terkait pertanyaan itu, CEO Indodax dan CEO Ajaib kurang lebih menjawab bahwa minat investor konvensional pada produk ETF di Indonesia sebenarnya cukup rendah.

Membedah Siklus Market Kripto; Potensi Besar Berinvestasi di Proyek Web3

Potensi besar berinvestasi di industri Web3 | Sumber: Dokumenasi BeInCrypto Indonesia

Separuh panel diskusi menuju akhir perhelatan Coinfest Asia 2023 menggali berbagai macam hal. Hal itu seperti panel diskusi mengidentifikasi siklus market kripto, yang diisi oleh perwakilan dari launchpad PinkSale, crypto exchange Gate.io, dan firma penyedia data market kripto Kaiko.

Jalannya pembahasan panel diskusi ini cukup menyegarkan. Sebab, Chief Marketing Officer (CMO) PinkSale, Abdullah Bin Rashed, yang berasal dari Arab Saudi, secara terus terang berpendapat bahwa meme coin adalah ‘oli’ atau ‘pelicin’ bagi likuiditas di market kripto.

Setelah itu, panel diskusi berganti topik dengan membahas potensi besar berinvestasi di industri Web3 dari sudut pandang perusahaan investasi modal ventura atau venture capital (VC). Panelis di sesi ini terdiri dari perwakilan BRI Ventures, CMT Digital, Magnus Capital, dan Haskey Capital.

Mereka saling membocorkan rahasia tentang cara mengidentifikasi proyek Web3 yang menjanjikan; apa yang membedakan suatu proyek dengan yang lain; faktor utama yang dipertimbangkan VC ketika membuat keputusan investasi; hingga bagaimana cara memaksimalkan keuntungan.

Sebagai pengingat, Tim BeInCrypto pada hari pertama sempat mengobrol dengan perwakilan dari perusahaan on-ramp fiat ke kripto asal India yang ingin melebarkan bisnis ke Indonesia. Lalu pada hari kedua, kami bertemu perwakilan dari salah satu crypto exchange populer yang sengaja datang ke Coinfest Asia 2023 untuk membangun relasi dengan sejumlah VC.

Demikian sekilas rangkuman dari banyak panel diskusi dan beragam aktivitas unik di hari terakhir Coinfest Asia 2023 yang sangat mengesankan.

BeInCrypto adalah salah satu media partner dari Coinfest Asia 2023. Bagaimana pendapat Anda tentang acara Coinfest Asia 2023? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori