Bitcoin btc
$ usd

Perusahaan Induk MetaMask Dikabarkan Bakal PHK Sekitar 100 Karyawan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • ConsenSys, perusahaan induk dari crypto wallet MetaMask, dikabarkan berencana memberhentikan sekitar 100 karyawan atau lebih.
  • Menurut informasi terkini, aksi PHK itu masih dalam proses penyelesaian dan jumlah pasti orang yang terkena dampak belum diketahui.
  • Kabar ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, tahun lalu, ConsenSys telah mengantongi pendanaan Seri D senilai US$450 juta, dengan valuasi perusahaan menembus US$7 miliar.

ConsenSys, perusahaan induk dari crypto wallet MetaMask, pada hari Rabu (11/1) dikabarkan berencana memberhentikan sekitar 100 karyawan atau lebih.

Perusahaan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat (AS) itu saat ini memiliki sekitar 900 karyawan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang direncanakan oleh ConsenSys diketahui sedang dalam proses penyelesaian. Jumlah pasti orang yang terkena dampak belum diketahui hingga saat ini.

Secara total, diperkirakan ada 28.034 pekerja yang telah kehilangan pekerjaan mereka sejak 4 April 2022 hingga 10 Januari 2023.

Sempat Terima Pendanaan US$450 Juta pada 2022

Kabar PHK yang dilakukan ConsenSys ini cukup mengejutkan. Pasalnya, sekitar setahun yang lalu, ConsenSys mengumumkan bahwa mereka mengantongi pendanaan Seri D senilai US$450 juta dengan valuasi perusahaan menembus US$7 miliar.

Dana segar berukuran jumbo yang diumumkan pada Maret 2022 itu didapatkan seiring dengan adopsi pengguna crypto wallet MetaMask yang mencapai lebih dari 30 juta monthly active users (MAU) atau tumbuh hingga 42% dari 4 bulan sebelumnya.

Adapun total pendanaan bagi blockchain startup yang didirikan pada Oktober 2014 ini mencapai US$726,7 juta menurut catatan Crunchbase. ParaFi Capital memimpin putaran pendanaan Seri D kali ini. Sebelumnya, mereka juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ConsenSys pada November 2021.

Para investor baru ConsenSys dalam putaran pendanaan mereka termasuk Temasek, SoftBank Vision Fund 2, Microsoft, Anthos Capital, Sound Ventures, hingga C Ventures.

Sekilas tentang ConsenSys

ConsenSys Crypto Wallet Metamask

ConsenSys mendeskripsikan diri mereka sebagai decentralized protocols software company dan salah satu pelopor dalam menciptakan software dasar untuk the next wave dalam revolusi internet web3.

Layanan mereka memungkinkan para developer, perusahaan, dan orang-orang di seluruh dunia dapat membangun aplikasi generasi berikutnya (dApp), meluncurkan infrastruktur keuangan modern, dan mengakses web yang terdesentralisasi.

Adapun rangkaian produk ConsenSys terdiri dari Infura, Quorum, Codefi, MetaMask, Truffle, Diligence, serta platform non-fungible token (NFT) mereka. Founder dan CEO ConsenSys, Joseph Lubin, menganggap perusahaannya seperti mesin berkemampuan komprehensif dalam ekosistem protokol terdesentralisasi.

Pasalnya, ConsenSys mampu dengan cepat memanfaatkan momentum dalam upaya membangun berbagai alat yang punya peran mendasar seperti developer tool, tokenization, token launch, wallet, security audit, keuangan terdesentralisasi (DeFi), NFT, bridge, Layer-2 scaling, hingga decentralized autonomous organization (DAO).

Misi mereka adalah menumbuhkan kekuatan kolaboratif berbasis komunitas, dengan membuat DAO, NFT, serta DeFi secara universal agar mudah digunakan, diakses, dan dibangun.

Mereka dengan percaya diri menyatakan bahwa sumbangsih ConsenSys terhadap akselerasi adopsi web3 secara massal di seluruh dunia dapat dilihat dari hadirnya crypto wallet MetaMask yang mereka kembangkan. Pengguna kripto di berbagai belahan dunia mengandalkan MetaMask untuk mencetak dan mengoleksi NFT, bergabung dengan DAO, hingga berpartisipasi dalam beragam protokol DeFi.

ConsenSys Dorong Inisiatif zkEVM

Dalam perkembangan terbaru pada hari Selasa (10/1) kemarin, ConsensSys membuka testnet beta private untuk teknologi penskalaan dan privasi baru yang disebut zkEVM (zero-knowledge Ethereum Virtual Machine) yang dibangun di atas blockchain Ethereum.

ConsenSys menggunakan testnet itu untuk mengeksplorasi teknologi yang berpotensi meningkatkan kecepatan jaringan Ethereum dan biaya transaksi lebih dari 100 kali.

zkEVM memungkinkan para developer membangun aplikasi menggunakan alat yang sama dengan bahasa kode pemrograman yang biasa mereka gunakan di Ethereum, tanpa harus mempelajari keterampilan kriptografi dan matematika yang diperlukan untuk membuat kode pemrograman zero-knowledge.

Setidaknya sudah ada lebih dari 150.000 peserta yang mengajukan permohonan untuk terlibat dalam testnet ConsenSys. Para partisipan dalam versi beta dapat menjembatani aset antara testnet Goerli dan zkEVM untuk menguji smart contract, aplikasi terdesentralisasi dApp, hingga infrastruktur dan crypto wallet.

Sebagai informasi, Goerli adalah jaringan pengujian populer di Ethereum yang biasanya digunakan untuk meluncurkan hingga bereksperimen dengan aplikasi terbaru sebelum meluncurkannya di mainnet.

“Kami bermaksud mempelajari apakah pengalaman developer zkEVM memiliki potensi untuk mempercepat inovasi web3,” jelas pihak ConsenSys.

Meski menjanjikan, zkEVM masih belum terbukti di mainnet Ethereum. Sejumlah pihak, seperti zkSync dan Polygon Hermez, juga masih dalam fase pengujian terkait inisiatif zkEVM mereka.

Bagaimana pendapat Anda tentang kabar PHK yang dilakukan oleh ConsenSys? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori