Digital Currency Group (DCG) Berutang US$575 Juta ke Genesis

23 November 2022, 11:39 WIB
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
23 November 2022, 11:59 WIB
Ringkasan
  • Barry Silbert, founder & CEO Digital Currency Group (DCG), mengklarifikasi situasi yang tengah berkembang.
  • Dia mengakui DCG memiliki liabilitas kepada Genesis sekitar US$575 juta, yang akan jatuh tempo pada Mei 2023.
  • Selain itu, DCG mendapat fasilitas kredit US$350 juta dari sekelompok kecil pemberi pinjaman yang dipimpin Eldridge.

Barry Silbert, founder & CEO Digital Currency Group (DCG), pada hari Selasa (22/11) merilis surat pernyataan kepada para investornya untuk mengklarifikasi situasi yang tengah berkembang.

Genesis Global Capital, unit bisnis peminjaman Genesis Global Trading, untuk sementara menangguhkan penebusan (redemption) dan originasi pinjaman baru sejak 16 November lalu, setelah gejolak market yang memicu permintaan penarikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terkait hal ini, Barry Silbert mengatakan bahwa ini adalah masalah ketidakcocokan likuiditas dan durasi dalam buku pinjaman Genesis.

“Hal yang penting, masalah ini tidak berdampak pada bisnis spot dan derivatif atau kustodian Genesis, yang beroperasi seperti biasa,” jelas CEO DCG itu.

Rincian Utang yang Dimiliki DCG

Terkait adanya pinjaman ke Genisis, DCG mengakui hal itu dan menganggapnya sebagai nada yang sama dengan ratusan perusahaan investasi kripto lainnya. Pinjaman-pinjaman ini disebut selalu distrukturkan secara wajar dan dihargai dengan suku bunga market yang berlaku.

DCG saat ini memiliki liabilitas kepada Genesis Global Capital sekitar US$575 juta, yang akan jatuh tempo pada Mei 2023. Pinjaman ini digunakan DCG untuk mendanai sejumlah peluang investasi dan untuk membeli kembali saham DCG dari pemegang saham non-karyawan dalam transaksi sekunder yang sebelumnya disoroti dalam pembaruan pemegang saham triwulan. Barry Silbert mengaku bahwa dia sampai hari ini tidak pernah menjual sahamnya di DCG.

Mengutip sumber yang mengetahui informasi ini, Bloomberg melaporkan pada hari Rabu (23/11) bahwa Genesis Global Trading memiliki US$2,8 miliar dalam bentuk pinjaman di neraca keuangannya, dengan sekitar 30% dari pinjaman diberikan kepada pihak terkait termasuk perusahaan induknya yaitu DCG. Disebutkan pula bahwa Genesis Global Capital telah meminjam uang ke Genesis Global Trading.

Barry Silbert juga membahas soal surat promes US$1,1 miliar yang jatuh tempo pada Juni 2032.

“Seperti yang kami bagikan dalam surat pemegang saham kami sebelumnya pada Agustus 2022, DCG turun tangan dan menanggung kewajiban tertentu dari Genesis terkait dengan default atau gagal bayar hedge fund kripto Three Arrows Capital (3AC). Seperti yang dinyatakan dalam bulan Agustus lalu, karena ini sekarang merupakan kewajiban DCG, kami berpartisipasi dalam proses likuidasi 3AC di Komite Kreditur dan sedang mengejar semua solusi yang tersedia untuk memulihkan aset demi kepentingan kreditur,” jelas CEO DCG itu.

Selain pinjaman antar perusahaan dengan Genesis Global Capital yang jatuh tempo pada Mei 2023 dan surat promes jangka panjang, DCG mendapatkan fasilitas kredit US$350 juta dari sekelompok kecil pemberi pinjaman yang dipimpin oleh Eldridge.

Menyewa Penasehat Keuangan dan Hukum

Sang CEO DCG juga mengonfirmasi bahwa pemimpin dan dewan direksi Genesis memutuskan untuk menyewa penasehat keuangan dan hukum. Mereka sedang menjajaki semua opsi yang memungkinkan di tengah dampak dari kehancuran FTX.

Barry Silbert dalam kesempatan ini memberi kode dengan mengatakan, “Kami menghargai kata-kata penyemangat dan dukungan, bersama dengan tawaran untuk berinvestasi di DCG. Kami akan memberitahu Anda jika kami memutuskan untuk melakukan putaran pembiayaan. Terlepas dari kondisi industri ini yang sulit, saya sangat bersemangat tentang potensi kripto dan teknologi blockchain selama beberapa dekade mendatang, dan DCG bertekad untuk tetap menjadi yang terdepan.”

Sebelumnya, sumber The New York Times menyebut bahwa Genesis telah menyewa bank investasi Moelis & Company untuk mengeksplorasi opsi termasuk potensi kebangkrutan.

Terkait hal ini juru bicara Genesis mengatakan, “Tujuan kami adalah menyelesaikan situasi ini tanpa perlu mengajukan kebangkrutan.”

Adapun Genesis telah menyewa jasa penasihat untuk membantu krisis likuiditas yang mereka alami, termasuk dari firma konsultan Alvarez & Marsal dan firma hukum Cleary Gottlieb.

Yakin DCG Akan Bertahan dalam Crypto Winter

Dia meyakinkan bahwa DCG akan terus menjadi pembangun industri yang terkemuka dan berkomitmen pada misi jangka panjang untuk mempercepat pengembangan sistem keuangan yang lebih baik.

“Kami telah melewati crypto winter sebelumnya dan sementara yang ini mungkin terasa lebih parah, secara kolektif kami akan keluar dengan lebih kuat. DCG hanya mengumpulkan US$25 juta dalam bentuk modal utama dan kami bersiap untuk menghasilkan pendapatan US$800 juta pada tahun ini,” jelas Barry Siebert.

Menurut catatan WSJ, artinya pendapatan DCG pada tahun 2022 turun sekitar 20% dari apa yang diharapkan dapat dihasilkan pada tahun lalu.

Sebagai informasi, DCG pada November 2021 mendapat suntikan pendanaan senilai US$700 juta dari sejumlah investor termasuk SoftBank, Ribbit Capital, GIC, hingga CapitalG yang terafiliasi dengan induk perusahaan Google yaitu Alphabet. DCG waktu itu ditaksir memiliki valuasi perusahaan mencapai sekitar US$10 miliar.

Sekilas Perusahaan Afiliasi DCG

Barry Silbert mengaku membeli Bitcoin pertama kali satu dekade lalu pada tahun 2012 dan membuat keputusan akan berkomitmen pada industri ini untuk jangka panjang.

Pada tahun 2013, dia dan koleganya mendirikan firma perdagangan Bitcoin pertama yaitu Genesis serta dana (fund) Bitcoin pertama yang berkembang menjadi Grayscale yang kini menjadi pengelola aset mata uang digital terbesar di dunia. Selain itu, ada Foundry yang menjalankan kumpulan penambangan Bitcoin terbesar di dunia dan sedang membangun infrastruktur terdesentralisasi di masa depan.

Kemudian, ada CoinDesk yang merupakan perusahaan media, data, dan event, yang disebut telah melakukan pekerjaan fenomenal yang meliput crypto winter kali ini. Lantas, ada pula Luno yang merupakan salah satu crypto wallet di dunia dan diklaim merupakan pemimpin industri di market negara berkembang.

Lalu ada TradeBlock yang sedang membangun platform perdagangan institusional yang mulus. Terakhir, sebagai anak perusahaan terbaru, HQ sedang membangun platform manajemen life & wealth untuk pengusaha aset digital.

Masing-masing anak perusahaan ini merupakan bisnis mandiri yang dikelola secara mandiri dan beroperasi seperti biasa. Dengan portofolio lebih dari 200 perusahaan dan fund, DCG diklaim sering kali menjadi pemeriksa pertama untuk para pendiri terbaik di industri kripto.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.