FINMA Minta Regulator Buat Aturan untuk Perlindungan Investor Kripto

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • FINMA meminta agar para regulator global memberikan perlindungan kepada para investor kripto.

  • Lembaga regulator Swiss ini menilai kondisi pasar kripto sekarang mirip seperti pasar saham AS tahun 1928 silam.

  • Salah satu permasalahan yang menjadi kekhawatiran utama FINMA terhadap aset kripto adalah perihal potensi penggunaan untuk pencucian uang.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (Financial Market Supervisory Authority/FINMA) meminta regulator global untuk melakukan upaya lebih untuk melindungi investor kripto. Pasalnya, kondisi pasar kripto saat ini dinilai mirip dengan pasar saham di Amerika Serikat (AS) di tahun 1928 yang penuh akan penyalahgunaan dan manipulasi.

Chief Executive Officer FINMA, Urban Angehrn, mengatakan para regulator perlu melakukan lebih banyak tindakan untuk bisa melindungi investor di sektor yang bebas dari campur tangan tersebut. Sampai saat ini, pemerintah juga masih terus mencari cara untuk bisa mengawasi pasar kripto yang menggenggam kapitalisasi pasar senilai US$913,892,085,276 tersebut.

Aturan yang dibuat juga dinilai oleh Angehrn masih banyak kekurangan dan belum bisa cukup lengkap untuk mengatur perdagangan kripto.

“Saya melihat bahwa banyak perdagangan aset digital, terlihat seperti pasar saham AS di tahun 1928. Di mana semua jenis penyalahgunaan, pump dan juga dump terjadi. Sekarang hal itu lebih sering terjadi,” katanya.

Namun, Angehrn juga mengaku bahwa terdapat potensi teknologi yang bisa digunakan untuk mempermudah penanganan data dalam jumlah besar, serta potensi melindungi konsumen dari perdagangan pasar.

Risiko Pencucian Uang Jadi Salah Satu Kekhawatiran FINMA

Ketua Dewan FINMA, Marlene Amstad, mengungkapkan bahwa regulator sangat memperhatikan persyaratan anti pencucian uang dalam implementasi layanan aset virtual, khususnya aset baru.

Dalam hal ini, aset kripto memiliki risiko pencucian uang. Pasalnya, lewat kripto, proses pemindahan dana bisa dilakukan dalam jumlah besar secara anonim dengan berbagai tujuan dalam hitungan detik.

“Aset kripto secara kasar meningkat lima kali lipat di seluruh dunia hanya dalam satu tahun, sementara volatilitasnya juga cukup besar,” tambahnya.

Melihat besarnya potensi risiko dan juga pergerakan harganya yang tidak stabil, Financial Stability Board (FSB) sampai saat ini juga belum mengklasifikasikan aset kripto sebagai hal yang bersifat sistemik.

FSB masih dalam tahap memberikan rekomendasi untuk terus memantau perkembangan kondisi kripto dengan hati-hati. Hal yang sama, lanjut Amstad, juga berlaku untuk infrasruktur keuangan baru, termasuk decentralized finance (DeFi).

“DeFi melibatkan penggantian keuangan tradisional lewat perantara yang disebut sebagai smart contract. Hal itu juga menciptakan serangkaian tantangan baru bagi Otoritas Pengawas di seluruh dunia,” jelas Amstad.

Digitalisasi Menciptakan Risiko dan Peluang

Digitalisasi, bagaimanapun bentuknya, memang menyajikan banyak peluang untuk dikembangkan. Namun, di sisi lain, terdapat juga risiko yang harus bisa dimitigasi. Regulator keuangan di Swiss tersebut juga secara konsisten mengidentifikasi risiko siber sebagai salah satu risiko utama dalam 3 tahun terakhir.

Pada tahun 2020 lalu, FINMA sudah mengeluarkan panduan tentang kewajiban untuk melakukan pelaporan serangan siber. Sejak saat itu, sekitar 100 laporan telah diterima dan setengah dari jumlah pelaporan berkaitan dengan bank.

“FINMA juga melakukan tinjauan risiko teknologi informasi secara intensif di dunia maya pada tahun 2021 dan melakukan inspeksi tiga kali lebih banyak dari tahun 2019,” jelasnya.

Tindakan anti pencucian uang di Swiss memang terus digalakkan. Belum lama ini, kejaksaan Swiss tengah melakukan penyelidikan tentang dugaan pencucian uang atas seorang pengungsi yang mengklaim telah menghasilkan jutaan dolar dari perdagangan aset kripto.

Adalah Dadvan Yousuf, seorang pengungsi dari Irak yang mengaku menghasilkan banyak uang dari membeli Bitcoin dan mendirikan yayasan pendidikan untuk memberikan literasi tentang peluang aset kripto. Ia mendirikan Yayasan Dohrnii, yang juga mengeluarkan token pendidikan untuk digunakan dalam platform terkait.

Jika diamati lebih dekat, perkembangan jumlah perusahaan berbasis blockchain di Swiss memang meningkat drastis. Dari 300 entitas di 2017, kini menjadi 1.200; dengan jumlah pekerja lebih dari 6.000 karyawan.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Adalah seorang pecinta kuliner yang pernah berkiprah di beberapa media ekonomi dan bisnis . Berpengalaman di bidang konten keuangan sebagai penulis dan editor artikel di startup. Gemar mendengarkan musik Britpop dan suka memasak di waktu senggang. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan

Ikuti Penulis