Lihat lebih banyak

Finoa Tawarkan Akses DeFi Teregulasi untuk Klien Institusional

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Kustodian kripto Finoa memperkenalkan inovasi terbarunya untuk membuat akses mudah ke DeFi yang memenuhi syarat peraturan.
  • Finoa adalah kustodian kripto yang memenuhi syarat di Eropa bagi investor institusional. Perusahaan ini menawarkan kustodian, layanan brokerage, staking, hingga interaksi dApps.
  • Dalam beberapa bulan terakhir, Finoa mengaku telah menerima banyak permintaan masuk untuk mengaktifkan sejumlah dApps di aplikasi web3 di dompet kustodian Finoa.
  • promo

Finoa, perusahaan kustodian kripto, pada hari Selasa (12/9) memperkenalkan inovasi terbarunya untuk membuat akses mudah ke decentralized finance (DeFi) yang memenuhi syarat peraturan.

Setelah memperoleh persetujuan lisensi dari regulator keuangan Jerman pada akhir bulan Februari tahun ini, Finoa menawarkan ke sekitar 300 klien institusional mereka produk baru wallet connector bernama FinoaConnect.

Produk dari Finoa itu adalah integrasi wallet dengan daftar sejumlah platform DeFi yang telah memenuhi syarat, aplikasi web3, dan skenario tata kelola blockchain. Dengan hal tersebut, klien institusional dapat terlibat dengan liquidity pool DeFi dan automated market making (AMM). Namun, mereka harus tahu dengan siapa mereka berdagang.

Hal ini memungkinkan munculnya jenis platform DeFi yang lebih ketat di Finoa dengan tambahan langkah-langkah anti-pencucian uang (AML); seperti identitas digital bawaan, atau memasukkan para pihak pemberi pinjaman ke dalam daftar putih.

Sediakan Akses ke dApp yang Penuhi Kriteria

Dalam beberapa bulan terakhir, Finoa mengaku telah menerima banyak permintaan masuk untuk mengaktifkan sejumlah decentralized applications (dApps) di aplikasi web3 di dompet kustodian Finoa.

Setelah melihat berbagai penawaran wallet siap pakai, pendiri Finoa, Henrik Gebbing, merasa hal itu tidak mencerminkan keamanan dan integritas transaksi infrastruktur kustodian wallet Finoa yang dibangun selama 4 tahun terakhir. Pada akhirnya, masuk akal untuk membangun FinoaConnect di atas teknologi yang sudah ada.

“Perbedaan yang penting adalah, apa yang bisa dan tidak bisa kami dilakukan sebagai kustodian teregulasi. Apa yang tidak akan Anda temukan [di Finoa], misalnya, adalah kami hanya menghubungkan Finoa wallet ke beragam dApp yang telah difilter dan dikurasi yang dapat Anda gunakan,” terang pendiri Finoa itu.

Sejauh ini, Finoa belum mengungkapkan daftar platform web3 yang mereka kurasi. Namun, contoh DeFi yang ramah klien institusional versi mereka mencakup seperti Aave Arc, Compound Treasury, dan penawaran dari Maple Finance.

Menetapkan Standar Baru dalam Konektivitas dApp

Didirikan pada tahun 2018, Finoa adalah kustodian kripto yang memenuhi syarat di Eropa bagi investor institusional. Perusahaan ini menawarkan kustodian, layanan brokerage, staking, hingga interaksi dApps.

Mereka melayani klien global, termasuk pemodal ventura papan atas, dana investasi, organisasi web3, dan investor berpengalaman.

Mereka memegang 3 lisensi dari Otoritas Pengawas Keuangan Jerman, termasuk penyimpanan kripto, pialang, dan bisnis perdagangan.

FinoaConnect diklaim menetapkan standar baru dalam konektivitas dApp yang aman, memberikan perlindungan berkualitas tinggi kepada pengguna untuk private key dan transaksi mereka, sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang lancar dan nyaman.

Perkembangan ini dinilai tidak hanya merupakan terobosan teknologi besar, tetapi juga merupakan langkah maju yang penting dalam partisipasi institusional di sektor web3.

Posisi DeFi dalam Regulasi Kripto di Uni Eropa

Kabar baru ini datang di tengah Asosiasi Pasar Keuangan di Eropa (AFME) yang mendesak regulator Uni Eropa untuk tidak mengecualikan DeFi dalam kerangka regulasi kripto Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang mulai berlaku sekitar tahun 2024.

Pada 6 Juli lalu, AFME mengatakan bahwa, “Kami percaya sangat penting untuk menghindari kemungkinan pengecualian dari apa yang disebut kegiatan terdesentralisasi. Sebab, ini dapat membuka peluang arbitrase peraturan dan melemahkan penerapan kerangka kerja yang muncul [seperti MiCA].”

Uni Eropa baru-baru ini secara resmi mengadopsi peraturan MiCA. Namun, kerangka kerja tersebut mengecualikan paradigma baru seperti DeFi.

Sebagai respon atas hal itu, AFME memperingatkan pengecualian ini dapat merusak efektifitas kerangka peraturan yang baru terkait industri kripto tersebut.

“Pengecualian ini dapat menciptakan risiko yang tidak diinginkan terhadap stabilitas keuangan dan potensi dampak lanjutan,” catat AFME.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Desember 2023

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori