Lihat lebih banyak

Gelombang Serangan Peretasan Kripto di Bulan Juli Bisa Ancam Pemulihan Sektor DeFi

2 mins
Oleh Martin Young
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Di bulan Juli, terjadi lonjakan peretasan kripto dengan lebih dari 48 serangan besar. Serangan ini berakibat pada kerugian dana sekitar US$165 juta.
  • Serangan terbesar yakni eksploitasi reentrancy Vyper yang menimpa stable pool Curve Finance, yang menyebabkan kerugian sebesar US$65 juta.
  • Pasar kripto pun merespons serangkaian eksploitasi ini, dengan total kapitalisasi yang anjlok hingga 2%, atau setara dengan kerugian US$30 miliar.
  • promo

Bulan Juli menjadi masa keemasan bagi para peretas dan pelaku eksploitasi kripto, dengan sekitar 50 serangan peretasan yang menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta dolar. Bila bulan Agustus mengalami nasib yang sama buruknya, maka komplotan penjahat siber ini bisa menghambat pemulihan sektor decentralized finance (DeFi).

Berdasarkan data dari perusahaan keamanan blockchain PeckShield, lebih dari 48 peretasan besar telah terjadi pada bulan Juli, dengan total kerugian sekitar US$165 juta.

Luar biasanya, angka ini bahkan tidak mencakup kerugian sebesar US$209 juta yang dikuras dari platform cross-chain bridge Multichain.

Insiden Peretasan Kripto Ambil Alih Kendali

Menurut laporan PeckShield, lima serangan peretasan teratas menyumbang 95% dari total dana yang dicuri bulan lalu, dengan jumlah mencapai US$156 juta. Alhasil, bulan Juli menjadi bulan dengan kerugian akibat peretasan tertinggi kedua setelah Maret, di mana lebih dari US$200 juta raib.

Sementara itu, serangan terbesar yang terjadi adalah eksploitasi reentrancy Vyper yang menargetkan stable pool Curve Finance. Selain itu, sejumlah protokol DeFi lainnya juga terkena dampak, menyebabkan kerugian sekitar US$65 juta.

Parahnya lagi, dampak dari serangan tersebut masih dirasakan sampai sekarang, karena total value locked (TVL) di sektor DeFi telah menyusut US$3,5 miliar sejak insiden itu terjadi.

Kemudian, peretasan terbesar kedua di bulan Juli adalah platform pembayaran kripto CoinsPaid yang kehilangan US$37 juta pada tanggal 22 Juli. Perusahaan tersebut juga telah menuduh kelompok peretas terkenal asal Korea Utara, yaitu Lazarus Group, sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Crypto Hacks and Web3 Security Report July. Source: PeckShield
Peretasan Kripto dan Laporan Keamanan Web3 Bulan Juli | Sumber: PeckShield

(Dis)Honorable Mention

Poly Network kehilangan US$26 juta akibat eksploitasi kontrol akses, sementara AlphaPo merugi US$23 juta dalam serangan serupa.

Sementara itu, De.Fi mengeklaim bahwa kerugian pada bulan Juli jauh lebih besar, menjadikannya sebagai bulan terburuk untuk tahun ini. Mereka mencatat sekitar US$486 juta dalam aset kripto yang hilang bulan lalu.

Namun, platform ini mencakup semua jenis eksploitasi, serangan, dan pelanggaran ringan, termasuk rug pull, peretasan akun media sosial, masalah kontrol akses, dan serangan flash loan.

Begitu memasuki bulan Agustus, serangkaian rug pull meme coin seperti BALD dapat ditambahkan ke dalam daftar kerugian bulan ini. Basis data Rekt milik De.Fi menunjukkan bahwa rug pull terbaru ini berpotensi menyebabkan kerugian sebesar US$23 juta.

Dalam rangka merespons sepekan penuh eksploitasi, pasar kripto mengalami penurunan yang cepat. Bahkan, total kapitalisasinya terpantau sudah turun 2% hanya hari ini (1/8), kini berada di angka US$1,2 triliun. Selain itu, sekitar US$30 miliar telah meninggalkan sektor kripto dalam 12 jam terakhir, seperti yang dilaporkan oleh CoinGecko.

Bagaimana pendapat Anda tentang dampak kasus peretasan di bulan Juli terhadap pemulihan sektor DeFi? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori