Lihat lebih banyak

Justin Sun Konfirmasi HTX dan Heco Chain Alami Peretasan US$97 Juta

3 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • HTX dan Heco Chain mengalami peretasan dengan kerugian kumulatif mencapai sekitar US$97 juta.
  • Justin Sun, afiliasi HTX, berjanji akan sepenuhnya mengkompensasi kerugian yang terjadi pada hot wallet HTX.
  • Adapun HTX telah mengalami peretasan sebanyak 2 kali setelah melakukan rebranding.
  • promo

Crypto exchange HTX (sebelumnya Huobi) dan protokol cross-chain bridge Heco Chain pada hari Rabu (22/11) mengalami peretasan dengan kerugian kumulatif mencapai sekitar US$97 juta.

Justin Sun, tokoh utama di balik blockchain TRON serta crypto exchange HTX dan Poloniex, telah mengonfirmasi aksi peretasan itu. Dalam pernyataannya, Justin Sun berjanji akan sepenuhnya mengkompensasi kerugian yang terjadi pada hot wallet HTX.

Menanggapi insiden ini, Justin Sun mengatakan, “Setoran dan penarikan [di HTX] ditangguhkan sementara. Semua dana di HTX aman, dan komunitas dapat yakin.”

Justin Sun menerangkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki dan mengidentifikasi penyebabnya, serta menyebut HTX akan melanjutkan layanannya.

Ada Dugaan Terjadi Kebocoran Private Key

Sebelumnya, perusahaan keamanan blockchain Cyver menandai transfer mencurigakan senilai US$85 juta.

Serangan itu dinilai disebabkan oleh dugaan kebocoran private key yang memungkinkan para pemegang private key itu dapat mengakses Heco bridge.

Pada gilirannya, pihak yang memiliki akses private key tersebut dapat mentransfer sejumlah aset kripto antara Heco Chain dan Ethereum.

Sebagai informasi, Heco Chain didirikan oleh HTX, yang terus menjadi salah satu pengelolanya. Juru bicara HTX mengatakan bahwa perusahaannya dan Heco Chain beroperasi secara independen.

Poloniex Afiliasi Justin Sun Juga Alami Peretasan

Insiden terbaru ini terjadi setelah eksploitasi HTX sekitar US$8 juta pada 25 September lalu. Saat itu, peretas mampu mencuri sekitar 500 Ether (ETH) dari HTX. Semua kerugian atas insiden itu ditanggung oleh HTX.

Di sisi lain, Poloniex, crypto exchange lain yang terafiliasi dengan Justin Sun, pada 10 November lalu turut mengalami peretasan mencapai sekitar US$114 juta.

Terkait aksi itu, Justin Sun mengaku bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden peretasan tersebut.

“Poloniex mempertahankan posisi keuangan yang sehat dan akan mengganti sepenuhnya dana yang terkena dampak. Selain itu, kami menjajaki peluang kolaborasi dengan crypto exchange lain untuk memfasilitasi pemulihan dana ini,” jelas Justin Sun.

Peretasan HTX Terjadi setelah Rebranding

Sebanyak 2 peretasan yang dialami HTX terjadi setelah mereka melakukan rebranding.

Saat HTX mengalami peretasan pada akhir bulan September lalu,  Changpeng ‘CZ’ Zhao, selaku pendiri dan CEO Binance, berkelakar dengan mengatakan, “[Kejadian ini sekitar] seminggu setelah Anda mengganti nama crypto exchange Anda menjadi [mirip] FTX. Selain bercanda, tim keamanan kami akan membantu melacak dana peretas.”

Memang benar, Huobi pada 13 September lalu resmi berganti nama menjadi HTX dalam perayaan ulang tahun yang ke-10.

Hal ini membuat brand crypto exchange global Huobi memiliki nama yang sangat mirip dengan crypto exchange FTX yang kini telah bangkrut.

Dalam pengumuman resminya, HTX menjelaskan bahwa ‘H’ adalah singkatan dari Huobi. ’T’ mewakili blockchain TRON, dan ‘X’ adalah singkatan dari exchange.

“Melihat HTX melalui kombinasi HT dan X, ‘HT’ mewakili native token Huobi, sedangkan X melambangkan exchange,” jelas pihak Huobi lewat keterangan resminya.

Selain itu, ‘X’ pada HTX juga melambangkan 10 dalam angka Romawi yang bermakna ulang tahun HTX yang ke-10.

“Ini adalah era baru bagi platform dengan sinergi antara HTX, TRON, dan crypto exchange Poloniex [yang terafiliasi dengan Justin Sun]. Ada pula slogan baru, ‘HTX, Just Trade It,” bunyi keterangan dalam situs web Huobi.com.

Sementara itu, Justin Sun menyebut, “Upgrade brand ini adalah untuk upgrade brand dalam bahasa Inggris. Brand Huobi di Cina tetap tidak berubah, dan nama lengkapnya adalah Huobi HTX.”

Rebranding Huobi global menjadi HTX datang setelah crypto exchange itu diterpa sentimen negatif pada awal Agustus lalu.

Pada 5 Agustus lalu, muncul rumor bahwa sejumlah eksekutif Huobi dan TRON telah ‘diselidiki atau ditangkap’ oleh otoritas penegak hukum di Cina. Sebagai respon dari sentimen negatif itu, para pengguna telah menarik sejumlah aset kripto mereka dari Huobi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori