Ingin Kuasai Market Asia Tenggara, YGG SEA Dapat Dukungan BRI Ventures dan Bukalapak

28 April 2022, 01:40 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
28 April 2022, 01:40 WIB
Ringkasan
  • Yield Guild Games South East Asia (YGG SEA) baru-baru ini telah mendapatkan pendanaan US$15 juta dari 2 putaran pendanaan berbeda.
  • Salah satu dari investor yang menyuntikkan dana bagi YGG SEA adalah BRI Ventures dan Bukalapak.
  • Dengan adanya tambahan dana tersebut, YGG SEA berharap dapat mewujudkan ambisinya untuk menguasai pasar di kawasan Asia Tenggara.

Yield Guild Games Southeast Asia (YGG SEA) pada 26 April 2022 mengumumkan telah mengantongi suntikan senilai US$15 juta (Rp217,09 miliar) dalam dua putaran pendanaan yang berbeda termasuk dari BRI Ventures dan Bukalapak.

Dana segar ini akan digunakan untuk meningkatkan adopsi game play-to-earn (P2E) di negara-negara Asia Tenggara. Adapun putaran pendanaan awal YGG SEA dipimpin oleh YGG dan Infinity Ventures Crypto (IVC).

Kemudian, putaran pendanaan lanjutan diikuti oleh Crypto.com Capital, Animoca Brands, MindWorks Ventures, Poloniex, Jump Capital, Sembrani Kiqani (fund milik BRI Ventures), Circle, Digital Currency Group, Hashed, Polygon, dan Bukalapak.

Rombongan investor YGG SEA lainnya termasuk United Overseas Bank (UOB) Venture Management, Arca Funds, Evernew Capital, OKEx Blockdream Ventures, Yolo Ventures, SevenX Ventures, LongHash Ventures, Hashkey Group, Morningstar Ventures, Rise Capital, Dialectic, SweeperDAO, PetRock Capital, DNC Ventures, FBG Capital, dan Emfarsis.

YGG Berharap Dapat Kuasai Market SEA

Jajaran Investor YGG SEA, ada BRI Ventures & Bukalapak

Terkait kucuran investasi ini, CEO Animoca Brands, Robby Yung, mengatakan bahwa pihaknya mendukung YGG SEA dengan model bisnis dan fokus regionalnya.

“Kami percaya YGG SEA akan sangat berkontribusi untuk memasukkan para players ke dunia blockchain di seluruh Asia Tenggara,” kata Robby Yung.

Sementara Bobby Bao selaku Capital Managing Director dari Crypto.com Capital mengatakan bahwa pihaknya dengan senang hati mendukung peluncuran subDAO pertama YGG yaitu YGG SEA.

“Kami percaya bahwa Asia Tenggara akan terus menjadi market terbesar secara global untuk operator game P2E. Bahkan, YGG SEA dengan keahlian operasionalnya akan terus memegang bagian terbesar dari para scholars di kawasan ini,” ungkap Bobby Bao.

Sekilas tentang YGG & YGG SEA

YGG SEA, subDAO pertama dari YGG

YGG sebagai decentralized autonomous organization (DAO) merupakan komunitas bagi para gamers P2E yang didirikan di Filipina pada 2020. Sementara YGG SEA merupakan sub-decentralized autonomous organization (subDAO) dari YGG yang khusus menggarap basis di negara-negara Asia Tenggara.

YGG maupun YGG SEA beroperasi seperti guild yang memperoleh dan mengelola aset virtual non-fungible token (NFT) dari berbagai game P2E untuk menghasilkan cuan dari sana. Caranya, YGG dan YGG SEA akan meminjamkan aset NFT tersebut kepada para players yang tidak mampu membelinya.

Secara sederhana, yang dimaksud dengan scholars merupakan istilah bagi para players yang menerima beasiswa atau telah mendapat restu untuk meminjam item NFT dari suatu guild agar bisa memainkan sebuah game P2E. Sebagai gantinya, sebagian dari porsi penghasilan dalam game yang diperoleh oleh para scholars akan disisihkan untuk guild tersebut.

YGG SEA mengklaim telah memiliki lebih dari 5.000 active scholars dengan sistem bagi hasil sebanyak 70% untuk para scholars.

Selain itu, terdapat lebih dari 40 game P2E dalam koleksi YGG SEA yang dapat dimainkan seperti Axie Infinity, Aavegotchi, Arcadians, hingga Avarik Saga yang ikut dikembangkan oleh orang Indonesia. 

Strategi Ekspansi YGG

Berdasarkan catatan Crunchbase, YGG secara total telah mengumpulkan pendanaan senilai US$22,4 juta (sekitar Rp324,19 miliar) termasuk dari Delphi Digital, Animoca Brands, BITKRAFT Ventures, ParaFi Capital, hingga Andreessen Horowitz (a16z).

Untuk berkembang dengan cepat dan mendalam, memiliki subDAO regional dinilai sebagai kunci dalam pengembangan komunitas dari ekosistem YGG secara keseluruhan. YGG SEA merupakan subDAO regional pertama dari YGG dengan fokus pada para players di Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

subDAO seperti YGG SEA menjadi inti dari strategi ekspansi YGG di seluruh dunia karena dinilai lebih memiliki pengetahuan dan jaringan di tiap kawasan lokal.

Dalam ekosistem YGG, tujuannya bukan hanya untuk menempatkan para players sebagai scholars, tetapi juga menjadi jembatan yang membawa komunitas web2 ke ruang web3 melalui GameFi.

YGG SEA diklaim telah aktif secara agresif dan menciptakan ruang yang aman bagi para scholars untuk memasuki web3 melalui dengan mengandalkan pendekatan yang khas di setiap negara.

Selain pengembangan komunitas, YGG SEA juga berkomitmen untuk mendukung game P2E yang dikembangkan secara lokal di kawasan Asia Tenggara serta memperoleh NFT yang secara unik sesuai dengan kebutuhan dan minat dari basis para players di SEA. Tentu saja, hal ini dinilai juga dapat membantu mempromosikan game-game P2E yang dikembangkan secara lokal untuk bisa go global.

YGG SEA Indonesia Buka Program Scholarship

Menariknya pada 25 April 2022, akun Twitter YGG SEA Indonesia sempat membuka kesempatan bagi gamers Indonesia untuk menjadi scholars YGG SEA. Namun, terdapat seleksi untuk bisa menerima scholarship ini, karena konon ada banyak pendaftar yang berminat.

Dalam link pendaftaran yang sempat diakses Be[In]Crypto Indonesia, batasan minimal umur untuk mendaftar dalam program penerima scholarship YGG SEA adalah 17 tahun. Sejumlah peraturan dari scholarship YGG SEA Indonesia termasuk berkomitmen untuk memainkan game P2E yang termasuk dalam program, minimal 2 jam per hari.

YGG SEA Indonesia juga menyediakan program scholarship lebih dari satu game P2E sebagai hadiah bagi para scholars yang aktif berkontribusi dalam komunitas YGG SEA. Adapun akun game P2E termasuk dalam program scholarship adalah Axie Infinity, WonderHero, atau Karmaverse. Alokasi dari akun-akun game P2E ini akan dibagikan sesuai kuota yang tersedia.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.