Lihat lebih banyak

Jamaika Jadi Negara Pertama yang Sahkan CBDC sebagai Legal Tender

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • CBDC Jamaika akan diluncurkan secara domestik dalam bulan ini.
  • Kehadiran CBDC sebagai alat pembayaran sah di Jamaika bakal merevolusi perekonomian mereka yang bergantung erat terhadap uang tunai.
  • Negara-negara lain di seluruh dunia juga sedang dalam tahap pengembangan & penelitian CBDC.
  • promo

Bank sentral Jamaika secara resmi telah mengakui Jam-Dex, mata uang digital bank sentral (CBDC) mereka, sebagai legal tender di negaranya. Langkah ini sekaligus menjadikan Jamaika sebagai negara pertama yang memiliki CBDC sebagai alat pembayaran sah.

Bank of Jamaica (BoJ), bank sentral Jamaika, telah melegalkan CBDC mereka sebagai langkah untuk menyediakan alternatif bagi perekonomiannya yang berbasis uang tunai.

Menurut laporan, senat Jamaika sudah mengizinkan BoJ untuk menerbitkan CBDC yang bernama Jamaica Digital Exchange (Jam-Dex). Gubernur Bank of Jamaica, Richard Byles, mengatakan bahwa Jam-Dex akan resmi diluncurkan untuk penggunaan domestik dalam bulan ini.

Dolar digital Jamaika itu “… menawarkan alternatif uang kertas dan koin yang lebih aman, nyaman, dan bisa digunakan tanpa rekening bank,” tutur Byles kepada Blockworks.

Fase uji coba terhadap Jam-Dex telah berlangsung sejak Agustus tahun lalu. BeInCrypto sebelumnya pernah melaporkan di tahun ini bahwa CBDC tersebut akan hadir pada kuartal pertama 2022, tapi akhirnya tertunda menjadi kuartal kedua.

CBDC sebagai Solusi Pembayaran Baru di Jamaika

Jonathan Dharmapalan, CEO dari penyedia teknologi CBDC eCurrency, mengonfirmasi langkah pemerintah Jamaika.

“Para legislator di Jamaika semuanya sekarang sudah bulat berpindah ke dolar digital di Jamaika. Anda dapat menggunakan ini untuk membayar apapun di Jamaika. Ini adalah medium pertukaran. Ini adalah medium rekening,” ujar Dharmapalan.

Lebih lanjut, ia mengatakan pula bahwa penting bagi negara-negara lain untuk mulai mengenali jika uang mereka bisa hadir dalam bentuk digital.

“Karena [CBDC] itu digital, Anda tidak perlu ada di tempat yang sama [dan] waktu yang sama untuk mengeksekusi suatu transaksi…Ini benar-benar alat yang hebat,” imbuhnya.

Menurut Jamaica Observer, sebuah organisasi layanan keuangan bernama JMBB Group berniat untuk merilis sejumlah produk baru, seperti point-of-sale, e-commerce, dan solusi pembayaran baru guna memfasilitasi adopsi Jam-Dex.

CBDC ini juga didorong oleh National Commercial Bank (NCB) melalui dompet Lynk mereka, sebagaimana dilansir oleh portal berita tersebut.

Pergerakan CBDC secara Global

Berdasarkan pelacak CBDC milik Atlantic Council, saat ini ada 105 negara yang sedang meneliti atau mengembangkan CBDC. Jumlah tersebut mewakilkan lebih dari 95% GDP global.

Mereka juga melaporkan bahwa 10 negara telah benar-benar meluncurkan CBDC. Di antaranya adalah Nigeria, Bahama, dan sejumlah negara di Kepulauan Karibia. Namun, Jamaikalah negara pertama yang mengesahkannya sebagai legal tender.

Sementara itu, uji coba mata uang digital Cina, e-CNY atau DCEP (digital currency/electronic payment) dijadwalkan berlanjut hingga 2023. Tianjin, Chongqing, Guangzhou, Fuzhou, Xiamen, dan 6 kota lainnya di provinsi Zhejiang ditambahkan ke dalam daftar uji coba pada bulan April lalu.

Amerika Serikat sendiri nampaknya agak sedikit tertinggal dalam perlombaan CBDC ini. Para pembuat kebijakan dan pejabat bank sentral terlihat cukup lambat terhadap pengembangan dolar digitalnya.

Beberapa pihak meyakini bahwa dolar digital bank sentral akan memberikan tingkat kontrol dan pengawasan yang lebih otoriter kepada Federal Reserve atas keuangan masyarakatnya.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

martin-young.jpg
Martin Young
Martin Young adalah jurnalis dan editor cryptocurrency berpengalaman dengan pengalaman lebih dari 7 tahun meliput berita dan tren terkini di bidang aset digital. Dia bersemangat untuk membuat konsep blockchain, fintech, dan makroekonomi yang kompleks dapat dipahami oleh khalayak arus utama.   Martin telah ditampilkan dalam publikasi keuangan, teknologi, dan kripto terkemuka termasuk BeInCrypto, CoinTelegraph, NewsBTC, FX Empire, dan Asia Times. Artikel-artikelnya memberikan analisis...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori