Lihat lebih banyak

Luncurkan Token untuk Biayai Infrastruktur Air, H2O Water Securities Kantongi Investasi US$150 Juta

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • H2O Water Securities dilaporkan telah mengumpulkan suntikan dana segar US$150 juta (Rp2,25 triliun).
  • Dana tersebut diperolehnya dari perusahaan investasi GEM Digital, melalui penjualan token H2ON.
  • H2O Water Securities bertujuan untuk membawa perkembangan yang lebih signifikan dalam infrastruktur air di seluruh dunia dan berharap bahwa solusi yang mereka tawarkan akan meningkatkan ketersediaan air bagi populasi dunia.
  • promo

H2O Water Securities pada hari Senin (4/7) dilaporkan telah mengumpulkan suntikan dana segar US$150 juta (Rp2,25 triliun) dari perusahaan investasi GEM Digital melalui penjualan token H2ON.

Sebagai informasi, perusahaan yang berbasis di Afrika Serikat ini menggabungkan antara keuangan, infrastruktur, dan keahlian dalam pendistribusian dan pengoperasian pembangkit air.

Menurut H2O Water Securities, lebih dari 2 miliar orang atau hampir 30% dari total populasi dunia hidup dalam kondisi kelangkaan air dan jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 50% dari seluruh populasi manusia pada tahun 2030.

Masalah yang semakin memperparah situasi ini adalah kurangnya dana untuk infrastruktur air. Kesenjangan pendanaan global untuk infrastruktur air dapat melebihi US$18 triliun (Rp270.306 triliun) pada akhir 2030, seperti yang disorot dalam laporan OECD.

Grafik wilayah yang mengalami kelangkaan air | H2O Water Securities
Wilayah yang alami kelangkaan air | Sumber: World Resources Institute

H2O Water Securities bertujuan untuk membawa perkembangan yang lebih signifikan dalam infrastruktur air di seluruh dunia dan berharap bahwa solusi yang mereka tawarkan akan meningkatkan ketersediaan air bagi populasi dunia. Sementara itu, token kripto H2ON (Water Network) disebut hanyalah sebagai salah satu sarana untuk mengumpulkan modal dalam rangka membiayai proyek air global.

CEO H2O Water Securities, Julius Setyn, mengatakan, “Fokus dengan token H2ON terutama pada pembiayaan proyek air secara internasional dan tidak terlalu pada rekayasa teknis dan konstruksi proyek semacam itu.”

Sekilas tentang GEM Digital

Bagi GEM Digital, menginvestasikan jumlah dana relatif sangat besar ini akan membuat mereka memiliki token H2ON, yang akan digunakan untuk memandu pendanaan dalam infrastruktur pengiriman air di daerah yang tidak memiliki cakupan akses ke air bersih.

GEM Digital merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Bahama yang mengelola dana sekitar US$3,4 miliar (Rp51,05 triliun). Adapun perusahaan ini mengkhususkan diri dalam investasi alternatif seperti aset digital hingga perangkat ekstraksi sumber daya. GEM Digital sebelumnya turut berinvestasi dalam layanan manajemen aset digital QBNK Holding AB.

Mereka setidaknya telah berinvestasi dalam sejumlah utility token atau token utilitas yang terdaftar di lebih dari 30 crypto centralized exchange (CEX) maupun decentralized exchange (DEX) di seluruh dunia.

GEM Digital sebenarnya juga tidak asing dengan investasi dalam teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kelestarian lingkungan dan kondisi kehidupan bagi umat manusia yang lebih baik.

Portofolio mereka mencakup investasi di Changing World Technologies yang merupakan perusahaan pengolahan limbah makanan, serta c yang memproduksi laser untuk meningkatkan penglihatan.

Token H2ON Lakukan IDO di Bitmart

Token H2ON akan digunakan untuk melunasi tagihan di antara para peserta jaringan H2ON, termasuk operator instalasi air dan para klien mereka.

Dengan mengumpulkan dana untuk membiayai proyek air tersebut, mereka mengklaim dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan para pemasok air untuk mengirimkan ke konsumen baru dibandingkan dengan cara tradisional.

Bertepatan dengan H2O Water Securities yang menerima pendanaan dari GEM Digital, token H2ON juga didaftarkan di launchpad crypto exchange Bitmart untuk melakukan initial DEX offering (IDO) yang dimulai pada 4 Juli 2022.

Berdasarkan whitepaper yang diterbitkan, token H2ON dicetak di blockchain menggunakan protokol BEP20 pada BSC Smart Chain. Total suplai H2ON mencapai 10 miliar token. H2O Water Network mengklaim bahwa suplai total token yang mencapai miliaran itu sebenarnya mewakili kurang dari 1% dari permintaan air di dunia selama 10 tahun.

Adapun token yang ditawarkan dalam IDO ini berjumlah 48.000 H2ON, dengan harga 1 H2oN adalah 1,04 USDT, sementara 1 Ticket yang berisi 96 H2ON bernilai 99,84 USDT. Secondary market terkait token H2ON akan dibuka mulai hari Kamis (7/7) mendatang sehingga masyarakat dapat turut serta berinvestasi dalam infrastruktur air.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori