Lihat lebih banyak

Meme Coin Ini Sudah Terbang 300% di Bulan Maret, Akankah Reli Berlanjut?

2 mins
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Milady Meme Coin (LADYS) naik tajam 300%, membuatnya masuk ke dalam 15 besar meme coin dengan kapitalisasi pasar tertinggi.
  • Para analis menerawang adanya potensi reli LADYS hingga 86%, kendati harus menemui resistance di US$0,0000006416.
  • Di tengah ramainya kisah sukses meme coin, merebak pula kekhawatiran terkait penipuan dan manipulasi pasar.
  • promo

Sepanjang bulan Maret, Milady Meme Coin (LADYS) sudah naik tajam lebih dari 300%, mencatatkan rekor tertinggi baru (ATH) pada hari Rabu (13/3). Saat ini, LADYS berada di antara top 15 meme coin berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$44 juta, LADYS kini menempati posisi ke-293 di antara seluruh aset kripto.

Analisis Ramal Potensi Reli Tambahan 86% untuk LADYS

Kenaikan harga yang terjadi telah melambungkan token ini ke fase pembentukan harga atau discovery phase. Artinya, aksi harga sebelumnya tidak lagi menjadi acuan untuk resistance yang akan datang.

Namun, untuk memprediksi resistance potensial, analis menggunakan level Fibonacci retracement dari rekor ATH sebelumnya ke level terendah. Untuk LADYS sendiri, terdapat resistance penting di US$0,0000006416, yang merupakan level Fibonacci 1,272 yang signifikan. Dengan demikian, LADYS berpotensi naik 86% lagi sebelum berjumpa dengan resistance ini.

Milady Meme Coin (LADYS) Price Performance
Performa Harga Milady Meme Coin (LADYS) | Sumber: TradingView

Meme Coin Masih Jadi Kontroversi

Di samping itu, cerita sukses dari para trader meme coin kerap terdengar. Sebagai contoh, seorang trader berhasil mengubah investasi sebesar US$4 menjadi US$63.400 melalui investasi BALLZ, sebuah meme coin berbasis Solana.

Meskipun begitu, pasar meme coin juga tak luput dari kritik. Sebut saja meningkatnya kekhawatiran mengenai “legit” tidaknya suatu token tertentu, tak terkecuali BALLZ. Terlebih lagi, sebagian pengguna di platform X bahkan telah mengecapnya sebagai “scam terbaru”, mengacu pada praktik penipuan oleh beberapa influencer.

Adapun para influencer yang dituduh mempromosikan token-token yang mencurigakan ini sekarang sedang dalam pengawasan. Terkait hal ini, seorang trader kripto bernama Vasu mengeklaim bahwa mereka memanipulasi pasar dengan cara melakukan dump alias menjual seluruh token secara mendadak kepada para pembeli yang tak menaruh curiga. Parahnya lagi, mereka juga dituding memalsukan popularitas token melalui pembelian via bot.

Vasu menyampaikan lewat cuitannya, “Orang-orang yang mempromosikan (shilling) koin ini semuanya penipu. Jaga diri kalian dan segera blokir mereka.”

Di tengah kontroversi ini, Shiba Inu (SHIB), meme coin terbesar lainnya, tercatat masih bertengger hampir 30% di bawah puncak harga terbarunya.

Terlepas dari volatilitasnya, faktanya kisah sukses di sektor meme coin tak pernah surut. Menurut platform analisis on-chain Spot On Chain, seorang trader cerdas telah berhasil meraup profit fantastis dari aktivitas trading token Shiba Inu secara strategis.

Awalnya, sang trader menginvestasikan 15,2 triliun SHIB dengan 10 ethereum (ETH). Kemudian, ia memanfaatkan harga puncak untuk menyetor sejumlah besar SHIB tersebut ke crypto exchange.

Hingga saat publikasi artikel, sang trader masih memegang 2,6 triliun SHIB dengan perkiraan profit 445%.

Bagaimana pendapat Anda tentang lonjakan tajam harga Milady Meme Coin (LADYS) di bulan Maret ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori