Lihat lebih banyak

Cara dan Tempat Terbaik untuk Beli Ethereum (ETH)

14 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ethereum adalah salah satu blockchain paling populer di dunia. ETH, sebagai native token Ethereum, menjadi salah satu aset kripto terpopuler dan memiliki kapitalisasi pasar terbanyak kedua setelah Bitcoin. Popularitas Ethereum ini akhirnya membuat banyak investor dari berbagai kalangan tertarik untuk beli ETH.

Exchange Terbaik untuk Beli Ethereum (ETH)

OKX

Bonus pengguna baru terbaik
OKX
BELI ETH DI OKX
Jangkauan Seluruh dunia, kecuali AS
Biaya deposit 0
Biaya trading Mulai dari 0,08%

BYDFi

Beli Kripto tanpa KYC
BYDFi
BELI ETH DI BYDFI
Ketersediaan 150+ negara
Biaya deposit Gratis
Biaya trading 0,10% – 0,30% untuk spot

Kraken

Antarmuka terbaik
Kraken
BELI ETH DI KRAKEN
Ketersediaan 190+ negara
Biaya deposit $20 untuk USD
Biaya trading Mulai dari 0,16%

Kondisi blockchain Ethereum yang terus berkembang, dengan berbagai jenis decentralized applications (dApps) di dalamnya, membuat harga ETH pun terus terapresiasi di pasaran. Alhasil, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak investor untuk terus mengoleksinya.

Bukan cuma itu, setiap pemegang ETH juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan passive income dari aset kripto tersebut. Para investor ETH bisa memanfaatkan fitur staking untuk mendapatkan hadiah ataupun bertindak sebagai liquidity provider melalui aktivitas yield farming.

Oleh karena itu, tak aneh jika akhirnya arus beli Ethereum tidak pernah terlihat surut. Pada saat penulisan, volume perdagangan ETH mencapai US$8,3 miliar—berada di bawah Bitcoin (BTC) dan Tether (USDT), yang masing-masing memiliki volume perdagangan mencapai US$14,20 miliar dan US$12,18 miliar per hari.

Yuk, kenal lebih dekat lagi dengan Ethereum, beserta dengan cara dan tempat terbaik untuk mendapatkan ETH!

Tutorial Cara Beli Ethereum di Exchange

Sekarang kita akan mempelajari langkah untuk beli Ethereum. Ilustrasi ini menggunakan crypto exchange OKX versi web di peramban (browser) Google Chrome.

Masuk ke Akun OKX

Langkah pertama, tentu saja kamu perlu login ke akun OKX milikmu terlebih dulu. Jika belum punya akun OKX, kamu bisa membuatnya lewat tautan ini untuk mendapatkan bonus selamat datang hingga US$10.000.

Selanjutnya, kamu perlu melakukan verifikasi identitas (know-your-customer / KYC). Dalam tahap ini, kamu akan diminta untuk mengisi data pribadi, serta mengunggah foto diri dan tanda pengenal. Proses KYC di OKX tergolong cukup cepat, yakni sekitar 2 menit saja.

Klik Beli Kripto > Beli Cepat

Setelah masuk ke akun OKX, pergilah ke laman utama platform. Di sini, kamu bakal melihat menu “Beli Kripto” di bagian kiri atas situs. Klik menu tersebut, lalu pilih opsi “Beli Cepat”.

Kemudian, kamu akan diarahkan pada laman pembelian kripto. Karena kita ingin beli Ethereum, maka di kolomnya kita pilih ETH. Lalu, masukkan nominal yang ingin kamu beli dalam bentuk rupiah. Misalnya, kamu ingin membeli sebanyak Rp500.000, maka di kolom bagian bawah akan langsung memperlihatkan jumlah ETH yang kamu dapatkan.

Beli Ethereum ETH di OKX dengan fitur Beli Cepat

Kamu juga bisa melakukan hal sebaliknya. Anggap saja, kamu ingin beli 0,05 ETH, maka kamu bisa mengetik jumlahnya di kolom, dan sistem OKX akan secara otomatis menampilkan nilai rupiah yang harus kamu bayarkan untuk membeli ETH dalam jumlah tersebut.

Jika jumlahnya sudah sesuai, klik tombol “Beli ETH”.

Pilih Metode Pembayaran

Langkah berikutnya dalam tutorial beli Ethereum ini adalah dengan memilih opsi pembayaran. Urutan teratas biasanya memberikan harga terbaik. Tetapi, kamu bisa memilih opsi pembayaran lainnya; seperti digital wallet DANA ataupun kartu kredit dan debit.

Apabila kamu sudah memilih metode pembayaran, klik tombol “Berikutnya” yang ada di bagian paling bawah.

Selesaikan Pembayaran

Sesudah mengeklik tombol “Berikutnya”, kamu akan dialihkan ke laman yang memperlihatkan berapa banyak stablecoin USDT yang diperlukan untuk beli ETH. Sebagai informasi, beli Ethereum lewat fitur “Beli Cepat” di OKX menggunakan skema crypto-to-crypto. Maka dari itu, mata uang fiatnya akan dikonversi secara otomatis ke dalam bentuk stablecoin USDT, lalu jumlah USDT tersebut akan dikonversi secara otomatis ke dalam bentuk ETH.

Di laman ini, kamu akan bisa melihat kurs konversi dari USDT ke ETH beserta toleransi selisih harga dari pembelian. Bila kamu sudah setuju dengan harga kuotasinya, segera klik tombol “Beli USDT” di bagian bawah, karena kamu hanya punya waktu kurang satu menit untuk mendapatkan Ethereum dalam harga yang tertera.

Selesaikan pembayaran sesuai dengan instruksi yang tertera, dan sistem OKX akan mengkreditkan Ethereum ke akunmu sesuai dengan jumlah yang dibeli. Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit terhitung setelah menyelesaikan pembayaran. Kamu bisa mengecek apakah saldo Ethereum sudah masuk atau belum di menu “Aset Saya”.

Beli Ethereum secara P2P

Selain menggunakan fitur Beli Cepat, ada cara lain yang bisa kamu tempuh untuk beli Ethereum di OKX, yakni dengan menggunakan perdagangan peer-to-peer (P2P). Dalam opsi ini, kamu bisa langsung beli Ethereum atau aset kripto lainnya dari pengguna lain yang menjual aset kripto mereka secara personal di platform OKX.

Klik Beli Kripto > Trading P2P

Untuk mengakses layanan pembelian P2P di OKX, klik menu “Beli Kripto” dan pilih “Trading P2P”. Di laman ini, pilihlah aset kripto yang ingin kamu beli, yaitu ETH. Nantinya, kamu akan melihat daftar penjual P2P yang tersedia. Kamu bebas memilih penjual mana pun sesuai dengan preferensi. Dalam menentukan penjual mana yang tepat, kamu bisa memperhatikan beberapa hal; seperti tingkat kesuksesan transaksi, batas order, kurs yang disediakan, dan metode pembayaran yang didukung.

Beli Ethereum ETH di OKX dengan metode P2P

Sebagai catatan, layanan P2P di OKX bagi pengguna Indonesia hanya mendukung beberapa aset kripto tertentu, antara lain: USDT, DAI, USDC, BTC, dan ETH. Namun, kamu tak perlu khawatir, bila aset kripto yang ingin dibeli tak tersedia dalam pilihan, kamu bisa membeli salah satu dari aset kripto dalam daftar tersebut, kemudian gunakan fitur konversi untuk mengubahnya menjadi aset kripto yang kamu inginkan.

Di mana Kita Bisa Beli Ethereum (ETH)?

DeFi Ethereum Upgrade Shapella Shanghai Hard Fork dApp

Untuk mendapatkan Ethereum, kita bisa membelinya di beberapa jenis exchange, baik decentralized exchange (DEX) maupun centralized exchange (CEX).

Decentralized Exchange (DEX)

DEX merupakan platform perdagangan yang dibangun pada jaringan blockchain terbuka. Di DEX pengguna bisa melakukan jual atau beli Ethereum tanpa memerlukan perantara atau pihak ketiga.

Selain itu, dengan menggunakan DEX, setiap pengguna bisa memegang kekuasaannya secara penuh, karena pelayanannya didistribusikan ke pengguna, bukan digenggam oleh otoritas terpusat.

Kelebihan Beli Ethereum di DEX

  • Biaya transaksi lebih rendah dan transparan, karena besaran biasa bergantung dengan nilai transaksi dan biaya jaringan
  • Privasi lebih baik, karena pengguna bisa berinteraksi secara langsung menggunakan private key tanpa harus melewati proses know-your-customer (KYC) dan anti-pencucian uang (AML).

Kekurangan Beli Ethereum di DEX

  • Beberapa DEX memiliki prosedur yang cukup rumit, sehingga membuatnya kurang cocok untuk investor pemula
  • Likuiditas aset kripto yang diperdagangkan biasanya lebih rendah dari CEX

Centralized Exchange (CEX)

CEX adalah platform terpusat yang mengatur jalannya perdagangan. Entitas yang menjalankan bisnis sebagai CEX bertindak sebagai perantara atau pihak ketiga yang memfasilitasi penyimpanan aset dan pengaturan transaksi kripto

Banyak platform CEX yang sudah teregulasi, sehingga secara penggunaan, perdagangan kripto di CEX tergolong lebih aman bagi pengguna.

Kelebihan Beli Ethereum di CEX

  • Diklaim lebih aman, karena untuk bisa bertransaksi pengguna harus mematuhi beberapa syarat yang berhubungan dengan aturan anti-pencucian uang (AML)
  • Proses transaksi lebih mudah, cocok untuk investor mula
  • Memiliki payung hukum yang jelas di beberapa negara

Kekurangan Beli Ethereum di CEX

  • Tidak semua negara bisa mengakses, tergantung regulasi di masing-masing yurisdiksi
  • Biaya transaksi biasanya lebih besar dari DEX.

BaiK DEX maupun CEX memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung dari preferensi dan juga kebutuhan kamu untuk mengakses kripto. Tetapi, bagi pengguna yang tergolong investor mula dan ingin mengenal lebih jauh tentang kripto, CEX merupakan pilihan terbaik yang bisa dimanfaatkan.

5 Exchange Terbaik untuk Beli Ethereum

Berikut ini adalah daftar exchange terbaik untuk beli Ethereum (ETH):

1. OKX


OKX memiliki fitur yang lengkap untuk menjelajah ekosistem kripto. Platform kripto yang didirikan oleh Star Xu itu menyediakan 93 opsi mata uang fiat, termasuk rupiah, untuk beli Ethereum ataupun aset kripto lainnya.

Selain itu, OKX juga sudah menggandeng beberapa lembaga keuangan tradisional (TradFi) dan digital wallet, seperti OVO, untuk memudahkan proses pembayaran. Di samping transfer bank dan digital wallet, kamu pun dapat memakai kartu debit ataupun kredit untuk membeli aset kripto idaman.

Terdapat lebih dari 350 aset kripto yang bisa kamu beli di OKX—termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Polygon (MATIC), dan Dogecoin (DOGE). Menariknya lagi, OKX menyediakan fasilitas wallet OKX Wallet untuk menyimpan aset kripto milikmu, yang juga terintegrasi dengan marketplace NFT OKX.

Tidak hanya trading, OKX juga menyediakan fitur lain, seperti staking dan tabungan Earn, sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

Untuk biaya perdagangan spot, OKX memiliki biaya transaksi yang berjenjang, mulai dari 0,080% hingga 0,005% untuk maker dan 0,100% hingga 0,020% untuk taker.

2. Kraken


Sejak berdiri pada tahun 2011 sampai dengan sekarang, Kraken sudah memiliki dan mengelola lebih dari 9 juta traders. Proses beli Ethereum ataupun aset kripto lainnya juga bisa dilakukan secara mudah di Kraken. Sejauh ini, Kraken menyediakan transaksi dengan 8 pilihan mata uang fiat, yaitu: GBP, EUR, USD, CAD, JPY, CHF, AUD, dan AED.

Pengguna bisa memperdagangkan aset kripto; seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), dan lebih dari 200 aset kripto lainnya. Crypto exchange ini juga memiliki platform Kraken Pro yang menyediakan fitur lebih dalam untuk trader crypto profesional.

Selain itu, Kraken menyediakan perdagangan margin dan derivatif bagi pengguna yang memiliki strategi trading crypto khusus.

3. BYDFi


BYDFi bisa menjadi salah satu pilihan untuk beli Ethereum termudah di CEX. Salah satu keunggulannya adalah user interface yang digadang-gadang intuitif dan canggih, sehingga cocok untuk investor pemula yang ingin mengerti lebih dalam tentang kripto.

Di samping itu, BYDFi memberikan opsi untuk tidak melakukan verifikasi know-your-customer (KYC) saat akan melakukan perdagangan. Pengguna hanya membutuhkan alamat email atau nomor ponsel untuk melakukan registrasi.

4. Changelly


Sama seperti crypto exchange lainnya, Changelly menyediakan layanan pembelian kripto dengan mata uang fiat, termasuk rupiah. Metode pembayarannya juga cukup beragam. Kamu bisa beli Ethereum menggunakan kartu kredit, debit ataupun Apple Pay di Changelly.

Selain itu, untuk beli Ethereum dengan rupiah di Changelly juga tidak memerlukan verifikasi identitas. Hal itu juga yang membuat platform ini disebut sebagai crypto exchange instan non-custodial, yang bertindak sebagai perantara antara beragam exchange dan pengguna.

Bagi kamu yang ingin menikmati fitur lebih lengkap, Changelly menyediakan Changelly PRO, yang merupakan versi CEX mereka. Tak hanya beli Ethereum, di Changelly PRO, kamu pun bisa melakukan trading dengan leverage.

Terlepas dari berbagai fiturnya, Changelly adalah salah satu crypto exchange yang mendapatkan banyak ulasan positif berkat layanan pelanggannya yang cepat dan tanggap.

5. Binance


Binance merupakan crypto exchange terbesar di dunia dari segi volume perdagangan. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao (CZ) itu sudah memiliki ekosistem blockchain sendiri, yaitu BNB Smart Chain (BSC), serta menawarkan layanan mining pool dan staking.

Selain Ethereum, kamu juga bisa beli lebih dari 350 aset kripto lainnya di Binance. Fitur yang ditawarkan merupakan layanan tingkat lanjut yang cocok digunakan untuk investor yang sudah berpengalaman di dunia kripto.

Media pembayaran yang tersedia di Binance hampir mirip dengan platform lain. Pengguna bisa memilih untuk menggunakan kartu kredit, debit ataupun digital wallet.

Adakah Cara Lain untuk Mendapatkan Ethereum, selain Beli di Exchange?

Di samping beli di exchange, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan Ethereum, sebagai berikut:

Reward Staking

Sebelumnya, fitur unstaking ini belum ada semenjak staking hadir dalam peluncuran Beacon Chain pada Desember 2020.

Seperti dijelaskan sebelumnya, ETH juga bisa dijadikan sarana untuk mendapatkan penghasilan tambahan lewat mekanisme staking.

Staking Ethereum merupakan penguncian sejumlah aset ETH dalam blockchain untuk mendukung proses validasi transaksi di jaringan Ethereum sekaligus menjaga agar Ethereum tetap aman. Pihak yang melakukan staking akan mendapatkan imbalan berupa sejumlah ETH.

Sampai dengan saat penulisan, sebanyak 27.642.266 ETH sudah digunakan untuk staking dengan rata-rata tingkat bunga tahunan (APR) 3,5%

Terdapat beberapa opsi staking yang bisa kamu pilih, sesuai dengan kemampuanmu. Setiap model staking Ethereum memiliki reward yang berbeda, karena besaran jumlah aset yang dikunci juga berbeda.

Solo Staking

Mekanisme solo staking menjadikan kamu sebagai validator Ethereum. Oleh karena itu, jumlah ETH yang dikunci juga cukup banyak, yakni minimal 32 ETH (setara dengan Rp844,98 juta menurut kurs saat penulisan), untuk setiap validator.

Sebagai validator, kamu bertanggung jawab menyimpan data, memproses transaksi, dan menambahkan blok baru ke blockchain. Maka dari itu, dalam solo staking, kamu memerlukan perangkat keras dan menjamin tidak akan ada offline dalam prosesnya, karena terdapat penalti yang harus dibayarkan ketika hal itu terjadi. Dari setiap proses, kamu akan mendapatkan imbalan berupa ETH baru.

Staking as a service

Jika tidak ingin berhubungan dengan perangkat keras, namun tetap ingin menjadi validator, maka staking as a service adalah opsi yang layak untuk kamu coba. Jumlah Ethereum yang dikunci sama dengan solo staking, yakni 32 ETH, tapi kamu tidak perlu repot berurusan dengan hal teknis.

Mekanismenya adalah kamu akan mendelegasikan proses teknis tersebut ke pihak ketiga, yang akan bertindak atas namamu. Akan tetapi, biasanya terdapat biaya bulanan yang harus dibayarkan ke pihak tersebut.

Pooled Staking

Pooled staking cocok untuk kamu yang memiliki likuiditas terbatas. Pasalnya, jumlah ETH yang digunakan dalam mekanisme pooled staking kurang dari 32 ETH.

Dalam mekanisme pooled staking, setiap pemegang ETH menggabungkan sumber dayanya untuk meningkatkan peluang dalam memvalidasi blok. Namun, karena itu jugalah, setiap reward dari pooled staking juga akan dibagi berdasarkan kontribusi dari masing-masing pihak terhadap pool.

Beli Ethereum Langsung di Wallet

Ethereum SEC Dokumen William Hinman Gary Gensler Vitalik Buterin Ripple XRP

Cara lain untuk mendapatkan Ethereum, selain lewat jual beli ETH, adalah dengan membelinya langsung di crypto wallet.

Selain untuk menyimpan aset, sejumlah crypto wallet kini sudah menyediakan layanan untuk langsung membeli aset kripto tanpa harus berpindah platform. Salah satu crypto wallet yang populer digunakan untuk langsung beli Ethereum adalah MetaMask.

Tentunya, fitur ini menjadi sangat memudahkan pengguna, karena MetaMask adalah wallet yang banyak dipakai untuk menjelajahi ekosistem di Ethereum. Dengan demikian, pengguna tak perlu repot untuk memindahkan ETH mereka dari exchange ke wallet MetaMask.

Bekerja untuk DAO

Ilustrasi DAO | BeInCrypto

Opsi lain yang bisa juga kamu jajal sebagai cara untuk mendapatkan Ethereum adalah dengan bekerja di decentralized autonomous organization (DAO) ataupun entitas lain yang bersedia membayar upah dalam bentuk ETH.

Namun, sepertinya hal ini tidak ada di Indonesia. Pemerintah Tanah Air melarang setiap transaksi pembayaran di dalam negeri yang menggunakan mata uang kripto. Menurut aturan Bappebti, aset kripto hanya legal sebagai instrumen investasi.

Meski begitu, seiring dengan menjamurnya era work from anywhere, terutama di sektor Web3, kamu masih bisa mendapatkan upah ETH dengan bekerja pada entitas asing. Selain bisa mendapatkan ETH, bekerja untuk DAO kamu juga bisa menjadi cara bagimu dalam memperluas peluang kolaborasi dengan komunitas global.

Mendapatkan Ethereum dari Bug Bounty Program

Arkham Intelligence mengungkap anonimitas blockchain dengan token crypto ARKM

Selain berbagai cara yang telah disebutkan di atas, kalau kamu punya keahlian khusus di bidang teknologi, kamu juga bisa mendapatkan Ethereum dari hadiah kompetisi atau program bounty.

Sejauh ini, Ethereum menyediakan bug bounty program bagi siapa saja yang bisa menemukan bug di lapisan protokol konsensus dan klien. Tidak tanggung-tanggung, hadiah yang pihak Ethereum siapkan mencapai US$250 ribu!

Wallet Terbaik untuk Simpan ETH Milikmu

Simpan Ethereum di wallet ETH Terbaik

Setelah mendapatkan Ethereum dari beberapa opsi di atas, kamu bisa menyimpannya di crypto wallet. Secara umum, terdapat dua jenis wallet Ethereum yang bisa kamu gunakan, yakni hot wallet dan cold wallet.

Hot wallet adalah jenis wallet yang terhubung ke internet secara terus menerus. Kamu secara mudah bisa memantau atau mengirim aset kripto kapan saja dan di mana saja. Namun, karena terhubung ke internet, risiko serangan siber mungkin saja terjadi dan berdampak pada aset yang tersimpan di wallet milikmu.

Beberapa hot wallet yang bisa kamu gunakan dengan aman untuk menyimpan Ethereum adalah MetaMask, Trust Wallet, ZenGo; dan wallet bawaan dari exchange, seperti OKX Wallet.

Sementara itu, cold wallet adalah jenis wallet dianggap lebih aman dari serangan siber, karena tidak terus terhubung ke internet. Cold wallet biasanya berbentuk seperti USB stick yang bisa kamu hubungkan ke PC ataupun laptop untuk mengaksesnya.

Saat ini, tersedia beragam cold wallet yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan Ethereum. Sejumlah merek cold wallet yang populer adalah Trezor, Ledger, dan SafePal.

Sekilas tentang Ethereum

Ethereum merupakan jaringan blockchain yang didirikan oleh delapan orang ahli crypto. Mereka adalah Vitalik ButerinGavin Wood, Jeffrey Wilcke, Joseph Lubin, Anthony Di Lorio, Mihai Alisie, Amir Chetrit, dan Charles Hoskinson. Namun, dalam perjalanannya, hanya Buterin yang menjadi orang terakhir di Ethereum.

Sebelum akhirnya meluncur ke publik, para pendiri Ethereum sudah merilis white paper terkait jaringan terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak melalui teknologi smart contract di 2013. Saat itu, mereka masih belum memperkenalkan native token ETH ke publik.

Baru pada Juli 2014, Ethereum Foundation, organisasi nirlaba untuk mendorong pengembangan blockchain Ethereum, mulai menjalankan skema crowdsale dengan menjual native token ETH kepada masyarakat.

Melalui laman ethereum.org, investor yang ingin memilikinya bisa menukarnya dengan Bitcoin dengan harga diskon, yakni 2.000 ETH untuk 1 BTC. Ethereum Foundation memberikan garis waktu selama 14 hari bagi siapa saja yang ingin memiliki token ETH di harga tersebut. Setelah itu, harganya akan naik menjadi 1.337 ETH untuk 1 BTC untuk jangka waktu 42 hari.

Publik ternyata merespon kehadiran native token ETH dengan positif. Maju ke tahun 2023, kini harganya sudah melonjak fantastis. Saat ini, setiap 1 BTC setara dengan 17,17 ETH.

Kemudian, dalam perkembangannya, jaringan Ethereum pun menciptakan standar token mereka sendiri, yakni ERC-20 sebagai token yang bisa dipertukarkan (fungible token), dan ERC-721 sebagai token yang tidak bisa dipertukarkan atau yang kini kita kenal sebagai non-fungible token (NFT).

Dengan sifatnya sebagai jaringan terbuka, banyak pihak yang memanfaatkan Ethereum untuk mengembangkan proyeknya, termasuk membuat token ERC-20 mereka sendiri. Beberapa proyek kripto populer yang berdiri di blockchain tersibuk di dunia itu adalah layer-2 Polygon (MATIC) dan meme coin Shiba Inu (SHIB).

Tokenomics Ethereum

Total pasokan Ether saat ini mencapai 120.265.519,43 ETH. Jumlah itu dikontribusikan dari hadiah blok penambangan (mining block reward) sebanyak 47.223.894,59 ETH, hadiah uncle mining sebanyak 3.139.986,13 ETH, dan Eth2 Staking Rewards sebanyak 1.538.467,12 ETH.

 Distribusi Ether | Sumber: Etherscan

Sejak awal pendistribusian, sekitar 83,13% ETH sudah dialokasikan ke Ethereum crowdsale dan 16,68% sisanya untuk Ethereum Foundation serta kontributor awal.

Alokasi Ether | Sumber: CoinGecko

Use Case Ethereum

Dalam lingkup operasional, Ether adalah satu-satunya mata uang kripto yang digunakan untuk membayar biaya transaksi (gas fee) di jaringan blockchain Ethereum. Selain itu, native token ETH juga memiliki utilitas bagi penggunanya untuk membangun dan mengoperasikan aplikasi terdesentralisasi alias decentralized applications (dApps).

Berbagai kasus penggunaan (use case) inilah yang pada akhirnya berkontribusi untuk mengerek harga ETH di pasaran dan membuatnya menjadi salah satu investasi menarik, baik dalam jangka panjang maupun pendek. Jika kita melihat pergerakan harganya, sejak Agustus 2015 sampai dengan saat ini, harga Ethereum sudah terdongkrak sangat jauh, yakni dari US$2,83 per ETH menjadi US$1.813,3 per ETH pada saat penulisan.

Tidak hanya itu, Ether juga bisa menjadi sarana untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui staking dan yield farming.

Kesimpulan

Sebagai salah satu mata uang kripto terpopuler, saat ini tersedia berbagai macam cara untuk mendapatkan Ethereum dengan cepat dan mudah. Kamu bisa memilih untuk beli Ethereum di crypto exchange, beli langsung di wallet, atau menempuh opsi lainnya; seperti staking atau mengikuti bug bounty program.

Bagi kamu yang ingin beli Ethereum lewat crypto exchange, saat ini ada banyak sekali crypto exchange yang bisa kamu pilih. Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakannya, pastikan bahwa crypto exchange tersebut memiliki fitur keamanan yang lengkap dan memiliki reputasi yang baik. Di samping itu, bila crypto exchange tersebut sudah mempublikasikan laporan proof-of-reserves (PoR), juga bisa menjadi nilai tambah dalam mengambil keputusan.

Pada dasarnya, pilihlah exchange yang sesuai dengan kebutuhan kamu untuk beli Ethereum. Sebagai contoh, andaikan kamu adalah investor pemula, maka pilihlah exchange yang memang ramah untuk pemula. Pasalnya, ada beberapa platform dengan fitur tingkat lanjut, sehingga kemungkinan investor pemula akan kesulitan dan berujung tidak bisa memaksimalkan seluruh fiturnya. Kemudian, untuk menghemat biaya, kamu pun bisa mengecek besaran biaya transaksi, baik biaya taker atau maker, sebelum bertransaksi. Selamat berinvestasi!

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bagaimana cara beli Ethereum?

Bagaimana cara mencairkan Ethereum ke rupiah?

Apakah ETH legal?

Berapa harga 1 ETH ke rupiah?

Siapa pembuat ETH?

Platform kripto terbaik di Indonesia | April 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori