Lihat lebih banyak

Anti Ribet! Ini Tutorial Lengkap Cara Beli Ethereum (ETH) di MetaMask Pakai Rupiah

10 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ethereum adalah salah satu jaringan blockchain populer yang memiliki banyak use case. Oleh karena itu, banyak investor yang tertarik untuk membeli Ether (ETH), native token dari blockchain Ethereum, sebagai salah satu investasi. Proyek yang meluncur sejak tahun 2015 itu sukses diterima oleh pasar. Hal ini terlihat dari kapitalisasi pasarnya yang mencapai US$187,7 miliar dan berada di peringkat 2 dalam ranking cryptocurrency global, tepat di bawah Bitcoin (BTC). Yuk, mengenal lebih dekat tentang cryptocurrency yang juga dijuluki sebagai “minyak digital” ini, dan bagaimana cara beli ETH di MetaMask, salah satu crypto wallet paling tersohor saat ini.

Exchange Terbaik untuk Beli Ethereum (ETH)

OKX

Bonus pengguna baru terbaik
OKX
BELI ETH DI OKX
Jangkauan Seluruh dunia, kecuali AS
Biaya deposit 0
Biaya trading Mulai dari 0,08%

BYDFi

Beli Kripto tanpa KYC
BYDFi
BELI ETH DI BYDFI
Ketersediaan 150+ negara
Biaya deposit Gratis
Biaya trading 0,10% – 0,30% untuk spot

Kraken

Antarmuka terbaik
Kraken
BELI ETH DI KRAKEN
Ketersediaan 190+ negara
Biaya deposit US$20 untuk USD
Biaya trading Mulai dari 0,16%

Bagaimana Cara Beli ETH di MetaMask?

Kalau kamu tertarik untuk beli ETH di MetaMask, namun masih bingung cara melakukannya, tak perlu khawatir. Di bagian ini, kita akan membahas langkah-langkah cara beli ETH di MetaMask dengan mudah di Ethereum Mainnet. Dalam tutorial ini, kita menggunakan peramban (browser) Google Chrome.

1. Buat Akun MetaMask

Langkah pertama adalah dengan membuat akun MetaMask di browser. Saat ini, aplikasi MetaMask tersedia untuk browser Google Chrome, Firefox, Brave, Edge, dan Opera. Selain itu, ponsel pintar yang menggunakan sistem operasi Android maupun iOS juga menyediakan aplikasi MetaMask.

Saat membuat akun MetaMask, kamu akan mendapatkan secret recovery phrase (SRP) untuk mengamankan akunmu. Pastikan bahwa SRP tersebut tersimpan aman di tempat yang tidak terhubung dengan internet.

Sebelum melanjutkan, tautkan terlebih dahulu wallet dengan akun MetaMask milikmu.

Baca panduan lengkap membuat wallet Metamask di Cara Daftar Akun Metamask Wallet

2. Klik Tombol “Buy”

Setelah memiliki akun, masuk ke laman utama MetaMask, lalu klik tombol “Buy”. Dari situ, kamu akan dibawa untuk memilih negara tempat kamu berada. Bagi yang berada di Indonesia, bisa ketik “Indonesia” agar mendapatkan pilihan pembayaran yang sesuai.

Pilih negara tempat tinggal sebelum mulai beli ETH di MetaMask

3. Pilih Metode Pembayaran

Setelahnya, kamu akan diminta untuk memilih metode pembayaran. Sejauh ini, metode pembayaran yang tersedia di MetaMask ada 2 jenis, yaitu pembayaran dengan kartu debit/kredit Visa atau Mastercard dan pembayaran melalui transfer bank. Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan metode pembayaran dengan kartu debit/kredit.

Saat beli ETH di MetaMask, pengguna bisa membayar dengan kartu debit/kredit berlogo Visa dan Mastercard atau lewat transfer bank

4. Masukkan Nominal ETH yang Ingin Kamu Beli

Proses selanjutnya dalam tutorial cara beli ETH di MetaMask ini adalah dengan memasukkan jumlah nominal ETH yang ingin kamu beli. Kamu bisa mengarahkan kursor dan mengetik jumlah dana yang diinginkan, bisa dalam bentuk rupiah maupun dalam bentuk mata uang fiat lainnya.

Klik menu Gas Price (ikon mesin isi bahan bakar) untuk mendapatkan informasi biaya transfer paling murah. Kamu bisa memilih berbagai jaringan—mulai dari Ethereum, Optimism, Cronos, BNB Chain, Polygon hingga Fantom—sesuai dengan kebutuhanmu.

Di sebelah kanan laman, kamu akan melihat “Quote” atau nilai kuotasi dari mitra pihak ketiga MetaMask untuk layanan pembayaran. Sebenarnya, MetaMask berekan dengan beberapa perusahaan pemroses pembayaran, seperti Transak dan MoonPay, tapi ketersediannya bergantung pada wilayah dan mata uang yang pengguna pilih. Karena dalam tutorial cara beli ETH MetaMask ini kita ingin menggunakan mata uang rupiah, hanya tersedia 1 penyedia layanan, yakni Transak.

Apabila kamu sudah setuju dengan harga kuotasi, segera klik, sebab harga kuotasi hanya berlaku beberapa detik dan akan diperbarui setelah waktu tunggunya habis. Oleh karena itu, harganya bisa jadi berubah dalam kuotasi berikutnya.

5. Klik “Buy ETH

Berikutnya, kamu akan diarahkan ke laman Transak. Laman ini menampilkan informasi nominal beli ETH yang sudah ditambah dengan beberapa biaya; seperti biaya dari Transak, biaya MetaMask, dan biaya jaringan. Jika semuanya sudah sesuai, klik tombol “Buy ETH”.

6. Cek Saldo ETH yang sudah Kamu Beli

Kini kita sudah memasuki langkah terakhir dalam tutorial cara beli ETH di MetaMask ini. Transak akan meminta kamu untuk melakukan verifikasi KYC dengan mengisi data diri; meliputi alamat email, nomor telepon, dan detail nomor kartu kredit/debit. Setelah proses pembayaran selesai, kamu tinggal menunggu ETH yang dibeli masuk ke saldo MetaMask. Menurut informasi dari MetaMask, Transak akan memproses pembayaran dalam 5 hingga 10 menit. Kamu bisa mengecek saldo ETH secara berkala di menu Dashboard.

Apa Itu MetaMask?

Web3 Hot Wallet MetaMask

MetaMask adalah crypto wallet buah karya Consensys, perusahaan infrastruktur blockchain yang didirikan oleh Joseph Lubin, salah satu pendiri Ethereum. Latar belakang Lubin sebagai jebolan Ethereum membuat MetaMask lebih mudah terintegrasi ke dalam jaringan tersebut, serta mampu menavigasi pengembangan MetaMask agar sepenuhnya mendukung transaksi di jaringan Ethereum. Alhasil, hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi MetaMask dalam mengembangkan bisnisnya.

Terlepas dari itu, visi MetaMask adalah untuk mendemokratisasi akses ke Web3 dan mengubah internet menjadi perekonomian dunia dengan memberdayakan individu.

Sejak awal pengembangan, Consensys memang sudah berniat untuk mejadikan MetaMask sebagai aplikasi wallet super yang mampu membantu banyak pihak menjelajah ekosistem Web3. Oleh karena itu, tidak hanya jaringan Ethereum yang bisa kompatibel dengan MetaMask, beberapa blockchain lain; seperti Polygon, Binance Smart Chain (BSC), Avalanche, Fantom, Celo, Optimism, dan Arbitrum sudah terintegrasi dengan MetaMask.

Terbukti di tahun 2022 kemarin, MetaMask mampu menembus angka 100 juta pengguna. Padahal, di periode tersebut, pasar sedang bergerak landai. Ke depannya, MetaMask berambisi untuk bisa mengelola 1 miliar pengguna.

Mengapa Banyak Orang Beli ETH di MetaMask?

Channel Pembelian yang Luas

MetaMask juga memiliki banyak saluran (channel) pembayaran, misalnya dompet digital Apple Pay, Google Pay, dan PayPal. Selain itu, MetaMask juga melayani pembelian menggunakan metode transfer bank, serta pembayaran berbasis kartu kredit atau debit berlogo Visa dan Mastercard. Ragam opsi pembayaran inilah yang membuat beli ETH di MetaMask kian mudah.

Beli dan Pakai ETH dalam Satu Platform

Seperti yang sudah disampaikan di atas, luasnya akses MetaMask ke ekosistem blockchain, termasuk Ethereum, menjadi nilai tambah bagi para penggunanya. Dengan memiliki akun MetaMask, setiap pengguna bisa menjelajah 17 ribu aplikasi yang ada di dalam ekosistem Web3 dan mengelola saldo cryptocurrency mereka secara mandiri. Maka dari itu, beli ETH langsung di MetaMask membuatmu tidak perlu berpindah platform dan mentransfer ETH dari wallet eksternal ke wallet MetaMask. Pengguna bisa langsung menggunakan ETH yang sudah mereka beli di Metamask untuk membayar biaya transaksi, saat menjelajahi jaringan Ethereum.

Cadangan dan Sistem Pemulihan Akun

Sebagai keamanan, MetaMask memiliki fitur untuk membuat pengguna memiliki cadangan akun. Melalui secret recovery phrase (SRP), pengguna akan mendapatkan 12 frasa unik saat pertama kali membuka akun MetaMask.

Frasa itu bisa kamu gunakan sebagai verifikasi saat kehilangan kata sandi. Jangan pernah membagikan 12 kata unik tersebut kepada siapa pun, karena SRP akan memulihkan wallet dan dana yang ada di dalamnya.

Kekurangan Beli ETH di MetaMask

Karena MetaMask adalah hot wallet, yang mana sistem operasionalnya membutuhkan koneksi internet, maka terdapat risiko serangan siber. Meski begitu, kamu bisa mengantisipasinya dengan selalu menjaga kata sandi akun tetap rahasia.

Di samping itu, risiko atas pengumpulan data pribadi yang dilakukan oleh pihak ketiga juga ikut membayangi. Karena meskipun MetaMask mengeklaim tidak mengakses seluruh data pribadi pengguna secara online, tetapi crypto wallet tersebut menyediakan extension di beberapa browser, dan bisa jadi peretas atau penyedia browser yang mengakses data tersebut.

Maka dari itulah, untuk meminimalisir risiko, beberapa orang memindahkan ETH yang sudah mereka beli ke cold wallet dan menyimpan dalam jumlah yang secukupnya di MetaMask.

Ingin tahu lebih lanjut tentang memindahkan ETH atau cryptocurrency lainnya dari MetaMask ke wallet lain? Temukan panduan lengkapnya di Tutorial Transfer Crypto dari MetaMask ke CEX dan Cold Wallet.

Sekilas tentang Ethereum

Ethereum merupakan jaringan blockchain yang didirikan oleh delapan orang ahli crypto. Mereka adalah Vitalik Buterin, Gavin Wood, Jeffrey Wilcke, Joseph Lubin, Anthony Di Lorio, Mihai Alisie, Amir Chetrit, dan Charles Hoskinson. Namun, dalam perjalanannya, hanya Buterin yang menjadi orang terakhir di Ethereum.

Sebelum akhirnya meluncur ke publik, para pendiri Ethereum sudah merilis white paper terkait jaringan terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak melalui teknologi smart contract di 2013. Saat itu, mereka masih belum memperkenalkan native token ETH ke publik.

Baru pada Juli 2014, Ethereum Foundation, organisasi nirlaba untuk mendorong pengembangan blockchain Ethereum, mulai menjalankan skema crowdsale dengan menjual native token ETH kepada masyarakat.

Melalui laman ethereum.org, investor yang ingin memilikinya bisa menukarnya dengan Bitcoin dengan harga diskon, yakni 2.000 ETH untuk 1 BTC. Ethereum Foundation memberikan garis waktu selama 14 hari bagi siapa saja yang ingin memiliki token ETH di harga tersebut. Setelah itu, harganya akan naik menjadi 1.337 ETH untuk 1 BTC untuk jangka waktu 42 hari.

Publik ternyata merespon kehadiran native token ETH dengan positif. Maju ke tahun 2023, kini harganya sudah melonjak fantastis. Saat ini, setiap 1 BTC setara dengan 17,17 ETH.

Kemudian, dalam perkembangannya, jaringan Ethereum pun menciptakan standar token mereka sendiri, yakni ERC-20 sebagai token yang bisa dipertukarkan (fungible token), dan ERC-721 sebagai token yang tidak bisa dipertukarkan atau yang kini kita kenal sebagai non-fungible token (NFT).

Pelajari lebih lanjut tentang standar token Ethereum di Panduan Jenis-Jenis Standar Token Ethereum (ERC): dari ERC-20 hingga ERC-777.

Use Case ETH

Selain sebagai platform eksekusi, jaringan blockchain Ethereum juga menjadi rumah bagi berbagai token crypto dan dApps di dalam ekosistemnya. Vitalik Buterin memang sudah merencanakan kegunaan Ethereum yang seperti demikian saat mendirikannya pertama kali. Dia sengaja mendesain blockchain miliknya menjadi jaringan terbuka, yang bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak.

Ether adalah satu-satunya mata uang kipto yang digunakan untuk pembayaran biaya transaksi (gas fee) di jaringan Ethereum. Selain itu, native token ETH juga memiliki utilitas bagi penggunanya untuk membangun dan mengoperasikan aplikasi terdesentralisasi alias decentralized applications (dApps).

Berbagai kasus penggunaan (use case) inilah yang pada akhirnya berkontribusi untuk mengerek harga ETH di pasaran dan membuatnya menjadi salah satu investasi menarik.

Jaringan blockchain Ethereum terus berkembang dan mulai melakukan fork pertama kali di protokolnya pada Juli 2015, dengan nama Frontier. Setelah itu, perkembangannya berlanjut dengan melakukan Homestead, DAO fork, Tangerine Whistle, dan Spurious Dragon di 2016. Tidak berhenti di situ, pengembang Ethereum terus melanjutkan peningkatan jaringan dengan kembali melakukan fork di 2017 dan 2019 dengan nama Byzantium dan Constantinople.

Berikutnya, di tahun 2020, Ethereum memulai proyek Beacon Chain sekaligus memperkenalkan fitur staking. Lalu, pada tahun 2022, mereka menjalankan The Merge yang menjadi titik balik bagi jaringannya, lantaran transisi dari konsensus proof of work (PoW) menjadi proof of stake (PoS) mulai berlaku secara permanen. Hal itu juga membuat biaya transaksi menjadi jauh lebih murah.

Tokenomics ETH

Total pasokan Ether saat ini mencapai 120.253.577,45 ETH. Jumlah itu dikontribusikan dari hadiah blok penambangan (mining block reward) sebanyak 47.223.894,59 ETH dan hadiah uncle mining sebanyak 3.139.986,13 ETH.

 Distribusi Ether | Sumber: Etherscan

Dalam awal distribusi, sebanyak 83,13% ETH dialokasikan ke Ethereum crowdsale dan 16,68% ditujukan untuk Ethereum Foundation serta kontributor awal.

Alokasi Ether | Sumber: CoinGecko

Di mana Tempat untuk Beli ETH?

Bagi kamu yang tertarik beli ETH, ada banyak pilihan yang bisa dimanfaatkan. Kamu bisa beli ETH dari berbagai platform, mulai dari centralized exchange (CEX); seperti OKX, Kraken, dan BYDFi, ataupun di decentralized exchange (DEX), seperti Changelly.

Melihat tingginya peminat terhadap token ETH, tim pengembang blockchain Ethereum juga sudah menggandeng kerja sama dengan berbagai crypto wallet, seperti MetaMask, demi menjangkau investor ritel. Di MetaMask, para investor bisa beli token ETH secara lebih mudah dan aman. Terlebih lagi, banyak dApps di Ethereum yang menggunakan MetaMask sebagai crypto wallet rekanan untuk memberikan akses bagi pengguna masuk ke proyeknya. Oleh karena itu, tidak sedikit pengguna yang menganggap beli ETH di MetaMask adalah cara yang praktis.

Kesimpulan

Sebagai crypto wallet, MetaMask memiliki kemampuan untuk melayani segala kebutuhan transaksi di ruang Web3. Beli ETH di MetaMask adalah cara yang praktis, karena langsung tersimpan di wallet dan kamu bisa langsung menggunakannya untuk menjelajahi berbagai proyek di jaringan Ethereum; baik DeFi maupun NFT.

Selain itu, MetaMask juga memiliki dengan fitur Swap, yang memungkinkan pengguna untuk menukar ETH dengan cryptocurrency lainnya, dan fitur Sell, agar pengguna bisa dengan mudah menarik ETH miliknya ke rekening bank lokal. Sayangnya, fitur Sell masih belum tersedia bagi pengguna di Indonesia. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi kemudahan yang ditawarkan oleh MetaMask sebagai salah satu cara untuk beli ETH.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Di mana saya bisa beli ETH?

Apakah beli ETH di MetaMask aman?

Bisakah saya beli ETH di MetaMask dengan rupiah atau mata uang fiat lainnya?

Apa keuntungan beli ETH atau crypto lainnya di MetaMask?

Apa kegunaan wallet MetaMask?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori