Lihat lebih banyak

Panduan Lengkap Binance Smart Chain (BSC) untuk Pemula Kripto

13 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Meskipun berasal di Cina, sebagai negara yang melarang kripto, Binance telah berkembang menjadi bursa mata uang kripto terbesar di dunia. Dengan lebih dari 13,5 juta pengguna aktif, Binance saat ini berbasis di Kepulauan Cayman. Tujuan utama platform buatan Changpeng Zhao ini adalah untuk menyediakan rangkaian lengkap layanan perdagangan cryptocurrency. Binance memiliki Binance Smart Chain (BSC), yaitu platform kontrak pintar (smart contract) sumber terbuka yang memungkinkan semua orang bisa berpartisipasi dalam Finance 2.0. BSC sendiri adalah pilar utama dari Binance demi mencapai misi utama mereka.

Artikel ini akan memberikan penjelasan sederhana tentang BSC serta bagaimana cara agar kita bisa memaksimalkan benefitnya.

Memperkenalkan Binance Smart Chain

Binance Smart Chain (BSC) merupakan representasi generasi kedua dari teknologi blockchain. Sementara itu, Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Dogecoin (DOGE), dan beberapa proyek kripto teratas sejenis lainnya tergolong sebagai generasi pertama dari teknologi blockchain. Generasi pertama teknologi blockchain tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menghasilkan sebuah produk, yaitu mata uang digital.

Sebaliknya, blockchain generasi kedua seperti Binance Smart Chain, bertujuan menciptakan wadah yang sempurna untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) berbasis smart contract. Smart contract yang berisikan kode otomatis ini dapat melakukan kodifikasi apa pun, termasuk layanan perbankan tradisional—platform bursa dan pinjam-meminjam. Keunggulan lain dari smart contract BSC ini yaitu ia sudah menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga memungkinkan kita untuk menjalankan aplikasi berbasis Ethereum.

Jika terdapat mesin khusus di industri video game yang bertugas sebagai alat penting untuk menjalankan game, seperti Unreal Engine atau Source, maka sama halnya dengan industri kripto, ada yang bernama mesin blockchain. Karena sifatnya yang terdesentralisasi, EVM berfungsi sebagai komputer yang terdesentralisasi dan menjalankan smart contract yang tersebar di ribuan komputer atau node jaringan.

Binance Smart Chain
Ethereum Virtual Machine | Ilustrasi oleh Takenobu T.

Berkat warisan EVM bersama ini, BSC dapat dengan mudah mendukung smart contract yang berjalan di blockchain lain yang kompatibel dengan EVM. Keunggulan ini sama halnya dengan analog porting game PC ke PlayStation atau Xbox dan sebaliknya. Kompatibilitas mesin adalah kunci utamanya.

Pengembang terhubung ke server Binance menggunakan Binance API (antarmuka pemrograman aplikasi) untuk membangun smart contract dalam berbagai bahasa pemrograman, termasuk GO, Java, JavaScript, C++, C#, Python, dan Swift.

Binance Chain vs. Binance Smart Chain

Binance menerapkan Binance Chain pada April 2019 untuk memfasilitasi perdagangan yang hampir instan. Pertukaran untuk kecepatan transaksi ultra ini adalah kurangnya kemampuan program smart contract. Karena smart contract membutuhkan tingkat daya komputasi yang jauh lebih besar, Binance akhirnya memutuskan untuk meluncurkan perdagangan cepat khusus di jaringan blockchain terlebih dahulu.

Jika kamu mengingatnya kembali, Ethereum juga menghadapi banyak kemacetan seperti itu, terutama ketika NFT menjadi sorotan. Misalnya saja, ketika orang-orang mulai bergegas untuk mengumpulkan dan memperdagangkan CryptoKitties (kucing kartun sebagai NFT), seluruh jaringan Ethereum terhenti pada Desember 2017. Dengan kemunculan masalah kemacetan seperti itu yang tak terhindarkan, akhirnya Binance mengimplementasikan Binance Smart Chain pada September 2020 sebagai sidechain BC.

Binance Smart Chain
BSC vs. BC: Binance

Berhasil membantu operasi Binance Chain dengan smart contract, BSC sepenuhnya kompatibel, memungkinkan migrasi aset kripto dari satu rantai ke rantai lainnya dengan proses yang mulus. Sementara Binance Smart Chain mendukung standar token BEP-20, Binance Chain mendukung standar token BEP-20. Seperti halnya dengan standar token ERC-20 Ethereum, BEP-20 berfokus pada penerapan token yang mudah di seluruh protokol DeFi.

Binance Smart Chain
Binance Chain: Binance whitepaper

Cara memindahkan dana dari BSC ke BC

Cara termudah untuk memindahkan dana dari BSC ke BC ataupun sebaliknya adalah melalui Binance Chain Wallet. Tindakan tersebut memungkinkan kamu untuk mengakses dana di BC, BSC, dan Ethereum. Entah jika kamu ingin memperdagangkan NFT atau berpartisipasi dalam yield farming untuk menghasilkan pendapatan pasif, dana kamu terintegrasi dengan mulus ke dalam browser kamu sebagai ekstensi.

BSC wallet

Sayangnya, dompet Binance Chain belum tersedia di perangkat seluler sebagai sebuah aplikasi. Tapi sekali lagi, ini bukanlah masalah karena jika kamu sudah memiliki akun di platform Binance, ia juga dapat berperan sebagai dompet web, sehingga dapat diakses melalui perangkat dan sistem operasi apa pun. Meskipun demikian, perlu diingat juga bahwa dompet web bersifat kustodian — mereka akan memegang kunci pribadi kamu, oleh karena itu, kamu akan dikenai kontrol pihak ketiga atas dana yang kamu miliki.

Bagaimanakah Cara Kerja BSC?

Sebagai blockchain generasi kedua, BSC menggunakan algoritma konsensus Proof-of-Staked-Authority (PoSA). Artinya, mekanisme konsensus blockchain itu menggabungkan Proof-of-Stake (PoS) yang didelegasikan dengan Proof-of-Authority (PoA). Sehingga tidak heran jika BSC jauh lebih hemat energi daripada blockchain generasi pertama yang mengandalkan sekadar Proof-of-Work (PoW), seperti Bitcoin atau Ethereum.

Bitcoin sering kali muncul di berita utama terhangat disebabkan oleh jumlah listrik yang dibutuhkan oleh konsensus PoW untuk mengamankan jaringan yang begitu besar. Kita mungkin sangat sering menemui sebuah berita berjudul “Bitcoin menggunakan energi sedahsyat kebutuhan energi satu negara X.” Kemudian, datanglah PoS yang menjawab masalah besar itu, dengan menghilangkan beban energi tersebut menggunakan staking ekonomi — validator — sebagai pengganti daya komputasi — penambang — untuk mengonfirmasi transaksi dan menambahkan blok data baru.

Delegated Proof-of-Stake

Delegated Proof of Stake (DPoS) adalah langkah lanjutan dengan memperkenalkan mekanisme pemungutan suara serta delegasi. Sehingga, siapapun yang memiliki energi staking paling besar tidak mendominasi seluruh jaringan. Hampir semua blockchain smart contract yang lebih baru menggunakan beberapa turunan PoS —  CardanoAlgorandSolanaAvalancheCosmos, dll. PoS telah menjadi populer bukan hanya karena ia memiliki keunggulan dalam menghapus jenis penambang seperti itu, tetapi juga mengandalkan struktur insentif untuk mengamankan jaringan.

Proof-of-Authority

Bagaimanapun juga, siapa saja yang memiliki total stake yang paling banyak (token terkunci), pasti akan menerima hadiah yang lebih besar untuk mempertahankan jaringan. Tapi, karena stake dengan ukuran yang sama mungkin memiliki nilai yang berbeda, developer akhirnya menggunakan Proof-of-Authority untuk keamanan tambahan. PoA sederhananya hanya mengganti nilai moneter dengan identitas validator.

Saat ini, Binance Smart Chain memiliki total 21 validator yang bertugas memproses transaksi dan mengamankan jaringan, berupaya menjadikannya platform smart contract yang sangat terpusat. Sebagai perbandingan, Ethereum yang sudah mengalami upgrade ETH 2.0, memiliki lebih dari 900.000 validator per September 2023.

Terakhir, ketika BSC membutuhkan upgrade atau patch, ia akan memasuki periode epoch yang terdiri dari 240 blok (sekitar 20 menit). Sebagai properti PoS lain untuk membatasi perilaku berbahaya — penandatanganan ganda dan waktu henti node — BSC juga menerapkan mekanisme tata kelola “slashing, yang bisa menghilangkan sebagian besar stake validator.

Biaya gas BSC vs gas fee Ethereum

Hanya karena blockchain adalah jaringan terdesentralisasi tanpa pengawasan terpusat, bukan berarti mereka akan gratis biayanya untuk bertransaksi. Setiap kali validator memproses transaksi, insentifnya berasal dari biaya gas, dalam mata uang gwei sebagai denominasi satu-miliar ETH.

1 gwei = 0,000000001 ETH

Jika kita membandingkan BSC dengan Ethereum, pastinya yang pertama jauh lebih terjangkau.

Binance Smart Chain average gas fee
Binance Smart Chain average gas fee: Sumber

Seperti terlihat di grafik, sejak awal peluncuran, biaya gas BSC telah menurun drastis, dari rata-rata awal 25 Gwei menjadi sekitar 4 Gwei saat ini. Sebaliknya, biaya gas Ethereum sangat berfluktuasi.

Percaya ataupun tidak, saat ini rata-rata biaya gas Ethereum adalah 24 Gwei — artinya 8 kali lebih tinggi daripada BSC!

Tahukah Kamu?

Percaya ataupun tidak, saat ini rata-rata biaya gas Ethereum adalah 24Gwei — artinya 8x lebih tinggi dari pada BSC!

Tentu saja, untuk menentukan biaya gas dalam dolar AS, pertama-tama kita harus mengalikan Gwei dengan 21.000 — jumlah gas minimum untuk memproses transaksi. Kami kemudian mendapatkan hasil berupa perbedaan biaya gas berikut antara kedua blockchain:

  • Biaya gas rata-rata Binance Smart Chain per transaksi – US$0,13
  • Biaya gas rata-rata Ethereum per transaksi – US$0,7

Selain itu, ini baru hitungan biaya dasar — yang belum mencakup transaksi yang lebih kompleks di protokol DeFi. Akibat perbedaan mencolok dalam biaya transaksi ini, BSC kemudian menjadi sangat populer. Per 13 September 2023 lalu, Ethereum memiliki sekitar 1 juta alamat aktif. Pada saat yang sama, BSC juga memiliki sekitar 1 juta alamat aktif.

Alamat aktif BNB Smart Chain. Sumber
Alamat aktif BNB Smart Chain. Sumber

Aktivitas harian yang mendukung BSC adalah hal luar biasa mengingat fakta bahwa Ethereum memegang US$20,97 miliar, sekitar 7,5 kali lipat lebih aset crypto sebagai valuasi kotor yang terkunci (GVL) per September 2023.

Gross value locked asset (GVL) semua blockchain dan BSC ketiga terbesar. Sumber
Gross value locked asset (GVL) semua blockchain dan BSC ketiga terbesar. Sumber

Tokenomics BSC

Seperti ETH untuk Ethereummaka Binance Coin (BNB) untuk Binance Smart Chain. Para pemilik dapat menggunakan aset mereka masing-masing untuk membayar biaya transaksi dan perdagangan di bursa Binance itu sendiri, termasuk bursa terdesentralisasi Binance (DEX). Cryptocurrency BSC asli diluncurkan selama ICO yang dilakukan pada Juli 2017 sebagai token ERC-20, kurang dari dua minggu sebelum Binance diluncurkan.

Awalnya, seseorang bisa mendapatkan 2.700 BNB untuk satu ETH atau 20.000 BNB untuk satu BTC. Dalam periode year-to-date (YTD) sejak saat itu, BNB mengungguli bitcoin sebesar 825% dan ethereum sebesar 572%.

BSC vs. ETH vs. BTC
Binance coin outperformed both bitcoin and ethereum over YTD: TradingView

Saat ini, 1 BNB seharga $211 USD, dengan persediaan token maksimum 153 juta koin BNB. Ketika berbicara mengenai mekanisme pencegahan inflasi Binance Coin sendiri, maka mereka akan melakukan proses pembakaran pasokan setiap tiga bulan sekali — menghapus token dari peredaran — dengan tujuan untuk mengurangi setengah dari total pasokan menjadi 100 juta BNB.

Oleh karena itu, BNB mencerminkan sifat deflasi bitcoin, dengan pengecualian bahwa perusahaan nirlaba yang sangat terpusat mengelolanya. Binance mengontrol atau memiliki setidaknya 50% dari pasokan BNB. Anggota pendiri menerima sekitar 80 juta BNB (40%), dengan investor angel menerima 10% lagi. Sejalan dengan itu, nasib Binance akan sangat menentukan nasib cryptocurrency BNB.

Tahukah Kamu?

Sebelum Binance akhirnya meluncurkan Binance Chain, BNB awalnya adalah token ERC-20 di chain pesaingnya, yaitu Ethereum.

Ini bukanlah hal yang menenangkan mengingat Binance sering menjadi target badan regulasi di seluruh dunia, selain tuduhan baru-baru ini tentang dugaan perdagangan orang dalam.

Tahukah Kamu? Sebelum Binance akhirnya meluncurkan Binance Chain, BNB awalnya adalah token ERC-20 di rantai pesaingnya — Ethereum.

Reward dari Staking di Binance Smart Chain

Jika kamu telah membaca bagian tentang konsensus Proof-of-Stake BSC, maka kamu harusnya juga tahu bahwa menjalankan staking adalah kunci untuk mencapai pendapatan pasif di blockchain BSC. Jika kamu tertarik dengan hal itu, maka kamu dapat menjadi validator BSC untuk mewujudkannya. Hanya saja, persyaratannya memang cukup tinggi:

  • Jumlah stake minimum, yaitu 10.000 BNB, yang berarti setara dengan US$2,1 juta pada saat artikel ini ditulis (September 2023).
  • Virtual Private Server (VPS) 64-bit dengan konfigurasi minimum RAM 16 GB, ruang penyimpanan 500 GB, dan koneksi internet fiber 1Gbps untuk menjalankan full node (seluruh salinan blockchain BSC).

Sebagai insentif atas kontribusi mengamankan jaringan dan menangani transaksi, APY (annual percentage yield) BSC adalah sekitar 3%. Tidak heran, hanya segelintir yang mampu mendapatkan hak istimewa untuk mengamankan BSC. Pada 28 September saja, tercatat rata-rata reward blok harian di BSC adalah 1,104 BNB, atau sekitar USD$233.738.

Total blok dan upah (reward) harian untuk BNB Smart Chain. Sumber
Total blok dan upah (reward) harian untuk BNB Smart Chain. Sumber

Terakhir, karena mekanisme pemotongan atau ‘slashing‘ yang disebutkan di atas, validator dapat dikirim ke “penjara” jika stake dalam bentuk obligasi sendiri (self-bond) berada di bawah 10.000 BNB. Artinya, kemampuan validator untuk memproses transaksi dan menerima reward akan ditangguhkan selama satu hari.

Demikian juga, waktu henti atau ‘downtime’ dan penandatanganan ganda juga dapat menghasilkan pemotongan. Downtime terjadi ketika validator melewatkan setidaknya 50 blok atau sekitar 52 menit. Untuk penandatanganan ganda, jika validator mencoba memverifikasi dua blok dengan ketinggian yang sama, mereka akan kehilangan 10.000 BNB dan akan dipenjara secara permanen.

Apa itu Binance DEX?

Meskipun Binance sendiri adalah bursa mata uang kripto yang tersentralisasi, perusahaan tersebut percaya diri untuk meluncurkan bursa terdesentralisasi pada bulan April 2019.

DEX, seperti halnya Uniswap atau SushiSwap, memiliki banyak manfaat utama:

  • Kustodi penuh atas dana kripto
  • Bursa yang bersifat ‘trustless‘ karena tidak memiliki mediator
  • Kekokohan karena tidak ada satu pun titik kegagalan

Misalnya, sebagai bursa terpusat, Coinbase terkenal karena memiliki downtime atau waktu henti selama mengalami volume perdagangan puncak yang tinggi. Bayangkan jika perlu membeli atau menjual kripto pada saat yang tepat, hanya untuk digagalkan oleh bursa itu sendiri! DEX memecahkan masalah ini dengan menghubungkannya ke beberapa server di seluruh wilayah.

Binace Smart Chain and Binance DEX
From charts to order books and limit orders, Binance DEX has everything a trader would need, powered by Binance Coin (BNB): Binance.org

Binance DEX saat ini menawarkan 83 jenis cryptocurrency untuk diperdagangkan. Mengingat Binance Chain menggunakan standar token BEP2, baik bitcoin maupun ethereum tidak dapat diperdagangkan secara langsung. Sebagai gantinya, kamu harus berdagang melalui token yang dipatok (pegged tokens) — BTCB atau ETHB.

Demikian juga, saat mengirim atau menerimanya, seseorang harus selalu berhati-hati dalam memilih alamat BNB atau jika tidak mereka berisiko kehilangan semua dana. Berintegrasi dengan Binance Chain Wallet, perdagangan di Binance DEX adalah alternatif yang aman dan lancar untuk bursa terpusat jika seseorang ingin mengonversi token yang tidak kompatibel ke versi yang dipatok.

DeFi pada Binance Smart Chain

Smart contract adalah fondasi untuk keuangan terdesentralisasi (DeFi). Pada gilirannya, tampilan web depan untuk mengakses smart contract di blockchain adalah aplikasi terdesentralisasi (dApp). Inilah sebabnya, umumnya, smart contract dan dApps adalah istilah yang dapat dipertukarkan.

Kemudian, sebagaimana token menggerakkan smart contract yang berjalan di blockchain, demikian juga tata kelola blockchain dan struktur insentif berjalan di token asli. Seperti yang kami catat sebelumnya, token asli untuk Binance Smart Chain adalah Binance Coin (BNB) menggunakan template BEP-2. Di sisi lain, semua dApps menggunakan standar BEP-20.

Saat ini, BSC memiliki 1.211.898 kontrak token. Yang teratas berdasarkan kapitalisasi pasar biasanya yang berfungsi sebagai jembatan antara blockchain lainnya. Sebagai contoh:

  • Binance-Peg Ethereum Token (ETH) — mematok nilai ETH ke ekosistem BSC — dengan kapitalisasi pasar $357,4 juta
  • Binance-Peg BSC-USD (BSC-USD) — mematok nilai USD ke ekosistem BSC — dengan kapitalisasi pasar $69,5 juta
  • Binance-Peg BTCB Token (BTCB) — mematok nilai BTC ke ekosistem BSC — dengan kapitalisasi pasar 28,3 juta

Sejauh dApp paling populer di BSC, alat yang sangat berguna untuk digunakan adalah DappRadar untuk mendapatkan daftar lengkap di berbagai kategori. Saat ini, Binance Smart Chain sudah menjalankan 1.555 dApps. Dari jumlah tersebut, 935 di antaranya adalah untuk DeFi. Berikut adalah beberapa dApp yang paling populer.

PancakeSwap

Sebagai bursa terdesentralisasi (DEX)PancakeSwap berhasil mereplikasi Uniswap milik Ethereum. Bursa ini menggunakan automated market maker (AMM) untuk memfasilitasi bursa token tanpa pengawasan terpusat. Setelah diluncurkan pada September 2020, nilai token tata kelola CAKE-nya meroket tajam.

Total Value Locked dan Market Cap PancakeSwap. Sumber
Total Value Locked dan Market Cap PancakeSwap. Sumber

Sebenarnya hasil dari semua itu telah terprediksi. Para trader akan lebih memilih untuk menggunakan Binance Smart Chain daripada Ethereum karena biaya gas yang tinggi. Pastikan untuk membaca panduan ini tentang cara menjalankan staking token CAKE untuk mendapatkan pendapatan pasif dari yield farming.

BakerySwap

Total Value Locked dan Market Cap BakerySwap. Sumber
Total Value Locked dan Market Cap BakerySwap. Sumber

Karena beberapa alasan, pengembang dApp BSC suka menggunakan moniker kue! BakerySwap juga merupakan AMM, sama seperti Uniswap dan PancakeSwap, tetapi dengan twist yang unik. Selain yield farming untuk layanan kamu sebagai penyedia likuiditas, BakerySwap juga menambahkan NFT di atasnya.

Ketika kamu mendapatkan token BAKE, maka kamu dapat menggunakannya dengan baik sebagai makanan kombo yang dibuat secara acak dalam bentuk NFT. Kemudian, koleksi NFT unik ini selanjutnya dapat dijalankan sebagai stake untuk menghasilkan lebih banyak lagi token BAKE. Pada bulan Juli, BakerySwap mencapai tonggak sejarah dengan pencapaian 500.000 transaksi NFT.

Venus

Total Value Locked dan Market Cap Venus Protocol. Sumber

Kamu mungkin telah menyadari bahwa keuangan terdesentralisasi bergantung pada stablecoin. Karena kita tidak hidup di dunia di mana semua orang menggunakan cryptocurrency untuk pengeluaran sehari-hari, maka stablecoin adalah jembatan tepat untuk menghubungkan DeFi dan keuangan tradisional. Masalahnya adalah, seringkali suatu perusahaan menjalankan stablecoin — termasuk yang paling populer seperti USDT, BUSD, dan USDC. Padahal, hal ini tidak cukup berkontribusi pada DeFi yang didesentralisasi.

Venus protocol melangkah dengan stablecoin algoritmik yang mutakhir, VAI, yang dijamin oleh sekeranjang stablecoin dan aset kripto lainnya. Selanjutnya, Venus memungkinkan kita untuk melakukan tokenisasi aset dan menciptakan pasar uang untuk pinjam meminjam (lending dan borrowing). Secara efektif, ini akan menjadikan Venus solusi kombo unik dari Compound atau Aave dengan MakerDAO, tetapi eksklusif untuk Binance Smart Chain.

Apa Sajakah Dompet Kripto Terbaik untuk Binance Smart Chain (BSC)?

Selain Dompet Binance Chain seperti penjelasan di atas, berikut adalah beberapa cara paling nyaman untuk mengakses ekosistem dApp BSC yang sangat kaya, yang populer karena biaya gas hampir tidak ada.

  • MetaMask — Dompet noncustodial peringkat teratas yang terintegrasi ke browser web kamu yang kemudian bisa terhubung ke dApp apa pun. Ikuti panduan lengkapnya di sini untuk menggunakan MetaMask. Berfokus pada tingkat adopsi yang luas, MetaMask juga menawarkan dukungan untuk mengintegrasikan dompet perangkat keras Trezor dan Ledger yang paling populer hingga saat ini.
  • Trust Wallet — Sebelumnya telah dibeli oleh Binance, Trust Wallet memperkenalkan staking sejak April 2019, di samping mendapatkan dukungan dari Tezos (XTZ). Sebagai browser dApp terintegrasi, dompet ini tersedia untuk iOS dan Android. Saat ini, dompet ini mendukung lebih dari 40 blockchain di 160.000 token.
  • SafePal — Untuk keamanan ekstra, produk ini bukan hanya menawarkan dompet seluler tetapi juga sudah hadir dalam bentuk dompet perangkat keras, yang bernama SafePal S1. Dengan harga sekitar $50, ini adalah cara yang bagus untuk menggunakan cold storage untuk membuat dana kripto kamu anti-hacker. SafePal telah mendukung 20 blockchain di 10.000 token.
  • Math Wallet — Seperti MetaMask, Math Wallet adalah ekstensi untuk browser yang paling populer — Chrome, Brave, Edge. Namun, Math Wallet bertujuan untuk memiliki fungsi sebagai dompet blockchain universal, yang juga memungkinkan dApps multichain. Jika kamu pernah mendengar tentang blockchain publik, Math Wallet juga mendukungnya. Selain fitur yang mengesankan ini, dompet ini juga memiliki agregator staking dalam bentuk MathVault dan MathChain sebagai solusi skalabilitas lapisan 2 berdasarkan Substrate.

Apakah Tepat untuk Berinvestasi di Binance Smart Chain?

Di antara blockchain publik lainnya, Binance Smart Chain berada di peringkat teratas sebagai salah satu yang paling terpusat. Oleh karena itu, kelangsungannya sangat bergantung pada bagaimana regulator memperlakukan Binance dan bagaimana perusahaan itu sendiri menjalankan bisnisnya. Di sisi lain, BSC adalah platform kontrak pintar yang sangat menarik berkat kecepatan kilat dan biaya transaksi yang sangat rendah.

Berdasarkan dua faktor kekuatan pendorong itu saja, nampaknya BSC menjadi salah satu blockchain pintar paling populer yang tepat untuk kamu pertimbangkan sebagai pilihan investasi.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Token apa saja yang tersedia di Binance Smart Chain?

Dompet apa saja yang telah mendukung Binance Smart Chain?

Bagaimana cara mendapatkan alamat dompet Binance Smart Chain?

Apakah MetaMask sama dengan dompet Binance Smart Chain?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori