Lihat lebih banyak

Nansen Salah Beri Label Wallet Three Arrows Capital, Ternyata Ini Pemilik Sebenarnya

3 mins
Oleh David Thomas
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Nansen mengonfirmasi bahwa pihaknya telah keliru memberi label pada wallet yang mereka kira milik 3AC, karena dana dari wallet berlabel 3AC lain sebelumnya juga telah dipindahkan ke alamat tersebut.
  • Wallet itu sebenarnya adalah milik sebuah platform layanan keuangan aset kripto bernama Matrixport.
  • Saat ini, Three Arrows Capital tengah menjalani pengawasan aset dari likuidator yang telah ditunjuk oleh pengadilan.
  • promo

Sebuah temuan baru menguak fakta bahwa wallet yang sebelumnya sempat diidentifikasi sebagai milik Three Arrows Capital (3AC), ternyata adalah milik rekanannya, yaitu Matrixport.

Sebelumnya, Nansen, perusahaan analitik on-chain, telah melabeli wallet tersebut sebagai milik 3AC. Hal itu karena dana dari wallet berlabel 3AC lainnya juga telah dipindahkan ke alamat tersebut. Namun, ternyata perusahaannya keliru. Setelah mengetahuinya, Nansen kemudian mengakui bahwa wallet itu sebenarnya adalah milik Matrixport. Di sisi lain, sebuah perusahaan keamanan blockchain, Peckshield, juga telah memberikan informasi awal tentang alamat wallet yang terlibat.

Kemarin (7/9), Be[In]Crypto melaporkan bahwa sejumlah Staked Ether (stETH) senilai US$33 juta telah ditransfer dari liquidity pool Curve ke dalam wallet yang pada saat itu diyakini adalah milik 3AC. Selain itu, terdapat sejumlah aset lainnya yang keluar dari Convex Finance. Termasuk di dalamnya adalah Wrapped Ether (WETH) bernilai US$4 juta, 200 BTC, dan stablecoin Tether (USDT) bernilai US$4 juta.

Nansen Terbukti Tidak Kredibel?

Kejadian ini adalah pertama kalinya pelabelan Nansen terbukti tidak kredibel. Kendati demikian, sesaat setelah mengetahui itu, pihaknya segera mengubah nama wallet tersebut sebagai milik Matrixport.

Sebagai informasi, Matrixport adalah rekanan 3AC yang mengelola wallet tersebut. Matrixport menawarkan beberapa layanan DeFi. Layanan itu termasuk trading, staking, pinjaman (lending), dan fasilitas untuk menghasilkan yield pada aset BTC, ETH, BCH, USDC, dan USDT. Dalam operasinya, perusahaan tersebut juga melayani miner, hedge fund, pendanaan token (token fund), dan manajer aset. Matrixport mengklaim bahwa mereka telah memproses sebanyak US$50 juta dalam perdagangan harian untuk kliennya, termasuk perusahaan penambangan BitDeer dan situs harga kripto (pricing site) Coingecko.

Saat ini, Matrixport tengah menangguhkan transaksi token ETH dan ERC-20 untuk sementara waktu, karena adanya upgrade Bellatrix. Upgrade ini merupakan tahap pertama dalam rangkaian The Merge Ethereum. Sebagaimana kita ketahui, The Merge merupakan sebutan untuk transisi mekanisme validasi transaksi Ethereum yang awalnya proof-of-work, menjadi proof-of-stake. Berkat transisi ini, nantinya Ethereum mampu menghemat 99,95% dari konsumsi energi di blockchain mereka.

Terlepas dari itu, berbagai spekulasi juga telah bermunculan dan mempertanyakan mengapa 3AC menarik staked ETH ketika sedang menjalani proses regulasi. Terkait hal ini, terdapat satu teori yang menduga bahwa dengan melakukan siasat itu, 3AC dapat meminjam ETH dari staked ETH tersebut agar bisa memenuhi syarat untuk melakukan airdrop token dari fork jaringan Ethereum, yakni ETHPoW.

Sementara itu, teori lainnya menduga bahwa 3AC nantinya bisa membuka (unwrap) wrapped ETH tersebut agar memenuhi syarat untuk melakukan airdrop, seperti yang direkomendasikan oleh co-founder Coingecko, Bobby Ong di utas Twitter-nya pada dua hari yang lalu (6/9).

3AC dalam Proses Likuidasi

Three Arrows Capital telah mengajukan permohonan kebangkrutan pada bulan Juli lalu. Tepatnya setelah kehilangan sebanyak US$200 juta karena runtuhnya ekosistem stablecoin TerraUSD. Sementara itu, pihak kreditur, termasuk Genesis Global Trading, telah mengajukan permohonan klaim lebih dari US$2,4 miliar terhadap hedge fund yang diperintahkan oleh Pengadilan Kepulauan Virgin Inggris untuk menjalani proses likuidasi ini. Di sisi lain, pengadilan Singapura baru-baru ini juga telah memberikan akses ke catatan keuangan 3AC kepada likuidator yang mereka tunjuk, sebagai bagian dari rangkaian proses likuidasi.

Namun, dalam hal ini, Teneo, yaitu perusahaan konsultan dan penasihat yang bertugas menangani likuidasi itu, masih saja bungkam mengenai penarikan aset tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori