Crypto Exchange Nox Bitcoin Beri Kompensasi pada Pengguna yang Terdampak Musibah UST

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Pengguna crypto exchange Nox Bitcoin yang memiliki simpanan UST akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan.

  • Nox Bitcoin memberikan ganti rugi dalam bentuk USDT sebagai wujud niatannya untuk menjaga kepercayaan pengguna.

  • Langkah crypto exchange Brasil ini bisa jadi mendorong perusahaan crypto exchange lainnya untuk melakukan hal serupa.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Sebuah crypto exchange di Brasil mengambil langkah berani yang belum pernah terjadi sebelumnya. Nox Bitcoin rela menghabiskan uangnya demi memberikan ganti rugi penuh kepada para pelanggannya yang mengalami kerugian akibat stablecoin TerraUSD (UST).

Menurut laporan dari media lokal, pada tanggal 20 Mei, crypto exchange Nox Bitcoin telah memberikan ganti rugi kepada seluruh holder UST dengan harga US$1 dalam bentuk Tether (USDT).

Laporan tersebut mengatakan bahwa perusahaan pialang kripto itu menghabiskan 620.000 real (sekitar US$127.000 atau Rp1,86 miliar) untuk mengganti seluruh kerugian pelanggannya setelah keruntuhan ekosistem Terra terjadi.

FatMan, forum penelitian Terra, mengomentari jika langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi crypto exchange lain di seluruh dunia.

“Hal ini dapat dijadikan sebagai preseden utama untuk menyatakan bahwa exchange bertanggung jawab untuk kerugian UST jika [ada] kesalahan representasi yang merugikan dibuat,” tulis Fatman.

Kompensasi Nox Bitcoin Sebesar Selisih Harga UST dengan USD

Nox Bitcoin menyatakan bahwa mereka akan mengganti selisih antara harga UST sekarang dengan patokan dolar AS. Artinya, apabila seseorang menyimpan 100 UST di harga US$0,06, maka ia akan menerima kompensasi sebesar 94 USDT.

João Paulo Oliveira, CEO Nox Bitcoin, mengatakan pada media lokal tersebut bahwa sebetulnya perusahaan tidak berkewajiban untuk menanggung kerugian para pengguna yang berinvestasi pada mata uang kripto tertentu di platform mereka. Namun, mereka memutuskan untuk ikut melakukan langkah ini demi menjamin kepercayaan pelanggan.

“Pelanggan sudah memercayai kami dengan staking dan kami paham bahwa kepercayaan mereka jauh lebih bernilai dibanding apa pun juga. Kami akan mengganti rugi para pengguna, dikurangi biaya yang kami keluarkan di tempat lain, seperti pemasaran,” tutur Oliveira.

Crypto exchange yang berpusat di São Paulo ini juga menyediakan layanan staking, seperti yang paling banyak digunakan oleh UST, yaitu Anchor Protocol. Protokol DeFi dalam ekosistem Terra itu menawarkan APY sebesar 20% untuk staking UST. Meski angkanya menggiurkan, namun kebijakan itu pula yang dinilai sebagai faktor keruntuhan Terra, karena yield yang tidak berkelanjutan.

Oliveira menambahkan pula bila mereka sedang menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hal listing UST dan LUNA.

“Mungkin saja jika ekosistem Terra tidak lagi ada,” katanya, “tapi pasar cryptocurrency tidak bisa diprediksi dan apa saja bisa terjadi; termasuk kebangkitan ekosistem Terra.”

Harga UST dan LUNA Kian Menurun

Pada saat penulisan, stablecoin UST kembali mengalami penurunan harga sebanyak 23% menjadi US$0,056, berdasarkan data dari CoinGecko. Koin yang kini menjadi unstablecoin itu sudah kehilangan 94% dari nilai patokannya terhadap dolar AS. Kemungkinan besar, UST sulit untuk mendapatkan kembali patokan 1:1 dengan dolar AS tanpa adanya intervensi besar, seperti hard fork dari Terraform Labs.

Sementara itu, LUNA, sister coin dari UST, rupanya mengalami penurunan yang lebih parah. Saat ini, harga LUNA berada di angka US$0,00010793, dengan jumlah kapitalisasi pasar US$688 juta dan jumlah sirkulasi koin sebanyak 6,5 triliun token pada saat penulisan.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Martin telah meliput perkembangan terkini pada keamanan siber dan teknologi informasi selama 2 dekade. Ia memiliki pengalaman trading sebelumnya dan telah aktif meliput industri blockchain dan crypto sejak 2017.

Ikuti Penulis