Lihat lebih banyak

Operator Seluler Terkemuka Jepang Siap Gelontorkan US$4 Miliar untuk Pengembangan Web3

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • NTT Docomo memantapkan diri untuk masuk dan mengembangkan dunia web3.
  • Operator seluler terkemuka Jepang ini siap gelontorkan dana hingga US$4 miliar.
  • Dalam hal ini, mereka menggandeng Accenture dan platform blockchain bernama Astar Network.
  • promo

Dunia web3 dan blockchain sepertinya memang bukan bisnis yang terbatas bagi perusahaan keuangan atau teknologi saja. Pasalnya, ada banyak pihak yang ikut masuk dan mengembangkan industri anyar ini. Pihak terbaru yang ikut terlibat adalah operator seluler terkemuka NTT Docomo.

Perusahaan telekomunikasi asal Jepang ini diketahui sudah memantapkan diri untuk masuk dan mengembangkan dunia web3. Menariknya, mereka tidak melakukannya seorang diri.

NTT Docomo menggandeng Accenture yang merupakan perusahaan jasa profesional dengan kapabilitas terdepan di bidang digital, cloud, dan keamanan. Selain itu, mereka secara terpisah turut menggandeng platform blockchain Astar Network untuk bersama-sama terlibat dalam proyek web3.

Tidak tanggung-tanggung, NTT Docomo mengaku siap menggelontorkan dana hingga US$4 miliar atau lebih dari Rp62,56 triliun dalam 5 hingga 6 tahun. Dana ini dikucurkan sebagai strategi untuk menjadi perusahaan terdepan dalam ekosistem web3.

Dengan infrastruktur seluler miliknya, NTT Docomo optimistis dapat mengakselerasi pertumbuhan web3 Jepang. Ambisi mereka ikut serta dalam pengembangan industri virtual disandarkan pada besarnya potensi untuk membentuk ekonomi digital baru yang memiliki dampak sosial jauh lebih besar daripada ekonomi konvensional.

Presiden dan CEO NTT Docomo, Motoyuki Ii, mengatakan bahwa dunia web3 adalah perkembangan teknologi yang memiliki dampak paling besar sejak kemunculan internet. Dengan sinergisitas yang terbangun, mereka akan mampu melakukan revolusi infrastruktur sosial dengan memanfaatkan teknologi blockchain.

“Perusahaan akan membangun lingkungan ketika kekuatan kreator dan developer bisa bersatu. Untuk itu, kami dengan tangan terbuka menyambut para individu dan perusahaan lain untuk bergabung dalam pengembangan proyek global ini,” jelas Motoyuki Ii.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tujuan akhir dari kolaborasi ini adalah untuk bisa membuat setiap orang mendapatkan keuntungan dan manfaat dari adopsi web3 sembari memposisikan Jepang sebagai pasar web3 terbesar di dunia.

NTT Docomo Akan Membangun Platform Khusus

Tidak dijelaskan secara detail platform dan model bisnis seperti apa yang akan digarap oleh perusahaan. Namun, yang pasti baik NTT Docomo, Accenture, dan Astar, berniat membangun sebuah platform yang aman dan mudah digunakan dalam ekosistem digital.

Selain itu, kehadiran platform ini juga diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah sosial yang berkaitan dengan pembangunan daerah. Oleh karena itu, studi kasus akan digarap demi bisa menangani isu yang berhubungan dengan lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Sebuah konsorsium akan dibentuk yang akan memberikan pengguna (baik kalangan individu atau perusahaan) platform itu kemampuan untuk menggunakan token tata kelola. Dari sini, bisa diartikan bahwa NTT Docomo turut akan memberikan pendidikan demi mendongkrak adopsi.

Perihal pendidikan sendiri memang sudah menjadi fokus Jepang selama ini. Pasalnya, di tengah banyak negara yang terus menggali pemanfaatan teknologi tersebut untuk mendapatkan keuntungan, Jepang justru memulainya dengan masuk ke akar rumput.

Universitas Tokyo, atau yang dikenal sebagai Todai, bahkan sudah memasukkan metaverse yang merupakan bagian dari web3 ke dalam bidang studi perkuliahan. Meskipun tidak mengikat ke dalam fakultas tertentu, tetapi hal tersebut menunjukkan keseriusan Jepang dalam memasuki era web3.

Longgarkan Aturan Kripto

Pertumbuhan industri kripto di Jepang memang tengah masif. Pemerintah setempat belum lama ini telah memiliki rencana untuk melonggarkan aturan kripto. Salah satunya adalah dengan membuat kemudahan untuk pendaftaran koin virtual atau kripto.

Regulator setempat berniat memberikan jalan bebas hambatan bagi perusahaan kripto untuk mendaftarkan cryptocurrency tanpa harus melalui proses screening yang ketat. Namun, aturan tersebut hanya berlaku bagi aset kripto yang sudah dikenal di Jepang.

Bila tidak ada halangan, pemerintah Jepang akan mulai memberlakukan aturan tersebut pada awal Desember tahun ini. Konon, tujuannya adalah untuk mendorong perusahaan rintisan (startup) agar mampu bersaing dengan perusahaan kripto global.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori