Meski Sempat Beri Peringatan Keras atas Aset Kripto, Oman Bersiap Luncurkan Mata Uang Digital Pertamanya

Diperbarui oleh Lynn Wang

Oman saat ini sedang dalam proses mengembangkan mata uang digital pertamanya. Berita itu mencuat setelah adanya peringatan keras untuk menjauhi aset kripto yang ditujukan kepada masyarakatnya.

Oman Taher bin Salem al-Omari adalah Gubernur Central Bank of Oman (CBO). Dia telah mengumumkan bahwa pengerjaan proyek mata uang digital Oman masih akan terus berlanjut. Pengumuman tersebut ia sampaikan ketika pembukaan konferensi “New Age of Banking” di Muscat berlangsung.

Pada pengumuman tersebut, Al-Omari mengatakan bahwa CBO sudah berkomitmen untuk memberikan dukungan dan layanan yang inovatif. Hal itu bertujuan untuk memodernisasi sektor keuangan secara paralel. Selanjutnya, langkah itu akan mereka wujudkan dengan memastikan adanya stabilitas keuangan.

Di Oman, kripto dianggap sebagai aset yang mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan kecurigaan. Alasan yang melatarbelakanginya adalah karena jenis aset itu juga bisa membawa risiko yang tinggi serta fluktuasi pada nilai yang melekat padanya. Lebih parah lagi, ada juga kekhawatiran yang muncul mengingat aset tersebut telah berkontribusi dalam banyak kasus pembajakan dan penipuan siber. Namun, kondisi itu baru-baru ini mulai bertransformasi. Pasalnya, dunia teknologi digital yang ada di wilayah tersebut mengalami kemajuan yang semakin meningkat.

Oman Berinvestasi dalam Teknologi Inovatif

Gubernur Bank Sentral Oman menjelaskan pentingnya berinvestasi dalam teknologi yang inovatif dan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan keamanan siber.

Al-Omari mengatakan bahwa perkembangan teknis telah berkontribusi pada perubahan dramatis dalam layanan keuangan, baik dalam hal produk dan desain, maupun layanannya. Terlebih lagi, adanya kemajuan pesat transformasi digital yang terjadi di masa pandemi COVID-19, khususnya dalam sistem pembayaran dan settlement.

Transaksi point-of-sale yang ada di Oman diperkirakan juga telah mengalami peningkatan. Awalnya hanya pada angka US$24 juta, kemudian meningkat tajam menjadi US$115 juta, dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, transaksi e-commerce meningkat tajam dari 0,3% di tahun 2017, menjadi sekitar US$32 juta pada akhir tahun 2021.

CBDC

Perkembangan Mata Uang Digital di Seluruh Dunia

Selain Oman, sejumlah besar bank sentral yang ada di seluruh dunia saat ini sudah mulai bergerak untuk merilis mata uang digital mereka sendiri.

Meskipun pihak berwenang telah mendesak banyak orang untuk berhati-hati terhadap cryptocurrency. Tetapi, penggunaan teknologi blockchain justru telah mendapat sambutan hangat di negara tersebut.

Dhofar Bank, yaitu salah satu bank terbesar di Oman, telah bereksperimen dengan teknologi blockchain menggunakan teknologi RippleNet dari Ripple. Langkah itu kemudian memungkinkan adanya pembayaran lintas batas (cross-border) yang lebih cepat dan lebih murah ke India.

Untuk bank sentral di market negara berkembang, ada beberapa penunjang utama yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan CBDC. Salah satunya adalah dengan menyediakan peluang yang menarik agar dapat mengundang komunitas underbanked ke dalam sistem keuangan secara aktif. Dengan demikian, upaya itu juga dapat meningkatkan biaya dan kecepatan pembayaran.

Punya pendapat yang ingin kamu sampaikan terkait Oman dan mata uang digitalnya? Sampaikan kepada kami atau bergabunglah dalam diskusi di saluran Telegram kami. Kamu juga bisa tetap terhubung dengan kami di TikTok, Facebook, atau Twitter.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.