Lihat lebih banyak

Miliarder Hedge Fund Paul Tudor Jones: Saya Suka Bitcoin Seiring Meningkatnya Risiko Geopolitik

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Paul Tudor Jones, miliarder sekaligus manajer hedge fund, mengaku lebih menyukai Bitcoin dan emas daripada saham perusahaan.
  • Meningkatnya tingkat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) ikut mempersulit kepemilikan saham perusahaan AS, sehingga Bitcoin dan emas menjadi pilihan yang menarik.
  • Pernyataan itu keluar setelah eskalasi konflik antara Israel dan Palestina kembali meningkat tajam sejak 7 Oktober lalu, yang dimotori oleh serangan organisasi politik dan militer Hamas ke Israel bagian selatan.
  • promo

Paul Tudor Jones, miliarder sekaligus manajer hedge fund, mengatakan bahwa dia lebih menyukai Bitcoin (BTC) dan emas daripada saham perusahaan. Jones justru menilai saham perusahaan merupakan instrumen aset investasi yang lebih berisiko.

Jones menyampaikan pendapatnya dengan pertimbangan kombinasi risiko geopolitik yang luas. Selain itu, meningkatnya tingkat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) ikut mempersulit kepemilikan saham perusahaan AS, sehingga Bitcoin dan emas menjadi pilihan yang menarik.

“Sekarang ini mungkin lingkungan geopolitik paling mengancam yang pernah saya lihat,” kata Paul Tudor Jones di Squawk Box CNBC pada hari Selasa (10/10).

Pernyataan itu keluar setelah eskalasi konflik antara Israel dan Palestina kembali meningkat tajam sejak 7 Oktober lalu, yang dimotori oleh serangan organisasi politik dan militer Hamas ke Israel bagian selatan.

Menurutnya, hal itu membawa lingkungan geopolitik yang paling mengancam dan menatang. Dia mengaku secara pribadi akan menunggu resolusi dan mengevaluasi dampak konflik Israel-Hamas sebelum kembali terjun ke aset berisiko. Sejauh mana respon Israel dan apakah Iran benar-benar terlibat dalam aksi Hamas, menurut Paul Tudor Jones adalah aspek penting untuk melihat apakah konflik ini mempunyai kemungkinan untuk menjadi sesuatu yang buruk.

Soroti Posisi Fiskal AS yang Lemah

Paul Tudor Jones juga mencatat posisi fiskal AS sebagai yang terlemah setidaknya sejak Perang Dunia II. Dia melihat rasio utang AS terhadap produk domestik bruto (PDB) AS mencapai sebesar 122%.

“Ketika biaya bunga naik di AS, Anda akan berada dalam lingkaran setan. Ketika suku bunga yang lebih tinggi menyebabkan biaya pendanaan yang lebih tinggi; menyebabkan penerbitan utang yang lebih tinggi; yang menyebabkan likuidasi obligasi lebih lanjut; yang menyebabkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi; yang menyebabkan kita berada dalam posisi fiskal yang tidak dapat dipertahankan.”

Dengan peritmbangan risiko geopolitik dan meningkatnya tingkat utang pemerintah AS, Paul Tudor Jones berkata, “Saya tidak bisa menyukai saham [mengingat risiko yang hadir saat ini], tetapi saya menyukai Bitcoin dan emas.”

Kiprah Paul Tudor Jones hingga Terpikat Bitcoin

Paul Tudor Jones adalah pendiri Tudor Investment pada tahun 1980. Dia menjadi terkenal setelah meramalkan dan mengambil keuntungan dari jatuhnya pasar saham pada tahun 1987.

Menurut data Forbes, dia memiliki kekayaan bersih sekitar US$8,1 miliar. Kekayaannya cukup melesat tajam setelah tahun 2020.

Adapun Paul Tudor Jones juga merupakan ketua organisasi nirlaba Just Capital, yang memberi peringatan kepada perusahaan-perusahaan publik AS berdasarkan metrik sosial dan lingkungan.

Dia pertama kali mengungkapkan sikap bullish terhadap Bitcoin pada Mei 2020. Saat itu, Paul Tudor Jones mengatakan bahwa dirinya telah memasukan antara 1% – 2% asetnya ke dalam Bitcoin.

Setahun kemudian, pada Juni 2021, dia menginginkan alokasinya untuk Bitcoin sebesar 5%.

Pada bulan Mei tahun ini, Paul Tudor Jones terdengar kurang optimis. Dia menilai gambaran peraturan yang tidak bersahabat dan tekad bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk menekan inflasi, kemungkinan akan menjadi hambatan bagi Bitcoin.

Komunitas TradFi Menggemakan Pentingnya Bitcoin

Paul Tudor Jones yang terpikat dengan potensi Bitcoin merupakan sikap yang mulai cukup umum diperlihatkan oleh komunitas keuangan tradisional (TradFi).

Baru-baru ini, Fidelity, manajer aset yang mengelola dana sekitar US$4,5 triliun, mengatakan bahwa Bitcoin adalah aset digital yang paling aman dan terdesentralisasi.

Fidelity berpandangan Bitcoin paling baik dipahami sebagai barang moneter. Salah satu tesis investasi utama Bitcoin adalah sebagai ‘aset penyimpan nilai’ di dunia yang semakin digital.

Dalam kesempatan lain, Steven Schoenfield, mantan Managing Director di BlackRock, pada 3 Oktober lalu melihat bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS memiliki waktu sekitar 3 hingga 6 bulan sebelum menyetujui exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori