Lihat lebih banyak

Pendapatan Platform Gaming Anjlok, Keuntungan Nvidia Terpangkas 46,93%

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Nvidia, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, membukukan hasil kinerja yang kurang cemerlang. Dalam periode enam bulan yang berakhir di Juli, keuntungan Nvidia amblas 46,93%. Tepatnya menjadi US$2,27 miliar. Padahal posisinya saat Agustus tahun lalu sempat mencapai US$4,28 miliar.

Anjloknya pendapatan yang bersumber dari platform gaming perusahaan dituding menjadi biang keladi landainya rapor keuangan perusahaan. Platform gaming perusahaan turun 33% di kuartal dua tahun ini menjadi US$2,04 miliar. Angka ini kontras dengan pencapaiannya di tahun sebelumnya. Di periode yang sama tahun 2021, pendapatan yang bersumber dari platform gaming sebesar US$3,06 miliar.

Platform gaming merupakan salah satu kontributor terbesar untuk total pendapatan Nvidia, setelah Data Center. Di kuartal dua tahun ini, kontribusi dari platform gaming mencapai 30,45% dari total pendapatan. Sementara, di periode yang sama tahun lalu, kontribusi dari gim mencapai 47,04%.

Executive Vice President sekaligus Chief Financial Officer (CFO) Nvidia, Colette Kress, mengatakan total pendapatan perusahaan di kuartal dua ini berhasil naik 3% menjadi US$6,70 miliar.

“Pendapatan perusahaan lebih rendah dari proyeksi perusahaan. Hal itu dipicu oleh lemahnya pendapatan yang bersumber dari gaming,” katanya.

Jika dilihat secara kuartalan, pendapatan yang bersumber dari gaming juga turun 44%. Kress menjelaskan lebih lanjut bahwa turunnya penjualan produk gaming secara global ikut memukul pendapatan perusahaan.

Untuk menghadapi kondisi pasar yang menantang, Nvidia juga menerapkan beberapa strategi. Salah satunya adalah dengan melakukan program penetapan harga dengan mitra. Kress sendiri menduga bahwa kondisi pasar yang sampai saat ini masih cukup menantang masih akan terjadi sampai akhir kuartal tiga mendatang.

Selain itu, pendapatan dari platform Data Center juga tidak berhasil memenuhi ekspektasi. Adanya gangguan dalam rantai pasokan menjadi salah satu penyebabnya. Padahal, jika melihat laporan keuangan perusahaan, pendapatan dari Data Center di kuartal dua berhasil meroket hingga 61%. Dari US$2,36 miliar di kuartal dua tahun lalu menjadi US$3,80 miliar.

Sementara dari sisi produksi graphic processing unit (GPU), ambruknya kapitalisasi pasar kripto yang diikuti oleh liarnya pergerakan harga aset kripto ikut memengaruhi permintaan pasar terhadap produk perusahaan.

Kress menuturkan, perubahan metode verifikasi yang termasuk didalamnya peralihan dari proof of work (PoW) ke proof of stake (PoS) ataupun konsensus lainnya kemungkinan juga akan memiliki dampak terhadap kinerja perusahaan.

“GPU kami mampu menambang aset kripto. Tetapi, perusahaan memiliki visibilitas terbatas terkat seberapa besar dampak permintaan GPU terhadap kinerja. Di kuartal akhir, diharapkan penambangan aset kripto akan berkontribusi lebh sedikit terhadap tuntutan gaming,” tambahnya.

Bisnis Pengembangan Metaverse Nvidia Lesu

Sementara itu, untuk lini bisnis pengembangan metaverse Nvidia, yakni platform professional visualization, juga bernasib sama dengan platform gim. Meskipun penurunannya tidak setajam game, tetapi pendapatan perusahaan di kuartal 2 tahun ini dari segmen bisnis tersebut hanya mencapai US$496 juta. Secara tahunan, penurunan tersebut setara dengan 4%. Namun, jika dilihat secara kuartalan penurunannya mencapai 20%. Dari US$622 juta di kuartal 1 tahun ini menjadi US$496 juta.

Nvidia baru saja menggandeng raksasa teknologi asal Jerman, yaitu Siemens, untuk bersama-sama membangun metaverse dalam skala industri. Keduanya akan memanfaatkan teknologi metaverse untuk membawa otomasi industri ke tingkat yang lebih tinggi yang dinamakan digital twin.

Dalam mekanismenya, Siemens akan menghubungkan Siemens Xcelerator dengan NVIDIA Omniverse di metaverse. Dengan begitu, pengembangan metaverse industri akan bisa dimungkinkan, karena model bisnis digital berbasis fisika yang diusung oleh Siemens akan bersinergi dengan teknologi artificial intelligence (AI) yang diusung oleh NVIDIA.

Project pertama yang akan dibangun dengan sinergitas tersebut adalah iFACTORY milik BMW AG. Pabrikan otomotif asal Jerman itu berencana membangun pabrik yang efisien, hijau, dan digital sebagai langkah awal untuk menawarkan 13 mobil bertenaga listrik di akhir tahun 2023 mendatang.

Pasang Target Konservatif

Melihat capaian kinerja di kuartal dua tahun ini, Nvidia mulai pasang kuda-kuda untuk bersikap konservatif. Di kuartal ketiga mendatang, Nvidia hanya mematok angka pendapatan di kisaran US$5,90 miliar.

Platform gaming dan professional visualization juga diprediksi masih melemah secara kuartalan. Prediksi itu bersumber dari pengurangan tingkat investaris yang dilakukan oleh OEM dan klien guna menyelaraskan tingkat permintaan, sembari mempersiapkan produk generasi baru.

“Diharapkan sebagian penurunan yang akan terjadi bisa dikompensasi dengan pertumbuhan di data center dan otomotif,” pungkas Kress.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik pendapatan Nvidia di Q2/2022 ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori