Pengajuan Kebangkrutan Disetujui, Compute North Akan Sodorkan Daftar 30 Kreditur Teratas

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Proses pengajuan kebangkrutan Bab 11 Compute North akhirnya direstui pengadilan.
  • Penyedia hosting bagi penambang Bitcoin itu diketahui memiliki kewajiban US$500 juta kepada sekitar 200 kreditur.
  • Rencananya, Compute North akan menyodorokan daftar 30 kreditur teratas.

Proses pengajuan kebangkrutan Bab 11 Compute North sudah direstui oleh pengadilan. Perusahaan penyedia hosting untuk penambang Bitcoin itu juga sudah mendapatkan persetujuan dari pengadilan untuk membayar asuransi, mengoperasian sistem manajemen kas, dan mengajukan daftar kreditur.

Keputusan tersebut memungkinkan Compute North untuk melanjutkan operasional vital dalam proses kebangkrutan. Hakim Marvin Isgur juga memberikan izin kepada Compute North untuk mengajukan daftar 30 kreditur teratasnya.

Compute North diketahui memiliki kewajiban sebesar US$500 juta kepada sekitar 200 kreditur. Dalam pengajuan berikutnya, baru akan ditetapkan bagaimana cara untuk membayar utang kepada kreditur tertentu.

Meski pengajuan kebangkrutan Compute North disetujui, tetapi mereka tidak diarahkan untuk melanjutkan transaksi antar perusahaan. Hal itu termasuk transaksi yang biasa dilakukan sebelum pengajuan kebangkrutan Bab 11.

Terkait hal ini, Chief Financial Officer (CFO) Compute North, Harold Coulby, menjelaskan bahwa keputusan untuk mengajukan kebangkrutan Bab 11 dipicu oleh adanya pinjaman kepada Generate Lending LLC yang merupakan perusahaan afiliasi Generate Capital.

Salah satu kreditur itu menuduh Compute North gagal memenuhi beberapa persyaratan teknis. Hal tersebut menyebabkan hilangnya kendali atas aset-aset utama yang tengah dibangun Compute North karena disita Generate.

“Hilangnya kendali atas ‘entitas dari Generate’ menyebabkan gangguan bisnis yang pada akhirnya memicu dimulainya kebangkrutan Bab 11,” jelasnya.

Compute North Tetap Memungkinkan untuk Beroperasi

Head of Marketing & Sustainability Compute North, Kristyan Mjolsnes, menambahkan bahwa adanya mekanisme ini memungkinkan mereka tetap beroperasi sembari menjalankan rencana untuk membayar tangungan kepada para kreditur.

Compute North mendeklarasikan kebangkrutan saat tengah melakukan restrukturisasi di bawah perlindungan pengadilan. Kuat dugaan pengajuan kebangkrutan ini memiliki kaitan dengan penggalangan dana senilai US$385 juta yang baru saja didapatkan pada awal tahun ini.

Pasalnya, sumber dana yang didapatkan dalam proses tersebut mayoritas berasal dari utang yang sekitar US$300 juta. Compute North mengakui bahwa adanya celah antara meningkatnya biaya listrik dan juga pengeluaran untuk membangun pusat data menjadi salah satu penyebab krisis keuangan mereka.

Saat ini, kreditur masih menunggu untuk mendapatkan kepastian langkah yang akan ditempuh oleh Compute North. Dalam petisi pengadilan, diketahui bahwa mereka memiliki aset yang berkisar US$100 juta hingga US$500 juta.

Menambah Daftar Panjang Perusahaan Kripto yang Bangkrut

Crypto winter diprediksi oleh analis broker aset digital London GlobalBlock, Marcus Sotirou, akan berjalan panjang. Terdapat hampir selusin perusahaan yang telah mengajukan kebangkrutan. Jumlah tersebut belum memperhitungkan Compute North dan termasuk Hodlnaut yang sampai sekarang masih berjuang untuk bisa selamat dalam tekanan keuangan.

“Kejadian ini akan menjadi periode yang berkelanjutan,” jelas Marcus Sotirou.

Sementara itu, pandangan lain menyebutkan bahwa beberapa perusahaan yang bangkrut ataupun harus meakukan penyesuaian ketika crypto winter merupakan fase yang harus dilewati. Pasalnya dengan begitu, market akan menjadi lebih matang dan berkembang.

Kabar kebangkrutan yang menimpa entitas kripto datang setelah Three Arrows Capital (3AC) mengumumkan kebangkrutan pada akhir Juni atau awal Juli. Hedge fund kripto itu menyeret Voyager yang sebelumnya mengatakan bahwa 3AC melakukan wanprestasi karena gagal melakukan pembayaran pinjaman kripto secara tepat waktu. Kemudian, Celsius menyusul dengan mengajukan kebangkrutan pada bulan Juli.

Terlepas dari itu semua, beberapa raksasa kripto, seperti FTX yang dipimpin oleh Sam Bankman-Fried (SBF), dikabarkan tengah berupaya melakukan penyelamatan. Artinya, masa depan kipto mungkin masih memiliki nafas panjang untuk ke depannya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.