Michael Burry, yang pernah bertaruh melawan gelembung perumahan tahun 2008, mengatakan bear market berikutnya bisa berlangsung lama. Peringatan bear market dari Michael Burry ini didasarkan pada data S&P 500 yang disesuaikan dengan inflasi selama satu abad.
Jika dilihat sekilas, saham nampak tenang. S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada 6 Oktober. Tapi, Burry berpendapat jumlah saham yang mendorong indeks naik kini semakin sedikit.
Rekor Tertinggi yang Tenang di Atas Kaldera Panas
Burry membandingkan pasar dengan kaldera supervolcano. Permukaannya memang tampak damai, tapi tekanan sedang menumpuk di bawahnya.
Ia mengatakan tumpukan tekanan tersembunyi seperti ini juga terjadi pada setiap dari 10 puncak pasar selama 40 tahun terakhir.
Pada Substack terbarunya, ia menilai rekor tertinggi pada 6 Oktober ini bukanlah hal istimewa. Volume transaksi tetap tipis, dan rekor serupa pada Juni dan Agustus 2026 hanya memicu jeda singkat saja.
Namun, grafiknya melacak market breadth, yaitu seberapa banyak saham yang ikut reli. Market breadth ini terus menyusut, mencerminkan argumen market breadth serupa dari pendukung emas, Peter Schiff.
Kasus bear market versi Michael Burry juga melihat faktor spekulasi, valuasi berlebihan, dan kembalinya inflasi. Awal bulan ini, ia menyatakan bahwa investor telah masuk ke tahap penyangkalan seperti tahun 2000 dan 2008.
Sejarah Bear Market Michael Burry Mengarah ke Penantian Panjang
Burry mengandalkan sejarah, bidang yang menurutnya sering diabaikan oleh algoritma trading berbasis chart.
Dari tahun 1966 sampai 1982, S&P 500 yang disesuaikan inflasi turun sekitar 53%. Sementara antara 1929 hingga 1949, return harga riil mencapai minus 58%.
Lebih baru lagi, harga riil turun sekitar 40% dari puncak tahun 2000 hingga titik terendah tahun 2011.
Dividen bisa sedikit meredam kerugian itu. Dengan reinvestasi, penurunan periode 1966 sampai 1982 mengecil jadi sekitar 10%. Demikian juga, kerugian dari 2000 hingga 2011 menyusut jadi sekitar 25%.
Meskipun begitu, tesis bear market Michael Burry lebih menekankan waktu, bukan besarnya penurunan. Setiap periode tersebut memaksa para holder yang sabar untuk menunggu selama bertahun-tahun.
Pelajaran itu bertentangan dengan budaya “buy the dip” yang populer saat ini. Di sisi lain, Panmure Liberum baru saja membuat prediksi paling bearish di Wall Street, yakni target S&P 500 di 5.000 poin untuk tahun 2027.
Jika 15 sampai 20 tahun ke depan dipenuhi return riil yang lemah, Burry menegaskan investor sebaiknya sudah mengetahuinya sejak sekarang. Untuk para holder kripto, pertanyaan terbuka adalah apakah aset digital akan benar-benar terlepas dari tren pasar tersebut.
Matt Hougan dari Bitwise, misalnya, berpendapat bahwa Bitcoin tetap unggul di berbagai skenario ekonomi. Bear market Michael Burry yang berlangsung satu dekade akan menjadi ujian terberat bagi klaim tersebut.











