Terkait topik iniDewan Intelijen Pasar

Michael Burry Peringatkan tentang ‘Supervolcano’ di Pasar Saham

  • Michael Burry memperingatkan bahwa bear market berikutnya mungkin berlangsung lama.
  • Dia menemukan pola penumpukan tersembunyi yang sama di bawah semua 10 puncak pasar dalam 40 tahun.
  • Harga riil S&P 500 turun sekitar 53% antara tahun 1966 dan 1982.
Promo

Michael Burry, yang pernah bertaruh melawan gelembung perumahan tahun 2008, mengatakan bear market berikutnya bisa berlangsung lama. Peringatan bear market dari Michael Burry ini didasarkan pada data S&P 500 yang disesuaikan dengan inflasi selama satu abad.

Jika dilihat sekilas, saham nampak tenang. S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada 6 Oktober. Tapi, Burry berpendapat jumlah saham yang mendorong indeks naik kini semakin sedikit.

Rekor Tertinggi yang Tenang di Atas Kaldera Panas

Burry membandingkan pasar dengan kaldera supervolcano. Permukaannya memang tampak damai, tapi tekanan sedang menumpuk di bawahnya.

Ia mengatakan tumpukan tekanan tersembunyi seperti ini juga terjadi pada setiap dari 10 puncak pasar selama 40 tahun terakhir.

Pada Substack terbarunya, ia menilai rekor tertinggi pada 6 Oktober ini bukanlah hal istimewa. Volume transaksi tetap tipis, dan rekor serupa pada Juni dan Agustus 2026 hanya memicu jeda singkat saja.

Disponsori
Disponsori

Namun, grafiknya melacak market breadth, yaitu seberapa banyak saham yang ikut reli. Market breadth ini terus menyusut, mencerminkan argumen market breadth serupa dari pendukung emas, Peter Schiff.

Kasus bear market versi Michael Burry juga melihat faktor spekulasi, valuasi berlebihan, dan kembalinya inflasi. Awal bulan ini, ia menyatakan bahwa investor telah masuk ke tahap penyangkalan seperti tahun 2000 dan 2008.

Sejarah Bear Market Michael Burry Mengarah ke Penantian Panjang

Burry mengandalkan sejarah, bidang yang menurutnya sering diabaikan oleh algoritma trading berbasis chart.

Dari tahun 1966 sampai 1982, S&P 500 yang disesuaikan inflasi turun sekitar 53%. Sementara antara 1929 hingga 1949, return harga riil mencapai minus 58%.

Lebih baru lagi, harga riil turun sekitar 40% dari puncak tahun 2000 hingga titik terendah tahun 2011.

Dividen bisa sedikit meredam kerugian itu. Dengan reinvestasi, penurunan periode 1966 sampai 1982 mengecil jadi sekitar 10%. Demikian juga, kerugian dari 2000 hingga 2011 menyusut jadi sekitar 25%.

Chart bear market Michael Burry yang menunjukkan bear market riil S&P 500 berlangsung 11 hingga 20 tahun
Bear Market Riil S&P 500 | Sumber: BeInCrypto

Meskipun begitu, tesis bear market Michael Burry lebih menekankan waktu, bukan besarnya penurunan. Setiap periode tersebut memaksa para holder yang sabar untuk menunggu selama bertahun-tahun.

Pelajaran itu bertentangan dengan budaya “buy the dip” yang populer saat ini. Di sisi lain, Panmure Liberum baru saja membuat prediksi paling bearish di Wall Street, yakni target S&P 500 di 5.000 poin untuk tahun 2027.

Jika 15 sampai 20 tahun ke depan dipenuhi return riil yang lemah, Burry menegaskan investor sebaiknya sudah mengetahuinya sejak sekarang. Untuk para holder kripto, pertanyaan terbuka adalah apakah aset digital akan benar-benar terlepas dari tren pasar tersebut.

Matt Hougan dari Bitwise, misalnya, berpendapat bahwa Bitcoin tetap unggul di berbagai skenario ekonomi. Bear market Michael Burry yang berlangsung satu dekade akan menjadi ujian terberat bagi klaim tersebut.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori