Perusahaan Asuransi Kripto Evertas Ekspansi ke Hong Kong & Australia

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Evertas, perusahaan asuransi kripto, akan memperlebar sayap bisnisnya ke Hong Kong dan Australia.
  • Tingginya tingkat adopsi kripto di sana jadi salah satu alasan lakukan ekspansi.
  • Industri asuransi kripto dinilai salah satu sektor bisnis yang potensial, tapi ibarat raksasa yang sedang tidur.

Evertas, perusahaan asuransi kripto, akan memperlebar sayap bisnisnya ke Hong Kong dan Australia. Tingginya tingkat adopsi kripto di dua wilayah tersebut menjadi salah satu alasan mereka masuk dan melakukan ekspansi ke sana.

Co-founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Evertas, J. Gdanski, mengatakan bahwa Australia dan Hong Kong telah menjadi rumah yang adil bagi inovasi blockchain. Beberapa bursa kripto terbesar juga didirikan di Hong Kong, seperti Crypto.com, Huobi Global, OKCoin, Bitstamp, serta beberapa bursa kripto lainnya.

Selain itu, meskipun Hong Kong masih berada di bawah yurisdiksi Cina yang terkenal akan sikap antipatinya terhadap penggunaan kripto NFT karena dianggap sebagai aset spekulatif, hal itu tidak menyurutkan langkah perusahaan kripto global untuk mendirikan kantor di sana. Mulai dari aplikasi move-to-earn seperti STEPN hingga perusahaan gaming dan pemilik metaverse The Sandbox, Animoca Brands, diketahui memiliki kantor di wilayah tersebut.

Terkait hal ini, J. Gdanski percaya bahwa lebih masuk akal bagi perusahaannya untuk melakukan perluasan pasar ke Australia dan Hongkong. “Kami bisa menutup kesenjangan cakupan asuransi kripto yang sangat besar di wilayah Asia,” ungkapnya.

Pasalnya, dari seluruh aset kripto yang diinvestasikan, jumlah yang diasuransikan masih sangat kecil. Angka tersebut kurang dari 3% dari total aset kripto global. Untuk itu, Evertas berupaya meningkatkan penawaran pada pasar yang lebih luas.

Perlindungan Terhadap Isi Dompet Kustodian

Dengan adanya perluasan usaha ini, Evertas mengaku bisa menawarkan produk yang lebih baik kepada investor. Salah satunya adalah dengan memberikan jaminan risiko terhadap barang bernilai tinggi termasuk di dalamya aset kripto. J. Gdanski menuturkan, investor juga bisa mendapatkan perlindungan atas dana yang terdapat di dalam dompet kustodian dari kerugian karena kegagalan teknologi.

Tingginya angka pencurian kripto diprediksi bakal membuat bisnis asuransi kripto bertambah subur. Pasalnya, dari total US$4 miliar aset kripto yang dijarah pada 2021, hanya sebagian kecil yang dilindungi oleh asuransi. Tidak seimbangnya antara adopsi kripto bagi nasabah institusi dan cepatnya adopsi kripto di berbagai negara, membuat perusahaan perlindungan kerugian kripto seperti Evertas sulit untuk masuk lebih dalam ke industri tersebut.

“Nasabah institusi besar masih banyak yang belum mau masuk ke pasar kripto. Konsekuensinya, kapasitas asuransi jadi berkurang untuk bisa melindungi nilai kerugian secara signifikasi jika terjadi pelanggaran,” jelas J. Gdanski.

Raksasa Tidur Itu Dijuluki Asuransi Kripto

Beberapa pihak menyebutkan bahwa industri asuransi kripto ibarat raksasa yang sedang tertidur. Pasalnya, biasanya di dalam dunia keuangan, semakin besar nilai pasarnya, maka semakin besar juga proteksi yang dibutuhkan untuk memitigasi risiko.

Kepala Pemasaran InsurAce, Dan Thomson, menjelaskan bahwa asuransi on-chain dapat melindungi investasi dalam aset digital. Contohnya adalah ketika protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) mengalami peretasan, industri tersebut bisa hadir untuk meminimalisir kerugian.

“Asuransi DeFi adalah raksasa tidur, karena produk yang sudah diasuransikan masih mencapai kurang dari 1% atas semua aset kripto,” jelas Dan Thomson.

Seperti saat peristiwa runtuhnya algorithmic stablecoin TerraUSD (UST), InsurAce mengakui telah membayar US$11,7 juta pada 155 nasabahnya. Berkaca dari banyaknya peristiwa kejahatan di dunia kripto, perusahaan kripto juga sudah banyak yang mempersiapkan dana untuk cadangan kerugiannya.

Sebagai contoh, Bitget, yang merupakan bursa kripto asal Singapura, sudah merilis dana cadangan asuransi darurat sebesar US$200 juta. Dana tersebut bisa digunakan ketika pengguna mengalami kerugian yang bukan berasal dari kegiatannya sendiri.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.