Bitcoin btc
$ usd

Regulator AS ‘Ganggu’ Upaya Binance.US Akuisisi Aset Voyager

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Regulator AS ingin hakim hentikan akuisisi Voyager Digital oleh Binance.US, sebelum ada pengungkapan tentang hubungan mereka dengan Binance.
  • Selain itu, para regulator meragukan kemampuan keuangan Binance.US untuk melakukan transaksi lebih dari US$1 miliar.
  • Menurut dugaan, kekhawatiran ini timbul sebagai tindakan preventif atas peristiwa kebangkrutan crypto exchange FTX.

Regulator Amerika Serikat (AS) ingin hakim menghentikan akuisisi crypto lending platform Voyager Digital oleh Binance.US sampai perusahaan itu mengungkapkan lebih banyak detail tentang keuangannya sendiri dan hubungannya dengan entitas global dari crypto exchange Binance.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Wali Amanat dalam Departemen Kehakiman AS (DOJ), serta regulator negara bagian New Jersey dan Vermont, pada hari Rabu (4/1) dilaporkan telah mengajukan mosi yang menolak akuisisi tersebut dalam proses kebangkrutan Voyager di Distrik Selatan New York, AS.

Keberatan ditujukan pada usulan pembelian pihak Binance.US atas aset crypto lending platform yang tertekan itu. SEC mengklaim bahwa pengungkapan dari pihak Binance.US untuk pembelian aset Voyager tidak meliputi detail informasi yang memadai.

Selain itu, mereka meragukan kemampuan keuangan Binance.US untuk melakukan transaksi lebih dari US$1 miliar. Regulator AS turut menyoroti tentang hubungan antara Binance.US yang menggarap market di AS dan Binance yang beroperasi secara global.

Diperlukan lebih banyak pengungkapan tentang seperti apa oeprasi Binance.US seterlah kesepakatan akuisisi aset Voyager, beserta lebih banyak informasi tentang bagaimana aset pelanggan akan diamankan.

Baca Juga: Regulator AS Bisa ‘Batalkan’ Niat Binance Akuisisi Aset Voyager dengan Dalih Tinjauan Keamanan

Belajar dari Krisis FTX

Pengadilan Izinkan Voyager Kembalikan US$270 Juta kepada Pelanggan

Semantara itu, Biro Sekuritas New Jersey secara khusus menekankan bahwa setelah transfer kripto ke Binance.US, mereka dinilai akan memiliki kebebasan untuk mengarahkan kripto tersebut sesuai keinginan mereka. 

Sehingga, tanpa sepengetahuan pelanggan, kripto itu mungkin berakhir di penyimpanan di luar AS atau tempat di luar jangkauan otoritas regulasi dan penegakan hukum AS.

Kekhawatiran terkait hal ini bisa jadi mengutip dari operasi crypto exchange FTX yang sebagian besar dilakukan di luar yurisdiksi AS. Dari hal tersebut, membuat aset pelanggan yang ditempatkan di Bahama lebih sulit dijangkau oleh regulator AS ketika kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) mengalami kebangkrutan.

Adapun dinamika kebangkrutan FTX telah menyebabkan keributan antara pemerintah Bahama hingga dari pihak debitur FTX ketika mereka melalui proses kebangkrutan di AS.

Sebagai catatan, Voyager mengajukan kebangkrutan pada Juli lalu. Awalnya, Voyager berencana untuk menjual asetnya ke crypto exchange FTX. Pada 26 September 2022, FTX US diumumkan sebagai pemenang lelang aset Voyager dengan tawaran bernilai sekitar US$1,42 miliar.

Namun, kesepakatan itu dibatalkan seiring runtuhnya kerajaan kripto SBF pada November 2022. Atas hal itu, Voyager membuka kembali proses lelang atas aset mereka, yang lantas dimenangkan Binance.US.

Baca Juga: Akankah Binance Bernasib Sama seperti FTX? Begini Tanggapan Para Ahli

SEC Curiga dengan Binance.US

Crypto Exchange Binance Binance.US

Selain itu, regulator AS ingin Voyager memberikan perincian lebih lanjut tentang apa yang akan terjadi jika transaksi tidak selesai pada 18 April 2023.

Menurut keberatan itu, SEC telah menyampaikan kekhawatiran ini kepada pengacara Voyager dan diberi tahu bahwa dokumen yang telah direvisi akan diajukan. Meski begitu, SEC masih berhak untuk mengubah keberatannya nanti.

Ada komentator yang menilai bahwa keberatan yang diajukan ini karena SEC memperkirakan Binance.US tidak akan mampu membeli aset Voyager tanpa beberapa ‘transaksi yang tidak diinginkan’ seperti menerima dana dari entitas global Binance.

Sementara itu, Changpeng ‘CZ’ Zhao, founder dan CEO Binance, sejauh ini telah secara terbuka menyatakan bahwa Binance.US adalah entitas yang sepenuhnya independen.

Sebelumnya pada Oktober 2022, Reuters menuduh bahwa entitas Binance di AS bertindak seperti anak perusahaan Binance secara de facto yang dibuat untuk melindungi Binance dari regulator AS. Sebagai tanggapan, CZ berargumen bahwa Binance berkomitmen untuk mematuhi regulator. Dia mengklaim bahwa Reuters melaporkan secara bias.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori