Lihat lebih banyak

Vinyl Fish Club Rilis NFT untuk Program Keanggotaan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Vinyl Fish Club (VFC) akan merilis koleksi NFT untuk meningkatkan basis pengguna dan memberikan pengalaman lebih.
  • Selain berfungsi sebagai program keanggotaan, NFT dari VFC juga bisa menjadi bentuk investasi dan diperdagangkan pada platform OpenSea.
  • Merujuk pada laman OpenSea, saat ini floor price dari harga NFT buatan Vinyl Fish Club sudah mencapai 1 ETH.
  • promo

Fenomena non-fungible token (NFT) dalam industri kuliner (F&B) semakin menjadi. Beberapa restoran papan atas diketahui sudah menggunakan teknologi NFT untuk memberikan pengalaman unik kepada para anggotanya dengan konsep program keanggotaan.

Kabar terbaru adopsi NFT oleh bisnis F&B datang dari sebuah restoran yang ada di wilayah Florida, Amerika Serikat (AS). Restoran itu adalah Vinyl Fish Club (VFC), yang menawarkan NFT untuk meningkatkan basis pengguna dan memberikan pengalaman lebih.

Dalam koleksi perdananya, restoran yang menyajikan makanan sushi itu menggandeng seniman NFT Miguel Peredes. Selain berfungsi sebagai program keanggotaan, NFT tersebut juga bisa dijadikan aset investasi untuk diperjualbelikan lewat bursa NFT OpenSea.

Kuat dugaan, NFT yang Vinyl Fish Club rilis bakal menggunakan blockchain Ethereum. Pasalnya, dalam penjualan aset digital tersebut menggunakan kontrak di jaringan Ethereum.

Floor Price NFT Vinyl Fish Club Sudah Tembus 1 ETH

Pada tahap awal, Vinyl Fish Club akan merilis sekitar 50 NFT dengan harga US$1.851,98. VFC pun bakal memberikan ‘harga khusus’ bagi investor baru NFT, yakni hanya dengan menyiapkan dompet kripto berisi US$100.

Setiap pemilik NFT VFC bisa mendapatkan benefit berupa pelayanan dari pramutamu kelas atas, merasakan bersantap secara pribadi, serta bertemu dengan investor dan penggemar kuliner yang memiliki pikiran sama terhadap NFT.

“NFT adalah tren terbaru di pasar digital yang berkembang. Tim pramutamu VFC siap memandu pengguna melalui proses menyiapkan dompet dan mengakses token,” tulis keterangan perusahaan.

Lebih lanjut dijelaskan, seperti token utilitas lainnya, keanggotaan sosial yang dapat diperdagangkan diprediksi mampu memberikan nilai pertumbuhan yang nyata dan potensial.

Merujuk pada laman OpenSea, saat ini floor price untuk NFT buatan VFC berada di harga 1 ETH.

Pelaku Bisnis Restoran Gunakan NFT untuk Mengerek Pendapatan

Industri F&B di Amerika Serikat sepertinya memang tengah menggenjot pemanfaatan NFT. Seperti halnya SHO Group, yang berbasis di San Fransisco, juga sudah merilis NFT berbasis keanggotaan dengan harga US$7.500 hingga US$300.000.

Tak hanya di Amerika Serikat, kawasan Amerika Utara pun rupanya tidak ingin ketinggalan. Sebuah restoran taco di Kanada, yaitu, StrEATs, telah memanfaatkan teknologi NFT. Restoran waralaba tersebut merilis NFT yang juga berfungsi sebagai token utilitas. Dengan demikian, para penggunanya bisa melakukan staking untuk mendapatkan token $TACO dan menukarkannya dengan hadiah.

Beberapa hadiah yang bisa para pengguna dapatkan adalah kesempatan untuk mendapatkan makanan gratis seumur hidup atau mendapatkan pembayaran bulanan dengan Ether (ETH) atau Wrapped Ether (WETH).

Di samping itu, StrEATs pun menawarkan benefit berupa diskon 20% di semua lokasi restoran, akses ke acara VIP, dan hak suara pada item menu unggulan. Lewat beberapa benefit tersebut, StrEATs optimistis dapat mengerek bisnisnya hingga meraup pendapatan sebesar US$10 juta pada akhir tahun ini.

Kemudian, StrEATs juga menawarkan manfaat berupa pembayaran bulanan dalam bentuk ETH atau WETH akan mereka luncurkan pada kuartal 3 atau kuartal 4 tahun ini lewat program Golden Taco.

Metaverse untuk Gim dan Makanan

Bukan cuma di dunia nyata, pemanfaatan NFT juga sudah memasuki dunia virtual metaverse. Salah satu platform gaming bernama OneRare bahkan sudah melangkah lebih jauh untuk memanfaatkan NFT. OneRare memungkinkan penggunanya untuk menukar NFT miliknya untuk makanan ataupun penawaran restoran di dunia nyata.

OneRare tak segan mengklaim bahwa mereka adalah pencipta metaverse pertama yang menggabungkan makanan, gim, dan NFT. Perusahaan juga berkolaborasi dengan koki selebriti asal Indonesia, yakni Arnold Poernomo.

Founder OneRare, Supreet Raju, mengatakan proyek ini merupakan proyek tokenisasi untuk makanan yang ada di blockchain. Konsep yang One Rare usung sejatinya mirip dengan play-to-earn, yang mana pengguna bisa mendapatkan hadiah berupa NFT, lalu bisa mereka tukarkan menjadi makanan di restoran tertentu.

“Untuk membuat hidangan, pengguna harus pergi ke dapur perusahaan dan mengikuti resep yang ada. Bahan untuk membuatnya tersaji dalam bentuk NFT. Hasil makanannya juga akan berbentuk NFT yang bisa digunakan untuk permainan dan menukarnya di restoran yang ada di dunia nyata,” pungkasnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik NFT dari restoran Vinyl Fish Club ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori