Lihat lebih banyak

Ripple Ingin agar William Hinman Diinvestigasi Terkait Pidatonya di Tahun 2018

5 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pihak Ripple kini menyerukan investigasi baru terhadap William Hinman, salah satu mantan petinggi SEC, terkait pidatonya pada tahun 2018.
  • Di samping itu, Brad Garlinghouse, CEO Ripple, juga mengkritik SEC karena menggugat pihaknya terkait dugaan menjual produk sekuritas yang tidak terdaftar.
  • Dokumentasi dalam email menunjukkan bahwa sejumlah pihak di internal SEC sedang mempertimbangkan seberapa jelas draf pidato Hinman sebenarnya dalam mengungkapkan pandangan bahwa ETH bukan sekuritas.
  • promo

Pihak Ripple, yang bertarung dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) terkait status apakah XRP produk sekuritas (efek) atau tidak, kini menyerukan investigasi baru terhadap William Hinman dan pidato yang dia berikan pada tahun 2018.

Sebagai informasi, Ripple, merupakan perusahaan yang terkait erat dengan proyek cryptocurrency XRP. SEC pada Desember 2020 menuduh Ripple secara ilegal menjual XRP tanpa mendaftarkannya sebagai produk sekuritas. Ripple dituduh mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar melalui penawaran sekuritas aset digital yang tidak terdaftar.

Sementara itu, William Hinman adalah mantan direktur Divisi Keuangan Korporasi di SEC yang pada Juni 2018 membuat pidato yang cukup krusial bagi industri kripto. Dia mengatakan Bitcoin (BTC) bukanlah instrumen investasi sekuritas, dan mengisyaratkan Ether (ETH) pun seperti demikian.

Kalau Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang kasus Ripple melawan SEC, silakan baca selengkapnya di Kronologi Lengkap Kasus Ripple vs. SEC.

Pihak Ripple mengutip pidato Hinman yang menyebut bahwa ‘token kripto’ bukanlah sekuritas setelah menjadi ‘cukup terdesentralisasi’. Ripple menyebut Hinman menemukan faktor-faktor untuk dipertimbangkan saat membuat keputusan ‘cukup terdesentralisasi’.

Pidato Hinman dalam perkembangannya menjadi cukup krusial karena sering dikutip dalam pertanyaan mengenai apakah aset digital memenuhi definisi atau tidak sebagai instrumen investasi sekuritas.

Ripple: Hinman Harus Diinvestigasi

Merespon diterbitkannya dokumen Hinman, Chief Legal Officer (CLO) Ripple, Stuart Alderoty, mengatakan, “Sekarang kita semua dapat melihat Hinman mengabaikan banyak peringatan bahwa pidatonya berisi analisis yang dibuat-buat tanpa dasar hukum, dipisahkan dari Howey Test, mengungkapkan kesenjangan peraturan, dan tidak hanya akan menciptakan kebingungan, tetapi juga kebingungan yang lebih besar di market.”

Sang CLO Ripple itu menyerukan agar investigasi harus dilakukan untuk memahami apa atau siapa yang memengaruhi Hinman.

Selain itu, dia juga menggarisbawahi mengapa konflik (atau, paling tidak, penampilan konflik) yang ada dalam diskusi internal SEC itu diabaikan. Lalu, mengapa SEC menggembar-gemborkan pidato tersebut walau mengetahui bahwa hal itu akan menciptakan ‘kebingungan yang lebih besar’.

Pihak Ripple menyebut isi dokumen itu menunjukkan bahwa Hinman ‘tidak membahas masalah internal tentang draf pidato’ itu sebelum dipublikasikan.

Lebih lanjut, sang CLO Ripple mendorong agar SEC menghapus pidato Hinman dari situs web mereka dan mengatakan itu tidak boleh lagi digunakan dalam diskusi serius tentang apakah token adalah sekuritas atau bukan.

“Birokrat yang tidak terpilih harusnya dengan setia menerapkan hukum dalam batasan yurisdiksi mereka. Mereka tidak bisa, seperti yang dicoba Hinman, membuat UU baru,” imbuh Alderoty.

CEO Ripple: SEC Sengaja Buat Kebingungan

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, turut menggemakan pandangan CLO Ripple.

“Benar-benar tidak masuk akal bahwa regulator, ketika dihadapkan dengan begitu banyak penolakan tentang apa yang akan dia katakan atau bagaimana dia menyusun tes palsu ini sejak awal, memutuskan untuk tetap maju, dan melemparkan seluruh industri kripto ke dalam kekacauan,” tulis Garlinghouse di Twitter.

Brad Garlinghouse juga mengkritik SEC karena menggugat Ripple terkait dugaan menjual produk sekuritas yang tidak terdaftar. Padahal, pihak SEC sendiri dengan sengaja membuat kebingungan tentang hal ini.

“Saya tidak memiliki satu kata sopan pun untuk menggambarkan penjangkauan [hukum] yang menyedihkan dan bermotivasi politik ini,” ungkapnya.

Dia melanjutkan dengan menyoroti bahwa SEC pada dasarnya ‘mempersenjatai kurangnya kejelasan peraturan’ melalui tindakan penegakan hukum sejak pidato Hinman disampaikan.

“Tidak mengherankan jika kami dapat menyebut gertakan pada klaim mereka [SEC] untuk ‘masuk dan mendaftar’ [ke SEC] sebagai tidak lain dari itikad buruk,” tegas sang CEO Ripple.

Isi Diskusi Internal SEC Terkait Draf Pidato Hinman

Dokumentasi dalam email menunjukkan bahwa sejumlah pihak di internal SEC sedang mempertimbangkan seberapa jelas draf pidato Hinman sebenarnya dalam mengungkapkan pandangan bahwa ETH bukan sekuritas.

Sebelum berpidato, Hinman mengatakan dalam email kepada beberapa karyawan SEC bahwa pidato tersebut menyarankan, “Kita tidak perlu melihat kebutuhan untuk mengatur ETH, seperti yang saat ini ditawarkan [pada tahun 2018], sebagai sekuritas.”

Hinman juga mengaku akan menelpon Vitalik Buterin [co-founder Ethereum] untuk mengonfirmasi “pemahaman kita” [pihak SEC] tentang bagaimana Ethereum Foundation beroperasi.

Dalam komentarnya terkait draf pidato Hinman, Departemen Perdagangan dan Pasar SEC mengungkapkan keprihatinan tentang sentimen di bagian yang mengatakan bahwa ETH bukanlah sekuritas. Jika Hinman ingin membuat pernyataan menyeluruh bahwa ETH bukan sekuritas, itu memerlukan diskusi internal lebih lanjut.

Pada waktu itu, Brett Redfearn, mantan Direktur Perdagangan dan Pasar SEC, menulis, “Bahasanya [dalam draf pidato Hinman] masih kabur, apakah ETH adalah sekuritas. Jika Anda ingin membuat pernyataan alternatif bahwa itu bukan sekuritas, bahasanya bisa lebih kuat (yaitu, katakan saja seperti itu). Jika Anda tidak ingin mengambil sikap afirmatif [bersifat menguatkan atau mengesahkan], sebaliknya gunakan bahasa yang mirip dengan yang Anda gunakan untuk Bitcoin agar membuatnya lebih konsisten.” 

Lalu, Brett Redfearn mengatakan bahwa pidato tersebut mungkin menyebabkan kebingungan yang lebih besar tentang status ETH.

Valerie Szczepanik, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Pusat Strategis untuk Inovasi dan Teknologi Keuangan di SEC, menulis bahwa dia percaya semakin sedikit detail semakin baik. Pernyataan itu merujuk pada apa yang tampaknya menjadi salah satu draf pidato Hinman paling awal.

“Ini memperkenalkan sebuah konsep, yang mungkin akan menghasilkan banyak diskusi. Jadi, saya pikir memberi ruang untuk diskusi itu bagus,” tulis Valerie Szczepanik.

Sementara itu, Laura Jarsulic, yang teridentifikasi sebagai pengacara di Kantor Penasihat Umum SEC, mengatakan bahwa mungkin ada situasi ketika token memang merupakan sekuritas. Misalnya, jika perusahaan menerbitkan token, bukan saham.

Sempat Ada Pembahasan untuk Hapus Bagian tentang ETH dari Pidato

Kantor Penasihat Umum SEC sebenarnya mengusulkan penghapusan tentang ETH secara keseluruhan. Sebab, mereka masih ragu untuk memasukkan pernyataan langsung tentang ETH dalam pidato Hinman. Sebagian alasannya, karena itu akan mempersulit SEC untuk mengambil posisi berbeda terkait ETH di masa mendatang.

“Vitalik Buterin kemungkinan besar memiliki lebih banyak informasi daripada investor ritel ETH. Ini tidak berarti bahwa tidak ada lagi [informasi] asimetris begitu jaringan [Ethereum] menjadi terdesentralisasi,” jelas Kantor Penasihat Umum SEC yang menyoroti kekhawatiran mereka.

Terlepas dari keprihatinan dan usulan Kantor Penasihat Umum SEC untuk menghapus bahasa tentang ETH dari draf pidato itu, versi akhir dari pidato Hinman tetap menyertakan pembahasan ETH.

Setelah membaca lebih banyak dokumen Hinman, jurnalis Eleanor Terrett menguraikan, “Terlihat bahwa Hinman tidak mempertimbangkan beberapa saran yang diberikan oleh sesama pejabat SEC tentang status ETH dan undang-undang (UU) yang ada. Jadi, apakah pidato itu pendapat pribadinya? Jika demikian, mengapa hal itu boleh disebut-sebut sebagai panduan market?”

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori