Lihat lebih banyak

Profil Brad Garlinghouse: Kiprah Jadi CEO Ripple hingga Kasus Melawan SEC

4 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ripple Labs sedang menjadi sorotan karena kasus melawan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akibat aset XRP. Nama Brad Garlinghouse, sebagai CEO Ripple Labs, pun ikut naik daun dan memberikan pandangannya terkait industri cryptocurrency. Bagaimana latar belakang dan kiprah Brad Garlinghouse sebagai CEO Ripple hingga kini menghadapi tuntutan melawan otoritas keuangan di AS? Berikut ulasannya.

Ingin mendapatkan ulasan terkait proyek baru cryptocurrency? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan analisis teknikal cryptocurrency gratis, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Siapakah Brad Garlinghouse?

Brad Garlinghouse adalah CEO Ripple dan anggota Dewan Direksi perusahaan crypto tersebut. Garlinghouse lahir pada tanggal 6 Februari 1971 di Topeka, Kansas. Dia memiliki gelar Sarjana Seni dari University of Kansas dan MBA dari Harvard Business School.

Sebelum Ripple, Brad menjabat sebagai CEO di perusahaan layanan kolaborasi file Hightail. Dari tahun 2009 hingga 2012, ia menjabat sebagai Presiden Aplikasi Konsumen di AOL dan sebelumnya memegang berbagai posisi eksekutif di Yahoo! dari tahun 2003 hingga 2009, termasuk Senior Vice President.

Sebelum itu, pada awal karirnya Brad membantu memimpin industri VoIP sebagai CEO Dialpad Communications. Saat ini ia menjadi anggota Dewan Direksi OutMatch dan pernah menjabat sebagai anggota dewan di Ancestry.com dan Tonic Health.

Brad Garlinghouse, CEO Ripple yang dulu pernah berkarier di AOL dan Yahoo!

Latar Belakang Pendidikan

Pria yang memiliki nama lengkap Bradley Kent Garlinghouse ini lahir dan besar di Kansas, Amerika Serikat. Dia memegang gelar sarjana (BA) dari The University of Kansas. Kemudian, dia melanjutkan kuliah dan pada 1997, lulus Harvard Business dengan gelar MBA.

Karier sebelum Ripple

Pada awal karirnya, Brad memcoba menjadi pionir dari industri VoIP sebagai CEO Dialpad Communications. Kemudian, pada 2003-2008 Brad Garlinghouse bergabung dengan Yahoo sebagai SVP Communications. Sepanjang periode 2003-2008, sejumlah proyek yang dia pegang termasuk Yahoo Yahoo! Mail, Messenger, Voice, Photos, Yahoo.com, My Yahoo! dan Groups.

Dari segala hal yang ia bawa ke Yahoo, Garlinghouse terkenal karena menulis “The Peanut Butter Manifesto“. Memo ikonik tersebut menganalogikan langkah Yahoo seperti selai kacang yang luas tetapi tipis, tidak punya fokus di satu bidang yang kuat. Ini mengkritik operasi Yahoo secara internal dan menuntut lingkungan kerja yang lebih terorganisir dan efisien.

Setelah keluar dari Yahoo!, ia menjabat sebagai Penasihat Senior di perusahaan investasi Silver Lake Partners, dan kemudian menjadi Presiden Aplikasi Konsumen di AOL dari tahun 2009 hingga 2011. Ia bergabung dengan Hightail dan menjabat sebagai CEO hingga September 2014. Lalu, keluar setelah terjadi perbedaan pendapat dengan dewan mengenai arah perusahaan.

Kiprah sebagai CEO Ripple

Garlinghouse bergabung dengan Ripple pada tahun 2015 sebagai Chief Operating Officer dan mendapat promosi menjadi CEO, setelah Chris Larsen turun tahta pada tahun 2016. Di bawah kepemimpinannya, Ripple telah menjadi salah satu perusahaan paling sukses di pasar cryptocurrency. Koin XRP besutan Ripple telah menjadi cryptocurrency ketiga terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Pada Desember 2019, Garlinghouse mengumumkan bahwa Ripple sudah meraup pendanaan seri C senilai US$200 juta dari Tetragon, SBI Ventures dan 66 Ventures. Pada tahun 2020, ia berhasil membawa lebih banyak kemitraan (misalnya dengan Flare Networks) dan mencatat berbagai macam pencapaian sambil meningkatkan seluruh ekosistem XRP.

Kasus Ripple vs. SEC

Kasus Ripple vs. SEC bermula sejak SEC Amerika Serikat mengajukan gugatan kepada Ripple Labs, Inc. SEC, selaku otoritas perdagangan efek dan pasar modal di Negeri Paman Sam, melayangkan gugatan kepada Ripple. Otoritas ini menuduh Ripple mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar melalui penawaran sekuritas aset digital XRP berkelanjutan yang tidak terdaftar.

Berdasarkan tuntutan SEC, pihak-pihak Ripple yang dituntut adalah Christian Larsen, salah satu pendiri perusahaan, ketua dewan eksekutif, yang sebelumnya juga sempat menjabat sebagai CEO Ripple; serta Bradley Garlinghouse, CEO perusahaan Ripple saat ini.

Bermula sejak Desember 2020, kasus ini berlarut-larut sehingga kronologi kasus Ripple vs SEC pun menjadi sorotan. Sang CEO mengungkapkan dia sangat geram dengan gugatan SEC terhadap XRP tersebut.

Dalam sebuah cuitan yang ia tulis pada 5 Oktober 2022, Brad Garlinghouse mengatakan bahwa SEC sama sekali tidak menunjukkan kepeduliannya jika gugatan terhadap koin XRP akan merugikan perusahaan ataupun individu tertentu. Menurut sang CEO Ripple, tindakan lembaga regulator yang dipimpin Gary Gensler untuk mencapai tujuan kebijakan tersebut bukanlah bentuk dari kepatuhannya terhadap hukum. Sebaliknya, ini tentang kekuasaan.

Brad Garlinghouse CEO Ripple sangat marah terkait kasus XRP vs SEC

Kekayaan Brad Garlinghouse

Sebagai CEO Ripple, Garlinghouse, pada 2018 memiliki saham sebesar 6,3% di perusahaan Ripple. Meskipun Ripple mengendalikan 61,3 miliar XRP, kepemilikan yang totalnya mencapai $95 miliar dalam nilai, para ventura kapitalis Ripple menilai harga perusahaan hanya sebesar US$410 juta. Menurut laporan Forbes, stok pribadi Garlinghouse dalam koin XRP bernilai “sembilan digit” (ratusan juta dolar). Makanya, bos Ripple ini masuk dalam daftar orang terkaya di dunia crypto menurut Forbes.

Kesimpulan

Brad Garlinghouse adalah CEO Ripple dan anggota Dewan Direksi. Sebelum Ripple, ia menjabat sebagai CEO layanan kolaborasi file Hightail dan memegang berbagai posisi eksekutif di Yahoo! serta AOL. Garlinghouse terkenal karena gaya kepemimpinannya yang terbuka dan visioner. Ia juga menjadi advokat penggunaan teknologi blockchain untuk mempromosikan inklusi keuangan dan mengurangi ketimpangan pendapatan global.

Saat ini, Ripple sedang menghadapi tuntutan dari SEC terkait penjualan XRP yang tidak terdaftar dan itu membuatnya geram. Namun, terdapat beberapa kemenangan kecil Ripple yang juga mendorong harapan bagi industri crypto. Semoga ke depannya industri cryptocurrency masih bisa berinovasi seperti halnya langkah CEO Ripple tersebut.

Pertanyaan yang sering muncul

Siapakah Brad Garlinghouse?

Apa Itu XRP?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori