Tim Hukum Terraform Labs Mengundurkan Diri setelah Keruntuhan Spektakuler Terra-LUNA-UST

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Tim hukum Terraform Labs (TFL) dikabarkan telah mengundurkan diri setelah kejadian 'keruntuhan' ekosistem Terra.

  • Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh juru bicara Terraform Labs.

  • Namun, hingga saat ini, masih tidak jelas apa alasan sebenarnya tim hukum Terraform Labs memutuskan untuk mengundurkan diri.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Tim hukum Terraform Labs (TFL), perusahaan yang berbasis di Singapura dan berada di balik blockchain Terra, dikabarkan telah mengundurkan diri, menyusul ‘kehancuran’ spektakuler proyek kripto Terra-LUNA-UST. Juru bicara TFL telah mengonfirmasi hal ini.

General counsel atau penasihat umum, Marc Goldich; chief corporate counsel atau kepala penasihat perusahaan, Lawrence Florio; dan regulatory counsel atau penasihat regulasi, Noah Axler, semuanya meninggalkan posisi mereka tidak lama setelah runtuhnya harga native token Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) selama pekan kedua Mei 2022.

“Minggu lalu merupakan tantangan bagi Terraform Labs, dan sejumlah kecil anggota tim mengundurkan diri dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar anggota tim tetap teguh berkomitmen untuk melaksanakan misi proyek ini,” kata juru bicara TFL dalam sebuah email yang mulai beredar pada Rabu (18/5) dini hari.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Terra lebih dari UST, dengan komunitas yang sangat bersemangat dan visi yang jelas tentang cara membangun kembali. Fokus TFL sekarang adalah menjalankan rencana untuk menghidupkan kembali ekosistem Terra.

Meski mengonfirmasi kabar ini, tetapi masih tidak jelas apa alasan sebenarnya tim hukum Terraform Labs memutuskan untuk mengundurkan diri. Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada The Block bahwa operasi hukum TFL sekarang sedang ditangani oleh penasihat luar.

Seruan untuk Tindakan Hukum

Walau blockchain Terra telah dikembangkan sejak April 2018, TerraUSD (UST) adalah stablecoin terdesentralisasi yang baru dirilis sejak awal September 2020. Adapun pembentukan Luna Foundation Guard (LFG), yang diumumkan ke publik pada 20 Januari 2022, memiliki tujuan untuk mendukung stabilitas stablecoin UST.

Sejumlah investor yang mengalami kerugian menyerukan tindakan hukum terhadap Do Kwon yang memiliki peran sebagai CEO Terraform Labs. Beberapa hari yang lalu, beredar salinan formulir pengaduan yang diserahkan ke penegak hukum di Singapura. 

Formulir pengaduaan yang diisi oleh seorang warga negara Singapura itu menuduh bahwa token LUNA adalah ‘penipuan ponzi yang runtuh’ dan mengklaim bahwa ada 1.000 warga Singapura terdampak.

“Do Kwon masih seorang miliarder yang terakhir saya dengar. Dia saat ini tinggal di Singapura, jadi ada kemungkinan Singapura masih bisa membekukan asetnya sebelum dia melarikan diri ke luar negeri,” bunyi salinan formulir pengaduan tersebut.

Sejumlah pihak berspekulasi bahwa kepergian tim hukum kemungkinan bisa jadi karena akibat dilema moral membela TFL atau karena kekhawatiran mereka tentang dari mana gaji berikutnya akan datang. Sementara itu, pihak lainnya melihat mungkin tim hukum telah mengetahui sesuatu yang tidak dapat mereka tangani sehingga mengundurkan diri adalah jalan terbaik.

Seorang politisi dari partai berkuasa di Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (17/5) dikabarkan ingin parlemen di negara itu mengadakan dengar pendapat tentang keruntuhan spektakuler stablecoin TerraUSD (UST) diikuti native token Terra (LUNA).

Yoon Chang-hyeon, perwakilan dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan (Korsel), ingin Do Kwon serta perwakilan dari sejumlah crypto exchange di Korsel menghadiri agenda tersebut.

Di sisi lain, regulator keuangan Korsel pada Selasa (17/5) dilaporkan juga telah meluncurkan ‘inspeksi darurat’ ke para operator bursa kripto lokal untuk meningkatkan perlindungan para investor setelah harga UST dan LUNA runtuh.

Terra Mencoba Bangkit

Meskipun telah mengalami krisis parah, Terraform Labs berharap untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik setelah keruntuhan. Do Kwon pada Selasa (17/5) mengusulkan forking jaringan Terra menjadi rantai baru karena ‘Terra lebih dari UST’.

“Rantai Terra seperti yang ada saat ini harus bercabang [forked] menjadi rantai baru tanpa stablecoin algoritmik yang disebut ’Terra’ (token Luna – $LUNA), dan rantai lama disebut ‘Terra Classic’ (token Luna Classic – $LUNC). Kedua rantai ini akan hidup berdampingan,” kata Do Kwon di Twitter.

Dalam rangkaian tweet yang membahas proposal untuk ‘bangkit dari abu’, Do Kwon menekankan bahwa, “Komunitas Terra adalah keluarga saya. Saya akan selalu berada di sini, tidak peduli betapa sulitnya itu.”

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.

Ikuti Penulis