Bitcoin nampaknya melanggar salah satu aturan waktu paling dasar pada 7 November. Sebuah blok yang baru ditambang memiliki timestamp yang lebih awal dibandingkan blok sebelumnya.
Penemuan ini menimbulkan pertanyaan tidak biasa: apakah ada bug di blockchain Bitcoin?
Kepala riset Galaxy Digital, Alex Thorn menyoroti kejadian ini dan memaparkan mengapa jam internal Bitcoin tidak selalu mengikuti waktu dunia nyata.
Dua blok berturut-turut menggambarkan kisahnya.
- Blok 974.987: Memiliki timestamp 21:22:24 UTC.
- Blok 974.988: Ditambang setelahnya, namun memiliki timestamp 21:19:02 UTC.
Blok yang lebih baru ini nampak lebih tua lebih dari tiga menit, menurut blockchain explorer publik Bitcoin.
Mengapa Jam Bitcoin Bisa Mundur?
Penjelasannya terletak pada cara kerja mining Bitcoin.
Para miner memilih timestamp yang ditempelkan pada setiap blok. Mereka dapat menyesuaikannya saat mencari blok yang valid, sehingga menambah variasi kombinasi yang bisa diuji oleh komputer mereka.
Bitcoin mengizinkan fleksibilitas ini dengan dua aturan:
- Timestamp harus melebihi waktu median dari 11 blok sebelumnya.
- Tidak boleh lebih dari dua jam lebih cepat dari jam node yang melakukan validasi.
Poin pentingnya, timestamp tidak harus lebih lambat dari blok yang langsung sebelumnya.
Menurut analisis Thorn, sekitar 3% blok Bitcoin memiliki timestamp yang lebih awal dibandingkan parent-nya. Sekitar satu dari sepuluh blok datang dengan timestamp lebih dari satu menit lebih cepat daripada waktu saat node-nya menerima blok tersebut.
Apakah Ini Berarti Transaksi Bitcoin Bisa Dibalik?
Tidak. Bitcoin menentukan urutan blok melalui tautan kriptografi, bukan lewat timestamp.
Setiap blok berisi hash unik dari blok sebelumnya, sehingga jelas urutan mana yang lebih dahulu.
Reorganisasi blockchain yang asli memerlukan chain pesaing dengan akumulasi pekerjaan mining yang lebih besar. Mengubah timestamp saja tidak cukup untuk melakukannya.
Meski demikian, perbedaan ini penting untuk siapa saja yang mengandalkan catatan blockchain guna memastikan kapan tepatnya sebuah kejadian berlangsung.
Ketinggian blok Bitcoin yang menentukan urutannya. Timestamp hanya memberikan perkiraan waktu saja.
Satoshi Nakamoto menggambarkan Bitcoin sebagai “timestamp server” dalam whitepaper aslinya. Delapan belas tahun kemudian, insiden 7 November memperlihatkan mengapa sistem tersebut bergantung pada bukti kriptografi, bukan pada ketepatan waktu yang sempurna.









