Lihat lebih banyak

Venture Capital Nilai Tindakan Keras AS terhadap Kripto Buka Peluang bagi Hong Kong

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • CMCC Global mengatakan bahwa tindakan keras dari regulator AS terhadap industri kripto membuka peluang bagi Hong Kong, yang memang sedang berambisi menjadi crypto hub.
  • Co-founder CMCC Global, Charlie Morris, mengatakan bahwa AS "menembak dirinya sendiri" dan memberi wilayah lain kesempatan untuk merayu para pelaku bisnis inovatif.
  • Selama beberapa waktu terakhir, pemerintah Hong Kong dan Amerika Serikat memang menunjukkan sikap yang berbanding terbalik terhadap industri kripto.
  • promo

CMCC Global, perusahaan venture capital (VC) yang berfokus pada teknologi blockchain dan didukung investor GoTo, mengatakan bahwa tindakan keras dari regulator Amerika Serikat (AS) terhadap industri kripto membuka peluang bagi Hong Kong. Sebab, wilayah administratif khusus itu tengah berusaha untuk menjadi crypto hub.

Co-founder CMCC Global, Charlie Morris, mengatakan kepada Bloomberg pada hari Selasa (2/5) bahwa AS “menembak dirinya sendiri” dan memberi wilayah lain kesempatan untuk merayu para pelaku bisnis inovatif.

“Kami melihat tempat-tempat seperti Hong Kong memiliki peluang nyata pada saat ini untuk membawa para perusahaan dan pengusaha tersebut ke Hong Kong,” terang Charlie Morris.

Hong Kong Tidak Seperti Amerika Serikat

Sebagai pengingat, regulator Hong Kong berencana untuk membiarkan para investor ritel dapat memperdagangkan cryptocurrency utama, seperti Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), dalam rezim lisensi baru bagi penyedia layanan kripto sejak awal Juni mendatang.

Bahkan, regulator Hong Kong pada 27 April lalu membuat geger karena mendesak para bank di wilayah mereka untuk memberikan layanan kepada perusahan kripto yang telah memiliki lisensi operasi.

Dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Wakil Kepala Eksekutif Otoritas Moneter Hong Kong, Arthur Yuen, para bank harus mendukung bisnis kripto yang diatur dengan kebutuhan sah mereka akan rekening bank.

Surat edaran itu juga memerintahkan para bank untuk melatih staf mereka dan membentuk tim khusus untuk mendukung sektor aset digital, sambil menghindari pendekatan penghilangan risiko grosir (wholesale de-risking) yang menolak industri baru atau kebangsaan tertentu. Tujuannya agar calon pelanggan dan bisnis yang sah dapat memiliki akses yang adil ke layanan dasar perbankan. 

Sebaliknya, regulator Amerika Serikat telah meningkatkan intensitas penindakan terhadap industri kripto setelah kehancuran crypto exchange FTX pada November 2022. Bahkan, muncul rumor ada upaya untuk memutus akses para perusahaan kripto ke perbankan di Negeri Paman Sam.

CMCC Global Siapkan Dana Investasi US$100 Juta

Perusahaan Modal Ventura Capital Blockchain Coinvestors Akan Guyur US$200 Juta ke Startup Blockchain Hong Kong AS

Adapun CMCC Global meluncurkan dana senilai US$100 juta (Rp1,46 triliun) untuk berinvestasi di sejumlah startup yang berfokus pada proyek blockchain.

Sasarannya adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan putaran pendanaan Seri A dan Seri B, baik yang bermarkas di Hong Kong maupun di luar negeri.

Terkait hal ini, co-founder CMCC Global lainnya, yaitu Martin Baumann, mengatakan ada banyak inovasi yang datang dari Asia.

“Ada banyak modal yang menunggu di sela-sela, menunggu penilaian entri yang tepat untuk ‘menarik pelatuknya’,” jelas Martin Baumann.

CMCC Global Didukung Taipan Hong Kong dan Co-founder Gemini

Perlu diketahui, Charlie Morris dan Martin Baumann memegang saham mayoritas di CMCC Global. Sementara itu, taipan Hong Kong Richard Li, yang merupakan anak dari miliarder Li Ka-shing, beserta co-founder crypto exchange Gemini yaitu Cameron dan Tyler Winklevoss, adalah investor di entitas induk CMCC Global.

Richard Li diketahui memiliki investasi di GoTo, perusahaan induk Gojek dan Tokopedia. Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Richard Li mencapai sekitar US$4,6 miliar. Sementara itu, kekayaan bersih ayahnya mencapai sekitar US$38 miliar.

Tidak hanya Richard Li dan co-founder Gemini, grup perbankan Swiss bernama Syz Group pada 19 April lalu mengatakan bahwa mereka bergabung dengan CMCC Global untuk memulai dana minimal US$50 juta (Rp733,71 miliar). Dana itu diinvestasikan dalam hedge fund atau dana lindung nilai yang berfokus pada market kripto.

Investasi ke Industri Kripto Alami Penurunan

bear market crypto winter

Sebagai informasi, para VC secara global diperkirakan menarik diri dari industri kripto sejak meletusnya crypto winter 2022.

Sebab, pada tahun lalu, harga market kripto anjlok secara dramatis hingga membuat serangkaian kebangkrutan dari perusahaan kripto, sampai terkuaknya skandal penipuan kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF).

Berdasarkan data PitchBook, memang terjadi penurunan pada total pendanaan VC ke industri kripto sejak mengalami puncaknya pada kuartal I/2022. Total pendanaan VC ke industri kripto pada kuartal I/2023 dinilai jatuh ke level terendah sejak tahun 2020.

Bagaimana pendapat Anda tentang perbandingan sikap pemerintah AS dan Hong Kong terhadap industri kripto? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori