CEO interim Trump Media, Kevin McGurn, membela layanan Truth API milik perusahaannya di CNBC pada hari Senin. Ia mengatakan jumlah pendaftar pelanggan telah bertambah menjadi belasan sejak produk ini diluncurkan pada 1 Agustus.
Truth API menjual akses awal ke postingan Truth Social Presiden Donald Trump kepada perusahaan trading frekuensi tinggi. Para kritikus menilai pengaturan ini memungkinkan pelanggan yang membayar untuk berdagang berdasarkan pernyataan presiden sebelum publik mengetahuinya.
Pendaftaran Bertambah untuk Sinyal dari Trump
McGurn mengatakan kepada Squawk Box CNBC bahwa permintaan atas layanan ini datang langsung dari pasar, bukan dari perusahaan sendiri. Ia membandingkannya dengan API yang telah lama digunakan oleh platform sosial untuk memasok data ke perusahaan trading, media, dan prediction market.
“Sekarang kami sudah di angka belasan, dan terus naik,”
ujar Kevin McGurn, CNBC
Jumlah itu meningkat dari lebih dari 10 perjanjian pelanggan yang disebut McGurn dalam panggilan pendapatan Trump Media dua minggu sebelumnya. Truth API mematok harga hingga US$100.000 per bulan.
Kongres Turut Menyoroti
Layanan ini menjadi sorotan Kongres dan menghadapi setidaknya satu gugatan hukum yang mengklaim layanan ini melanggar konstitusi. Satu pengaduan federal menyatakan bahwa Trump tidak boleh menjual akses awal ke postingan yang secara efektif dimiliki publik.
Trump memegang sahamnya di Trump Media melalui sebuah trust yang dapat dicabut. Struktur ini memungkinkan ia tetap punya kepemilikan tanpa kontrol harian. Perusahaan sudah menghasilkan lebih dari US$1.000.000 dari layanan ini sejak peluncurannya.
McGurn mengungkapkan Truth API juga berencana ekspansi ke platform trading ritel, model bahasa besar, dan prediction market.
Apakah pertumbuhan basis pelanggan mampu mengungguli tekanan hukum dan politik masih menjadi pertanyaan utama menjelang pemilu paruh waktu nanti.









