Lihat lebih banyak

Ini Dia Top 3 Aset Kripto Berbasis AI yang Wajib Dipantau di Tahun 2024

5 mins
Oleh Harsh Notariya
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Aset kripto berbasis AI diperkirakan akan memimpin bull market yang akan datang, dengan Autonolas (OLAS) menjadi favorit para smart money.
  • Meskipun smart money terus mengakumulasi OLAS, para investor ritel disarankan untuk mempertimbangkan kapitalisasi pasar yang rendah, volatilitas yang tinggi, dan faktor risiko lainnya.
  • Selain Autonolas, Fetch.ai (FET) juga mendapatkan daya tarik, dengan kapitalisasi pasar yang menempati peringkat ke-89 dan reli harga 350% sejak Agustus 2023.
  • promo

Aset kripto artificial intelligence alias crypto AI adalah salah satu narasi favorit para smart money belakangan ini. Apa saja tiga crypto AI teratas yang wajib dipantau perkembangannya untuk tahun 2024?

Sampai tahun lalu, aset kripto yang berfokus pada AI tidak begitu banyak dibicarakan. Namun, pada tahun 2023, AI mencuri perhatian, terutama dengan munculnya chatbot generative AI, seperti ChatGPT dari OpenAI dan Bard dari Google.

Jadi, tak heran jika para smart money dan investor ritel terus memburu crypto AI potensial untuk 2024 nanti. Lantas, apakah kelompok aset ini memang berpotensi untuk memimpin reli bull market yang akan datang?

Mengapa Smart Money Gencar Akumulasi Autonolas (OLAS)?

Karena saham AI memberikan keuntungan yang berlipat ganda pada tahun 2023, ada ekspektasi bahwa crypto AI juga akan mengungguli aset kripto lainnya di bull market yang akan datang. Pelopor kripto, seperti Arthur Hayes, meyakini bahwa perlu adanya desentralisasi agar artificial intelligence (AI) dapat berkembang.

Sandra Leow, selaku analis dari Nansen, membagikan pandangannya mengenai potensi AI dan blockchain kepada BeInCrypto.

“AI dan kripto sama-sama berkembang cepat. Meskipun potensi integrasi AI dan blockchain masih belum pasti saat ini, use case yang muncul dan potensi yang bisa diciptakan oleh kedua teknologi ini sangatlah besar.”

Dia mengutip contoh jaringan Autonolas, yang berfokus pada layanan seperti otomatisasi, oracle, dan AI yang dimiliki bersama (co-owned). Jaringan ini telah mengembangkan agen AI untuk prediksi, tata kelola yang didukung AI, dan layanan lainnya.

“Agen AI dapat membantu memproses transaksi, menyimpan nilai, dan menukarkan nilai atas nama pengguna. Kita bisa membayangkan dunia di mana agen AI menjadi kategori utama pengguna di blockchain.”

Sandra Leow, analis Nansen

OLAS adalah token utilitas dari jaringan Autonolas. Para analis di Nansen bahkan telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam jumlah kepemilikan OLAS oleh kalangan smart money.

Martin Lee, salah satu analis Nansen, mengatakan kepada BeInCrypto, “Untuk OLAS, kami telah melihat peningkatan yang konsisten dalam kepemilikan smart money dari waktu ke waktu. Dengan 14 holder smart money dan 939.000 token yang dipegang pada 1 November 2023, menjadi 35 holder smart money dan 1,87 juta token hari ini.”

OLAS Tokens Held by Smart Money. Source: Nansen
Jumlah token OLAS yang dipegang oleh smart money | Sumber: Nansen

Sebagai informasi, smart money adalah bahasa gaul atau slang yang populer dalam dunia kripto, yakni merujuk pada wallet whale dan wallet investor institusional. Umumnya, smart money memiliki akses ke informasi lebih awal dibandingkan investor ritel. Selain itu, mereka juga dilengkapi dengan strategi trading serta sumber daya yang lebih canggih.

Oleh karena itu, memantau aktivitas smart money bisa menjadi keuntungan bagi investor, membantu mereka mendeteksi tren pasar lebih awal.

Kapitalisasi Pasar Rendah Sebabkan Volatilitas Ekstrem

Meskipun para smart money terus mengakumulasi OLAS, aset ini memiliki kapitalisasi pasar mikro yang hanya sebesar US$250 juta. Dengan jumlah ini, proyek mereka menduduki peringkat ke-2.300 dalam daftar kripto dengan kapitalisasi pasar tertinggi.

Terlebih, para whale dapat dengan mudah memanipulasi harga token berkapitalisasi pasar rendah. Karena itulah, mereka sangat volatil. Selain itu, beberapa proyek dengan kapitalisasi pasar yang rendah juga punya risiko rug pull.

Lebih lanjut, akibat adanya risiko-risiko yang melekat pada proyek-proyek berkapitalisasi rendah, tidak banyak centralized exchange (CEX) yang mencantumkan atau listing OLAS di platform mereka. Tangkapan layar dari CoinMarketCap di bawah ini menunjukkan bahwa hanya ada dua centralized exchange yang memfasilitasi perdagangan OLAS.

Belum lagi, situs web CoinMarketCap belum memverifikasi kapitalisasi pasar OLAS. Kapitalisasi pasar yang disebutkan di situs web ini dilaporkan oleh proyek OLAS sendiri.

Autonolas Price. Source: CoinMarketCap
Daftar CEX yang sudah listing Autonolas (OLAS) | Sumber: CoinMarketCap

Fetch.ai (FET) Melonjak Lebih dari 300% dalam 4 Bulan

Menurut para analis Nansen, selain Autonolas, proyek artificial intelligence lain yang semakin menjadi favorit para smart money adalah Fetch.ai (FET). Proyek ini berfokus pada pembangunan ekosistem pembelajaran mesin. Selain itu, mereka menggunakan token FET sebagai insentif untuk menggunakan dan menawarkan layanan. 

Sama seperti Autonolas, Fetch.AI juga menyediakan agen-agen AI. Para agen AI ini membantu pengguna dalam mencari dan memesan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut data BeInCrypto, FET memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$762 juta, berada di peringkat ke-89 berdasarkan kapitalisasi pasarnya.

Sejak Agustus 2023, FET sudah naik 350%. Selain itu, token ini telah berhasil breakout dari resistance jangka panjang di level US$0,61 pada time frame mingguan. Saat ini, kisaran harga US$1 tetap menjadi resistance jangka panjang signifikan yang berikutnya.

Di samping itu, rekor harga tertinggi (ATH) dari token ini di Binance adalah sekitar US$1,19. Berkat breakout saat ini, FET berpotensi akan mencetak rekor ATH baru pada tahun 2024. 

FET/USDT, Binance. Source: TradingView
Grafik harga FET/USDT | Sumber: TradingView

Analisis On-Chain Berbasis AI Juga Menarik Perhatian

Di dunia kripto, banyak perhatian memang tertuju pada pergerakan smart money. Namun, keahlian atau skill analisis on-chain tidak hanya digunakan untuk melacak pergerakan smart money, tetapi juga untuk mendeteksi aktivitas uang ilegal.

Dengan maraknya peretasan dan aktivitas ilegal di ekosistem kripto, intelijen on-chain berpeluang menjadi keahlian paling dicari di tahun-tahun mendatang. Arkham (ARKM) adalah salah satu alat yang memfasilitasi pelacakan crypto wallet terkenal dan aktivitas kriminal melalui konsep AI, pembelajaran mesin, dan ilmu data.

ARKM menggunakan model intel-to-earn, di mana pengguna dapat menukarkan intelijen on-chain tersebut melalui token ARKM. Sebagai contoh, jika sebuah proyek kripto mengalami peretasan besar, anggota komunitas bisa melacak dan mengekspos identitas (doxxing) pelaku kejahatan dan mendapatkan token ARKM.

Dengan demikian, sistem ini memberikan insentif kepada pengguna untuk melacak penjahat dan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh eksploitasi. Tangkapan layar dari DefiLlama berikut ini menampilkan jumlah bulanan dari dana yang raib akibat serangan peretas.

Total Value Hacked, Monthly Sum. Source: DefiLlama
Total nilai yang diretas secara bulanan | Sumber: DefiLlama

Di sisi lain, data TradingView menunjukkan bahwa ARKM terpantau telah membentuk pola cup and handle pada time frame harian, dengan neckline di US$0,6425. Adapun terjadinya breakout di atas neckline tersebut berpotensi menghasilkan tren naik yang kuat untuk ARKM.

ARKM/USDT, Binance. Source: TradingView
Grafik harga ARKM/USDT | Sumber: TradingView

Sementara para analis di Nansen memprediksi AI akan terus tumbuh pada tahun 2024, mereka juga percaya masih ada ruang untuk narasi lain. Anggota komunitas juga mengharapkan kinerja luar biasa dari narasi lain, seperti tokenisasi aset dunia nyata atau real world asset (RWA) dan game finance (GameFi) pada tahun 2024.

Bagaimana pendapat Anda tentang prospek ketiga crypto AI ini di tahun 2024? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori