Lihat lebih banyak

Teknologi AI Disebut Mampu Pangkas Operasional dan Dorong Imbal Hasil Dana Pensiun

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Laporan bersama Mercer dan CFA Institute mengungkapkan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan pengalaman anggota yang secara pararel juga bisa mendorong hasil investasi.
  • Teknologi AI disebut bisa membantu mempersiapkan rencana dana pensiun, analisis, dan diversifikasi portofolio.
  • Kendati demikian, tetap terdapat beberapa risiko dan tantangan yang harus dihadapi oleh para penggunanya; seperti keamanan, akurasi, dan mitigasi risiko.
  • promo

Integrasi sistem artificial intelligence (AI) bagi lembaga keuangan dana pensiun digadang-gadang mampu memotong biaya operasional dan memacu imbal hasil.

Dalam laporan bersama Mercer dan CFA Institute, terungkap bahwa dengan menggunakan AI, dapat meningkatkan pengalaman anggota yang secara pararel juga bisa mendorong hasil investasi.

Laporan bertajuk “Global Pension Index 2023” itu juga menyebutkan bahwa pemanfaatan AI tidak bisa dihindari oleh sistem dana pensiun di seluruh dunia. Kendati demikian, tetap terdapat beberapa risiko dan tantangan yang harus dihadapi oleh para penggunanya.

Presiden sekaligus Chief Executive Officer (CEO) CFA Institute, Margaret Franklin, mengatakan terdapat banyak aspek yang harus diperhatikan untuk bisa menggunakan AI dalam sistem dana pensiun; mulai dari sistem keamanannya, akurasi, dan mitigasi risiko.

“Namun, yang jelas, teknologi AI sudah ada dan berkembang dengan cepat, dan dalam beberapa tahun mendatang, dampaknya akan dirasakan semakin luas.”

Dampak AI dalam Dana Pensiun | Sumber: Mercer, CFA Institute, Global Pension Index 2023
Dampak AI dalam Dana Pensiun | Sumber: Mercer, CFA Institute, Global Pension Index 2023

Pemanfaatan AI sendiri disebut sudah mulai diterapkan di pasar investasi. Laporan itu menyebutkan bahwa kebanyakan pelaku usaha sudah menggunakan sistem artificial intelligence untuk membuat keputusan dalam berinvestasi, melakukan analisis data, serta membuat laporan yang berhubungan dengan risiko dan tren pasar keuangan.

Temuan ini sejalan dengan hasil sebuah studi yang mengungkapkan di pasar foreign exchange (forex), 92% perdagangan dilakukan melalui mekanisme algoritma perdagangan, dalam hal ini adalah mesin. Artinya, unsur manusia yang ada dalam pasar tersebut hanya tersisa sedikit dari total aktivitas.

Menariknya, kontribusi terhadap sejumlah perdagangan otomatis juga mencapai angka yang fantastis. Pada tahun 2018, sumbangan dari pasar yang menggunakan algroritma perdagangan mencapai 73% dari perdagangan ekuitas di Amerika Serikat (AS).

AI Bisa Bantu Navigasi Alokasi Aset di Dana Pensiun

Di segmen dana pensiun, AI dikatakan mampu membantu menentukan rencana pensiun. Proses analisis data dari berbagai sumber, termasuk dari sumber yang selama ini tidak diduga dan sumber alternatif, bisa dikumpulkan dengan mudah dan dijadikan bahan untuk membaca sinyal pasar.

Hal tersebut akan sangat membantu untuk menentukan alokasi aset dalam diversifikasi portofolio. Dengan demikian, hasil investasi bakal terpacu dan volatilitas harga menjadi bisa lebih dihindari.

“AI juga bisa memprediksi kebiasaan para anggota saat kondisi tertentu. Misal saat pasar saham crash, maka alokasi aset yang akan dipilih oleh para anggota biasanya adalah saham-saham defensif yang pada akhirnya juga akan memengaruhi arus kas dana pensiun di masa depan.”

Dari sisi produktivitas tenaga kerja, AI juga bisa mendorong sumber daya manusia (SDM) yang ada menjadi jauh lebih berharga. Hal ini dikarenakan proses yang dilakukan secara rutin bisa diotomasi, serta membantu karyawan dana pensiun untuk mendapatkan produk dan layanan investasi lebih lengkap saat akan mengambil keputusan.

Terdapat Tantangan Etis

Meski begitu, terdapat tantangan etis yang masih harus diselesaikan. Utamanya terkait generative AI, yang mampu memberikan solusi berdasarkan kebiasaan dan data dari masing-masing individu. Ada beberapa pertanyaan mendasar, yang jika diberlakukan secara umum (seperti pertanyaan terkait usia, alamat, bahasa, dan agama), berpotensi aturan diskriminasi dan hak asasi manusia di beberapa yurisdiksi.

Terlepas dari itu, AI juga dianggap mampu membantu permasalahan yang kerap dialami oleh peserta dana pensiun, yakni berkurangnya kemampuan kognitif, untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

Masing-masing pihak juga sepakat bahwa pemanfaatan AI tidak akan terjadi secara serta-merta. Namun, dengan adanya regulasi dari pemerintah, mereka yang akan pensiun di tahun-tahun mendatang akan bisa merasakan dampaknya.

Sampai saat ini, belum banyak negara yang mulai meregulasi pemanfaatan AI. Baru Uni Eropa dan Cina yang sudah melangkah lebih jauh untuk mengatur AI. Sebagai informasi, pada Juni lalu, parlemen Uni Eropa sudah menyepakati aturan AI, yang digadang-gadang menjadi aturan AI komprehensif pertama di dunia.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori