Lihat lebih banyak

ARK Invest: Ketidakpastian Regulasi Kripto Bisa Bikin AS Tertinggal dari Negara Lain

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • ARK Invest menilai ketidakpastian regulasi seputar kripto membuat inovasi di Amerika Serikat berisiko tertinggal dari negara lainnya.
  • Selain itu, mereka melihat adanya kemungkinan negara-negara lain dalam menyalip posisi Amerika Serikat di industri kripto.
  • Meski ARK Invest memperkirakan sejumlah negara lain dapat menjadi crypto hub utama, tetapi ada analisis lain yang menilai bahwa negara-negara itu belum dapat menggantikan posisi AS.
  • promo

ARK Invest, manajemen investasi yang dipimpin oleh Cathie Wood, menilai ketidakpastian regulasi seputar industri kripto membuat inovasi di Amerika Serikat (AS) berisiko tertinggal dari negara lainnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh ARK Invest dalam analisis terbaru mereka yang terbit pada hari Senin (22/5). Ketidakpastian regulasi di AS tampaknya dapat mengecilkan hati para perusahaan yang sudah ada maupun pendatang baru di dunia kripto.

Akibatnya, pihak ARK Invest menilai AS berisiko menyerahkan posisinya di garis depan industri kripto yang dinilai transformatif ke negara-negara lain; seperti Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan, Australia, dan Swiss.

Sikap Keras AS Menahan Minat Investor Institusional

Penilaian dari ARK Invest tentang kondisi industri kripto di AS mempertimbangkan beberapa aspek.

Hal itu seperti sejumlah perusahaan perdagangan besar, termasuk Jane Street Group dan Jump Trading, yang mulai membatasi partisipasi mereka di market kripto di Negeri Paman Sam. Sikap itu sebagai tanggapan atas ketidakpastian dan risiko peraturan yang ada di AS.

“Setelah dihuni oleh sejumlah institusi yang mapan dan kredibel, ekosistem kripto di AS sekarang menghadapi kekosongan yang kemungkinan besar akan menahan minat di antara investor institusional lainnya,” kata Yassin Elmandjra, analis ARK Invest.

Akibat dari hal itu, likuiditas market kripto di AS sangat berkurang dan volatilitas harga kripto meningkat. Menurut data dari CoinMetrics, volume perdagangan Bitcoin turun 75% dari US$20 miliar per hari pada bulan Maret lalu menjadi sekitar US$4 miliar pada minggu lalu.

Selain itu, ARK Invest menyoroti harga Bitcoin di Binance.US pada minggu lalu yang lebih tinggi sekitar US$600 daripada di sejumlah crypto exchange lain. Menurut mereka, ini adalah sebuah sinyal penemuan harga Bitcoin yang lebih lemah.

Volume Perdagangan Kripto Alami Penurunan

Menariknya, jurnalis kripto Frank Chaparro juga menyoroti volume perdagangan kripto harian di sejumlah crypto exchange yang telah mencapai terendah pada tahun ini.

Puncak volume perdagangan kripto harian di tahun 2023 mencapai sekitar US$46 miliar pada 19 Maret lalu. Per 21 Mei lalu, volume perdagangan harian kripto di sejumlah crypto exchange hanya mencapai sekitar US$10,42 miliar.

Selain karena likuiditas yang lebih rendah berkat mundurnya perusahaan seperti Jane Street dan Jump Trading, Frank Chapparo menilai menghilangnya Silvergate Capital dan Signature Bank sebagai bank penyelesaian (settlement) yang memfasilitasi perpindahan uang terkait industri kripto dalam ukuran besar sejak pertengahan Maret lalu memberi efek yang cukup berarti.

Tidak hanya itu, Bloomberg tampaknya turut menyadari fenomena ini dengan menulis pada 19 Mei lalu bahwa, “Pertama pemberi pinjaman kripto meledak. Kemudian salah satu crypto exchange besar runtuh. Selanjutnya adalah bank ramah kripto. Dalam pukulan terbaru, sejumlah perusahaan perdagangan besar sekarang melakukan penghematan.”

Mundurnya Jane Street dan Jump Trading dinilai membuat market kripto menjadi kurang likuid, kurang mainstream, dan kurang menarik bagi investor institusional.

Amerika Serikat Akan Tetap Jadi Market Kripto Utama?

The Fed Amerika Serikat Regulasi Kripto Crypto SEC Binance.US

Meski ARK Invest memperkirakan sejumlah negara lain dapat menjadi crypto hub utama, tetapi ada analisis lain yang menilai bahwa negara-negara itu belum dapat menggantikan posisi AS.

Sebelumnya, santer terdengar sejumlah perusahaan kripto di AS, termasuk Coinbase dan Ripple, menilai tindakan keras dari regulator di negara itu akan membuat para pelaku industri meninggalkan Negeri Paman Sam. Namun, pernyataan itu dinilai hanya sebuah gertak sambal.

Larisa Yarovaya, profesor keuangan di Universitas Southampton, pada 14 Mei lalu mengatakan bahwa AS adalah salah satu market terbesar untuk industri kripto. Oleh sebab itu, sangat tidak mungkin para perusahaan kripto akan pergi keluar AS.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori