Lihat lebih banyak

Bakkt Hentikan Aplikasi Kripto Konsumen, Genjot Segmen B2B2C

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Bakkt akan menutup aplikasi kripto yang dimilikinya pada 16 Maret 2023 mendatang dan fokus untuk menggarap segmen B2B2C.
  • Pihak Bakkt mengakui bahwa kebijakan strategis tersebut sengaja mereka lakukan untuk mendorong hubungan yang dimiliki oleh klien institusional dengan pelanggan retailnya.
  • Walau begitu, dalam laman perusahaan, dijelaskan bahwa pengguna masih bisa melakukan pembelian dan penjualan kripto melalu aplikasi dan web Bakkt.
  • promo

Bakkt, perusahaan manajemen aset digital asal Amerika Serikat (AS), bakal mengubah fokus bisnisnya dalam beberapa waktu ke depan. Perusahaan memutuskan untuk tidak lagi menggarap layanan kripto yang menyasar segmen retail secara langsung. Sebagai langkah nyata, Bakkt akan menutup aplikasi kripto yang dimilikinya pada 16 Maret 2023 mendatang dan mulai mengalihkan fokusnya pada layanan business-to-business-to-consumer (B2B2C).

Pihak Bakkt mengakui bahwa kebijakan strategis tersebut sengaja mereka lakukan untuk mendorong hubungan yang dimiliki oleh klien institusional dengan pelanggan retailnya.

Presiden sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bakkt, Gavin Michael, mengatakan perusahaan bakal melanjutkan upayanya untuk menyediakan bisnis kripto dan loyalitas pelanggan melalui solusi SaaS maupun API pada platform yang aman dan sesuai dengan kebutuhan.

“Lewat langkah ini, perusahaan berfokus pada investasi di solusi inti yang memiliki kesesuaian produk pasar untuk bisa berkembang dengan cepat,“ jelas Michael.

Pengguna aplikasi Bakkt akan bisa tetap mendapatkan akses ke semua aset kripto dan juga uang tunai yang dimilikinya di platform melalui web. Dalam laman perusahaan, dijelaskan pengguna masih bisa melakukan pembelian dan penjualan kripto melalu aplikasi dan web Bakkt.

Selain itu, proses setor dan tarik tunai dari atau ke rekening bank juga masih bisa berlaku. Pengguna juga bisa menggunakannya untuk melihat saldo kripto dan mengakses laporan transaksi guna keperluan pajak.

Sebagai catatan, aplikasi digital wallet perusahaan sebelumnya pertama kali tampil pada Maret 2021. Kala itu, perusahaan berniat untuk melakukan integrasi kepemilikan aset kripto dengan aset digital lainnya, mulai dari miles dari maskapai penerbangan, gift card, dan poin loyalitas.

Dengan mekanisme seperti itu, memungkinkan pengguna untuk melacak dan memanfaatkan nilai aset digital secara memadai.

Bakkt Akuisisi Apex Crypto

bakkt

Pada November 2022 kemarin, perusahaan sudah menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi Apex Crypto dari Apex Fintech Solution. Langkah tersebut digadang-gadang menjadi salah satu satu sinyal Bakkt ingin lebih fokus menggarap segmen bisnis B2B2C dan membawa produk kripto secara vertikal ke klien.

Jika tidak ada aral melintang, perusahaan berniat untuk merampungkan aksi anorganik tersebut pada paruh pertama tahun ini.

Demi memuluskan ambisinya, Bakkt siap menggelontorkan dana maksimal sebesar US$200 juta. Proporsi dana tersebut terbagi secara bertahap. Bakkt akan membayar US$55 juta dalam bentuk tunai sebagai tanda penutup kesepakatan, kemudian sisanya akan dibayarkan bertahap sesuai dengan pencapaian dari target keuangan Apex Crypto sendiri.

“Akuisisi ini akan meningkatkan penawaran produk kripto secara signifikan dan memperluas dukungan untuk broker-dealer, fintech, perusahaan aplikasi perdagangan, dan juga neo-bank,“ tambah Michael.

Sempat PHK 15% Karyawan

Saat pasar kripto runtuh, Bakkt menjadi salah satu perusahaan digital yang terdampak. Akhir Desember lalu, Michael mengakui bahwa perusahaan melakukan pemangkasan terhadap 15% karyawan di seluruh lini. Hal itu dilakukan untuk mengukur pengeluaran dan menjaga stabilitas yang berkelanjutan di tengah pasar yang menantang.

Meskipun Michael mengklaim bahwa Bakkt tidak memiliki paparan langsung terhadap FTX, namun kebijakan tersebut tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi penurunan kripto yang bakal berdampak pada aktivasi mitra.

Sebagai catatan, secara jangka panjang, perusahaan tetap berpandangan bullish terhadap kripto. Hal itu disandarkan pada hasil survei yang digelar Bakkt pada 2.000 konsumen di AS. Survei tersebut mengatakan bahwa aset kripto akan semakin menarik dan kegagalan FTX yang muncul pada akhir tahun ternyata tidak begitu berpengaruh terhadap minat pasar.

Walau demikian, harus diakui bahwa perihal peraturan dan keamanan tetap menjadi perhatian utama bagi konsumen untuk masuk ke kripto.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori