Lihat lebih banyak

ASIC Miner: Perangkat untuk Mining Crypto, Bagaimana Cara Kerjanya?

9 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Cryptocurrency yang menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) seperti Bitcoin memungkinkan terjadinya mining atau penambangan, sebagai proses untuk validasi blok baru dalam teknologi blockchain. Sehingga para miner berupaya memecahkan teka-teki penambangan untuk mendapatkan reward berupa token crypto. Namun, proses mining Bitcoin atau mining crypto lainnya agar efisien membutuhkan modal berupa peralatan seperti perangkat keras ASIC Miner. Baca artikel ini lebih lanjut untuk memahami tentang peralatan mining crypto dan cara menggunakannya.

Apa itu ASIC Miner?

ASIC Miner adalah singkatan dari “Application-Specific Integrated Circuit miner“. Ini adalah perangkat keras khusus untuk melakukan mining crypto tertentu, seperti Bitcoin, Ethereum Classic, Litecoin, Bitcoin Cash, Monero, atau koin-koin kripto lainnya yang menggunakan algoritma penambangan khusus seperti SHA-256.

ASIC Miner berbeda dari perangkat keras umum seperti komputer pribadi atau kartu grafis, yang dapat berguna untuk berbagai tugas. Rancangan ASIC secara khusus untuk melakukan perhitungan dalam proses mining crypto dengan efisien dan cepat. Karena fokusnya yang sangat khusus pada algoritma penambangan tertentu, ASIC cenderung jauh lebih cepat daripada perangkat keras umum dalam hal melakukan operasi penambangan.

Kelebihan utama dari ASIC adalah efisiensinya yang tinggi dalam menghasilkan hash rate (jumlah perhitungan per detik), yang membuatnya menjadi pilihan yang populer di kalangan penambang kripto. Namun, ada juga beberapa kelemahan, seperti fakta bahwa ASIC Miner hanya berguna untuk satu jenis algoritma penambangan saja. Ini berarti bahwa jika algoritma penambangan berubah atau proyek kripto beralih ke algoritma lain, perangkat yang ada mungkin tidak lagi berguna.

Apakah kamu tertarik melakukan mining crypto  untuk aset selain Bitcoin? Simak penjelasan lengkapnya di 7 Koin untuk Crypto Mining Alternatif Bitcoin dan Ethereum Terbaik di 2023.

Asal Mula

Latar belakang adanya Application-Specific Integrated Circuit miner kembali ke perkembangan teknologi dan kebutuhan dalam industri penambangan kripto, khususnya mining Bitcoin. Saat Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 meluncurkan Bitcoin, penambang awal menggunakan perangkat keras umum, seperti komputer pribadi dan CPU. Pada saat itu, tingkat kesulitan jaringan Bitcoin masih rendah, dan penambangan Bitcoin dapat cukup mudah menggunakan perangkat-perangkat ini.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak penambang yang ikut serta dalam jaringan Bitcoin, menyebabkan tingkat kesulitan bertambah. Perhitungan hash untuk menambang blok menjadi semakin kompleks, dan penambang menggunakan kartu grafis (GPU) sebagai alternatif yang lebih efisien daripada CPU. Graphic Processing Unit (GPU) dapat menghasilkan hash rate yang lebih tinggi dan lebih efisien, yang memungkinkan penambang memperoleh lebih banyak Bitcoin. Namun, semakin meningkatnya popularitas Bitcoin dan semakin besar kompetisi dalam penambangan membuat pengembang mencari solusi efisien terkait perangkat mining crypto. Mereka butuh melakukan perhitungan hash dalam algoritma penambangan Bitcoin (SHA-256) dengan kecepatan dan efisiensi tertinggi.

Lalu, perusahaan-perusahaan mulai merancang dan memproduksi ASIC miner pertama mereka pada awal 2010-an. Salah satu perusahaan yang terkenal untuk pembuatan ASIC miner adalah Bitmain yang berasal dari China. ASIC Miner telah menjadi populer sejak rilisnya, dan kini ada banyak produsen yang berbeda di pasaran.

Cara Kerja

ASIC Miner bekerja dengan cara yang sangat khusus dan terfokus pada tugas penambangan kripto tertentu. Pertama-tama, perangkat jenis ini secara khusus untuk menjalankan algoritma penambangan tertentu, seperti SHA-256 untuk Bitcoin. Kemudian, saat penambang mengirim transaksi atau blok baru ke jaringan kripto, ASIC Miner akan berfokus pada tugas utama yaitu melakukan perhitungan hash. Ini melibatkan mengambil data transaksi atau blok dan menjalankannya melalui serangkaian operasi matematika yang kompleks untuk menghasilkan hash yang sesuai dengan kriteria tertentu.

Lalu, tujuan utama dari penambangan adalah untuk menemukan nilai hash yang memenuhi syarat tertentu. Proses ini adalah upaya berulang-ulang dan acak dan ASIC Miner mencoba berbagai kombinasi nilai input untuk mencapai nilai hash yang memenuhi syarat.

Lantas, ketika ASIC miner berhasil menemukan nilai hash yang memenuhi syarat, ini menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan pekerjaan untuk memvalidasi transaksi atau blok baru. Solusi ini kemudian dikirim ke jaringan kripto untuk diverifikasi oleh node lain. Jika solusi dianggap benar, penambang yang menemukan solusi ini akan mendapatkan hadiah dalam bentuk koin kripto baru atau biaya transaksi.

Mining crypto adalah kompetisi di antara berbagai penambang yang menggunakan ASIC. Maka, semakin cepat ASIC Miner mampu melakukan perhitungan hash, semakin besar peluang mereka untuk menemukan solusi sebelum penambang lainnya. Penambang yang berhasil menyelesaikan perhitungan dengan cepat memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan hadiah.

Proses ini terus berlanjut secara berulang-ulang saat transaksi atau blok baru dikirimkan ke jaringan. Setiap transaksi atau blok baru memerlukan penambangan untuk memvalidasi dan menyimpannya dalam blockchain.

Cara Mining Bitcoin dengan ASIC Miner

Menambang Bitcoin menggunakan ASIC melibatkan beberapa langkah yang harus kamu ikuti dengan hati-hati. Berikut adalah panduan umum tentang cara mining Bitcoin:

  1. Pilih dan Beli ASIC Miner: Pertama-tama, kamu perlu memilih perangkat ASIC yang sesuai untuk menambang Bitcoin. Ada beberapa produsen dan model yang tersedia di pasaran.
  2. Instalasi dan Setup: Setelah mendapatkan ASIC miner, ikuti petunjuk pemasangan dan setup dari produsen. Biasanya, kamu perlu menghubungkan perangkat ke listrik dan jaringan internet.
  3. Pilih Mining Pool: Sebagian besar penambang Bitcoin menggabungkan diri dalam “mining pool” untuk meningkatkan peluang mereka menemukan blok. Pada dasarnya, dalam mining pool, sekelompok penambang bekerja bersama untuk menemukan blok, dan pembagian hadiahnya sesuai dengan kontribusi masing-masing penambang.
  4. Konfigurasi Pool Penambangan: Ini biasanya melibatkan pengaturan alamat penambangan (penerima hadiah) dan konfigurasi lainnya dari pool.
  5. Mulai Penambangan: Perangkat akan mulai melakukan perhitungan hash untuk menemukan blok Bitcoin.
  6. Pantau dan Optimalisasi: Selama penambangan berlangsung, pantau kinerjanya secara teratur. Kamu mungkin perlu melakukan beberapa penyesuaian atau pemeliharaan sesuai kebutuhan.
  7. Penerimaan Hadiah: Jika berhasil menemukan blok, kamu akan memperoleh hadiah dalam bentuk Bitcoin. Hadiah ini akan masuk ke alamat Bitcoin yang kamu atur saat mengonfigurasi mining pool.
  8. Keamanan: Penting untuk menjaga keamanan perangkat dan data. Pastikan kamu menggunakan langkah-langkah keamanan seperti mengamankan akses jaringan, mengatur kata sandi, dan melindungi informasi sensitif.
  9. Melacak Keuntungan: Pastikan kamu memantau biaya operasional (seperti listrik) dan menghitung potensi keuntungan dari penambangan Bitcoin, termasuk harga Bitcoin, biaya operasional, dan efisiensi perangkat.

Harap mengingat bahwa menambang Bitcoin menjadi semakin sulit seiring waktu, karena kompleksitas jaringan meningkat. Juga, biaya operasional dan potensi keuntungan harus jadi pertimbangan sebelum kamu memutuskan untuk menambang menggunakan ASIC Miner.

Keuntungan dan Kerugian ASIC Miner

Sebelum memutuskan untuk mengeluarkan modal untuk investasi di peralatan ASIC, pahami dulu keuntungan dan kerugiannya berikut ini.

Keuntungan

  1. Efisiensi Energi: ASIC miner dirancang khusus untuk melakukan perhitungan hash dalam algoritma penambangan tertentu dengan efisiensi tinggi. Mereka menghasilkan hash rate yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perangkat keras umum seperti CPU atau GPU, sambil mengonsumsi daya yang lebih rendah dalam perhitungan per hash.
  2. Kecepatan dan Kinerja Tinggi: ASIC miner dapat melakukan perhitungan hash dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ini berarti Anda memiliki peluang lebih besar untuk menemukan blok dan mendapatkan hadiah lebih cepat dibandingkan dengan perangkat keras lainnya.
  3. Peningkatan Profitabilitas: Karena efisiensi dan kinerjanya yang tinggi, ASIC dapat meningkatkan profitabilitas dalam penambangan kripto tertentu. Kamu memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan hadiah blok atau biaya transaksi.
  4. Penyesuaian Terhadap Kesulitan Jaringan: ASIC miner memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan diri dengan peningkatan kesulitan jaringan. Meskipun kesulitan meningkat seiring waktu, perangkat ini masih memiliki performa yang kompetitif.

Kerugian

  1. Biaya Awal yang Tinggi: Perangkat keras ASIC miner bisa sangat mahal dalam hal biaya awal. Ini dapat menjadi hambatan bagi individu dengan anggaran terbatas.
  2. Spesialisasi: ASIC miner dirancang untuk algoritma penambangan khusus, yang berarti kamu hanya dapat menggunakan perangkat ini untuk satu jenis kripto atau algoritma. Jika algoritma berubah, perangkat tersebut mungkin menjadi tidak berguna.
  3. Risiko Pengadaan dan Garansi: Ada risiko terkait dengan pembelian perangkat keras, seperti kesulitan mendapatkan perangkat dari produsen terpercaya atau masalah garansi jika perangkat rusak atau tidak berfungsi.
  4. Sentralisasi: Penggunaan ASIC bisa berkontribusi pada sentralisasi penambangan, karena perangkat ini seringkali hanya tersedia bagi penambang besar yang memiliki akses ke sumber daya finansial yang cukup.
  5. Perkembangan Teknologi: Teknologi dalam penambangan terus berkembang. Ketika generasi baru ASIC meluncur, perangkat yang lebih tua mungkin menjadi kurang efisien dan tidak menguntungkan.

Ketika memutuskan apakah akan menggunakan ASIC miner, penting untuk mempertimbangkan semua faktor ini dengan cermat, termasuk biaya, potensi profitabilitas, dan situasi pasar kripto saat ini.

Perbandingan ASIC Miner vs GPU

Sebelum ada ASIC untuk mining Bitcoin, orang menggunakan GPU, yang lebih umum dan berguna sebagai komputer untuk aktivitas harian. Namun, profitabilitas menambang Bitcoin menggunakan ASIC miner dan GPU dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk harga Bitcoin, biaya operasional, efisiensi perangkat keras, kesulitan jaringan, dan lain-lain. Berikut gambaran umum tentang perbandingan profitabilitas antara keduanya:

  • Efisiensi Penambangan: ASIC miner dirancang khusus untuk melakukan perhitungan yang diperlukan oleh algoritma penambangan Bitcoin (SHA-256) dengan efisiensi tinggi. Ini berarti bahwa ASIC miner mampu menghasilkan hash rate yang jauh lebih tinggi daripada GPU dalam konteks penambangan Bitcoin.
  • Kesulitan Jaringan: Kesulitan jaringan Bitcoin meningkat seiring waktu, yang berarti semakin banyak penambang yang bersaing untuk menemukan blok baru. Ini mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam menambang. ASIC miner, karena efisiensinya, lebih mungkin untuk tetap kompetitif daripada GPU dalam menghadapi peningkatan kesulitan jaringan.
  • Biaya Operasional: Meskipun ASIC miner lebih efisien dalam hal konsumsi daya, perangkat ini bisa sangat mahal dan biaya awalnya tinggi. Namun, biaya operasional (listrik) cenderung lebih rendah daripada menggunakan GPU dalam jangka panjang karena efisiensi perangkat.
  • Fleksibilitas: GPU memiliki kelebihan dalam fleksibilitas karena mereka dapat digunakan untuk berbagai jenis komputasi umum selain penambangan. Jika harga Bitcoin turun atau penambangan tidak lagi menguntungkan, Anda masih dapat menggunakan GPU untuk keperluan lain. ASIC miner lebih terbatas dalam fungsinya dan hanya cocok untuk penambangan Bitcoin atau algoritma penambangan khusus lainnya.

Secara umum, jika tujuan utama adalah menambang Bitcoin, ASIC miner cenderung lebih menguntungkan dan efisien daripada GPU. Namun, situasi pasar dan faktor-faktor eksternal lainnya dapat berubah seiring waktu, sehingga penting untuk melakukan perhitungan dan analisis yang komprehensif sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam perangkat keras penambangan apa pun.

Cloud Mining: Alternatif selain ASIC

Mining Bitcoin dan crypto lainnya menggunakan ASIC miner memerlukan modal untuk investasi dalam perangkat keras. Namun, saat ini ada alternatif pendekatan berbeda untuk melakukan mining crypto, yaitu dengan cloud mining. Berikut karakter cloud mining yang membedakannya dengan ASIC mining:

  • Pemilikan Perangkat Keras: Dalam penambangan menggunakan ASIC, kamu harus membeli perangkat keras secara langsung. Sementara itu, dalam cloud mining, kamu tidak memiliki perangkat keras fisik. Namun, kamu menyewa kekuatan penambangan dari penyedia layanan cloud mining sehingga tidak perlu mengurus perangkat keras sendiri.
  • Biaya Awal dan Operasional: Kamu perlu mengeluarkan biaya awal untuk membeli perangkat keras ASIC miner. Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan biaya operasional seperti listrik dan pemeliharaan perangkat. Di sisi lain, kamu hanya perlu membayar biaya sewa berdasarkan kontrak cloud mining yang kamu pilih. Biaya ini dapat mencakup kekuatan penambangan, biaya pemeliharaan, dan sering kali termasuk dalam paket.
  • Kontrol dan Keamanan: ASIC Miner memiliki perangkat keras sendiri, sehingga kamu memiliki kendali penuh atas operasi penambangan dan keamanannya. Juga, kamu bertanggung jawab atas keamanan perangkat keras dan data sendiri. Sementara dengan cloud mining, kamu mengandalkan penyedia layanan untuk mengelola operasi penambangan. Ini dapat mengurangi tingkat kontrol dan keamanan atas aset yang kamu miliki.
  • Pemeliharaan: Memiliki berarti harus memelihara perangkat keras secara teratur untuk memastikan kinerjanya tetap optimal. Sementara dalam Cloud Mining, penyedia layanan yang melakukan pemeliharaan perangkat keras. Kamu tidak perlu khawatir tentang pemeliharaan fisik.
  • Potensi Keuntungan: Jika dikelola dengan baik, menggunakan ASIC miner dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan, terutama jika harga Bitcoin naik. Namun, ini juga bergantung pada efisiensi perangkat, biaya operasional, dan harga Bitcoin. Di sisi lain, cloud mining dapat menghasilkan pendapatan, tetapi potensi keuntungannya mungkin lebih rendah daripada memiliki perangkat keras sendiri. Kamu perlu mempertimbangkan biaya sewa dan kontrak dengan hati-hati.

Kesimpulan

ASIC Miner adalah perangkat keras khusus yang dirancang untuk melakukan perhitungan hash dalam algoritma penambangan kripto tertentu dengan efisiensi dan kecepatan tertinggi. Meskipun biaya awalnya tinggi, ASIC Miner lebih efisien dan menghasilkan hash rate yang lebih tinggi daripada CPU atau GPU. Namun, perlu mengingat bahwa situasi pasar dan faktor eksternal lainnya dapat berubah seiring waktu, sehingga penting untuk melakukan perhitungan dan analisis yang komprehensif sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam perangkat keras penambangan apa pun.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa kepanjangan ASIC miner?

Apa itu mining crypto?

Apa saja crypto yang bisa di-mining?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori